Rabu, 22 Jul 2026 15:53 WIB

Polda Jatim Naikkan Status Kasus Ambruknya Ponpes di Sidoarjo ke Penyidikan

selalu.id – Polda Jawa Timur resmi meningkatkan status kasus robohnya Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo dari penyelidikan ke penyidikan. Keputusan ini disampaikan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast pada Kamis (9/10/2025).

 

Baca Juga: Pasca Mediasi Gagal, Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Sukomanunggal Masuk Penyidikan

"Kemarin sudah dilakukan gelar perkara dan hasilnya adalah peningkatan status dari proses penyelidikan menjadi penyidikan," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

 

Ia menambahkan, pemanggilan ahli dan saksi akan segera dilakukan untuk melengkapi alat bukti dalam proses pembuktian peristiwa pidana.

 

Sejak kejadian pada 29 September 2025, tim gabungan telah dibentuk untuk melakukan penyelidikan. Sebanyak 17 saksi telah dimintai keterangan, dan pemeriksaan lanjutan akan dilakukan jika diperlukan pendalaman tambahan.

 

"Latar belakang saksi yang dipanggil bisa beragam, namun harus memiliki kaitan dan relevansi dengan kejadian," jelasnya.

 

Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka

Selain penyidikan, tim Disaster Victim Identification (DVI) terus melakukan proses identifikasi jenazah korban. Menurut Kombes Jules, pencocokan data antemortem (AM) dan postmortem (PM) masih berlangsung.

 

"Untuk kantong jenazah nomor satu, misalnya, melalui data AM dan PM terjadi kecocokan, sehingga kami akan melakukan identifikasi seperti contoh nama Muhammad Adam Ardiansyah," ujarnya.

 

Ia menambahkan, hasil tes DNA masih menunggu kiriman laboratorium. Hingga saat ini, tim telah menerima 36 sampel, terdiri dari 28 sampel sebelumnya dan delapan tambahan hari ini.

Baca Juga: Hari Santri 2025, Said Abdullah: Santri Penjaga Islam Moderat dan Perdamaian Dunia

 

"Kenapa kami tetap melakukan keduanya (AM dan PM) supaya keluarga tidak menunggu terlalu lama," jelasnya.

 

Meski menghadapi kendala karena kondisi jenazah tidak utuh, tim DVI terus berupaya melakukan identifikasi tanpa harus menunggu hasil DNA terlebih dahulu.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.