Selasa, 21 Jul 2026 19:48 WIB

Anak Wali Kota Surabaya Sempat Terpapar Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 15 Feb 2022 21:57 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Anak Wali Kota Surabaya terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri. Kasus covid-19 di Surabaya sendiri didominasi oleh anak-anak dengan rentang usia 5-17 tahun.

"Anakku yang satu abis kena Covid-19 beberapa hari yg lalu. Kami biasa dua Minggu sekali swab PCR. Hari Minggu itu negatif se-rumah. Hari Minggu itu dia main basket, karena sekolahnya ada yang kena, hari selasa di swab hasilnya abu-abu, akhirnya Isoman. Hari kamis swab lagi sudah negatif, kami sekeluarga negatif," ujar Eri Cahyadi, selasa (15/2/2022).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Eri menyampaikan bahwa Covid-19 ini sebenarnya pencegahan ada di percepatan vaksinasi. Ia memastikan Lurah dan Camat warga sudah vaksin dosis 1 dan dosis 2.

"Karena vaksinnya telat, kalau dulu digeber yang 18 tahun keatas sudah pasti 2 kali. Bahkan booster kalo anak kan barusan. Jadi telat, makanya sekarang kalo sudah vaksin maka semakin ringan, cepat sembuh," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Selasa (15/2/2022).

Eri juga mengaku bahwa orang-orang dilingkungan rumah dinasnya 5 orang juga terkena covid-19, langsung masuk ke Hotel Asrama Haji (HAH).

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Temen-teman di rumah dinas penjaganya 5 Covid-19. Masuk ke HAH, dua hari swab lagi sudah negatif," ujar bapak dua anak tersebut.

Lebih lanjut Eri menambahkan, Covid-19 varian omicron ini kesembuhannya cepat seperti yang di alami anaknya.

"Prokes paling utama. Vaksin wajib kebut, kalo dilakukan dan masif InsyaAllah omicron sudah bisa diatasi," jelasnya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Sementara itu, Eri menerangkan, banyak ditemukan hasil abu-abu dalam artian tidak positif dan tidak negatif saat dilakukan swab massal.

"Di Surabaya ini yang positif akeh tapi yang sembuh juga banyak. Jadi banyak abu-abunya, bukan positifnya, kita optimis cepat turun," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.