Rabu, 21 Okt 2026 20:06 WIB

Anak Wali Kota Surabaya Sempat Terpapar Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 15 Feb 2022 21:57 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Anak Wali Kota Surabaya terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri. Kasus covid-19 di Surabaya sendiri didominasi oleh anak-anak dengan rentang usia 5-17 tahun.

"Anakku yang satu abis kena Covid-19 beberapa hari yg lalu. Kami biasa dua Minggu sekali swab PCR. Hari Minggu itu negatif se-rumah. Hari Minggu itu dia main basket, karena sekolahnya ada yang kena, hari selasa di swab hasilnya abu-abu, akhirnya Isoman. Hari kamis swab lagi sudah negatif, kami sekeluarga negatif," ujar Eri Cahyadi, selasa (15/2/2022).

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Eri menyampaikan bahwa Covid-19 ini sebenarnya pencegahan ada di percepatan vaksinasi. Ia memastikan Lurah dan Camat warga sudah vaksin dosis 1 dan dosis 2.

"Karena vaksinnya telat, kalau dulu digeber yang 18 tahun keatas sudah pasti 2 kali. Bahkan booster kalo anak kan barusan. Jadi telat, makanya sekarang kalo sudah vaksin maka semakin ringan, cepat sembuh," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Selasa (15/2/2022).

Eri juga mengaku bahwa orang-orang dilingkungan rumah dinasnya 5 orang juga terkena covid-19, langsung masuk ke Hotel Asrama Haji (HAH).

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

"Temen-teman di rumah dinas penjaganya 5 Covid-19. Masuk ke HAH, dua hari swab lagi sudah negatif," ujar bapak dua anak tersebut.

Lebih lanjut Eri menambahkan, Covid-19 varian omicron ini kesembuhannya cepat seperti yang di alami anaknya.

"Prokes paling utama. Vaksin wajib kebut, kalo dilakukan dan masif InsyaAllah omicron sudah bisa diatasi," jelasnya.

Baca Juga: Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Sementara itu, Eri menerangkan, banyak ditemukan hasil abu-abu dalam artian tidak positif dan tidak negatif saat dilakukan swab massal.

"Di Surabaya ini yang positif akeh tapi yang sembuh juga banyak. Jadi banyak abu-abunya, bukan positifnya, kita optimis cepat turun," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).

Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Bukan hanya mengganggu pemandangan, kabel yang sudah tidak digunakan juga dinilai tak semestinya dibiarkan menggantung begitu saja, harus ditertibkan.

Aksi Motoran Santri Sidoarjo Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Sambut HSN 2026

Tak sekadar konvoi, Motoran Santri membawa pesan “Motor Santun”, yakni ajakan berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab. 

Kisah Penjual Peyek di Nganjuk Terancam Kehilangan Rumah atas Utang Mendiang Suami Rp690 Juta

Rumah tinggal Lilik terancam disita dan dilelang oleh BRI Cabang Nganjuk atas klaim utang mendiang suaminya, Puji Astanto, sebesar Rp690 juta.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.