Kamis, 04 Jun 2026 18:13 WIB

Anak Wali Kota Surabaya Sempat Terpapar Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 15 Feb 2022 21:57 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Anak Wali Kota Surabaya terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri. Kasus covid-19 di Surabaya sendiri didominasi oleh anak-anak dengan rentang usia 5-17 tahun.

"Anakku yang satu abis kena Covid-19 beberapa hari yg lalu. Kami biasa dua Minggu sekali swab PCR. Hari Minggu itu negatif se-rumah. Hari Minggu itu dia main basket, karena sekolahnya ada yang kena, hari selasa di swab hasilnya abu-abu, akhirnya Isoman. Hari kamis swab lagi sudah negatif, kami sekeluarga negatif," ujar Eri Cahyadi, selasa (15/2/2022).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Eri menyampaikan bahwa Covid-19 ini sebenarnya pencegahan ada di percepatan vaksinasi. Ia memastikan Lurah dan Camat warga sudah vaksin dosis 1 dan dosis 2.

"Karena vaksinnya telat, kalau dulu digeber yang 18 tahun keatas sudah pasti 2 kali. Bahkan booster kalo anak kan barusan. Jadi telat, makanya sekarang kalo sudah vaksin maka semakin ringan, cepat sembuh," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Selasa (15/2/2022).

Eri juga mengaku bahwa orang-orang dilingkungan rumah dinasnya 5 orang juga terkena covid-19, langsung masuk ke Hotel Asrama Haji (HAH).

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Temen-teman di rumah dinas penjaganya 5 Covid-19. Masuk ke HAH, dua hari swab lagi sudah negatif," ujar bapak dua anak tersebut.

Lebih lanjut Eri menambahkan, Covid-19 varian omicron ini kesembuhannya cepat seperti yang di alami anaknya.

"Prokes paling utama. Vaksin wajib kebut, kalo dilakukan dan masif InsyaAllah omicron sudah bisa diatasi," jelasnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Sementara itu, Eri menerangkan, banyak ditemukan hasil abu-abu dalam artian tidak positif dan tidak negatif saat dilakukan swab massal.

"Di Surabaya ini yang positif akeh tapi yang sembuh juga banyak. Jadi banyak abu-abunya, bukan positifnya, kita optimis cepat turun," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.