Minggu, 06 Sep 2026 16:04 WIB

Anak Wali Kota Surabaya Sempat Terpapar Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 15 Feb 2022 21:57 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Anak Wali Kota Surabaya terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri. Kasus covid-19 di Surabaya sendiri didominasi oleh anak-anak dengan rentang usia 5-17 tahun.

"Anakku yang satu abis kena Covid-19 beberapa hari yg lalu. Kami biasa dua Minggu sekali swab PCR. Hari Minggu itu negatif se-rumah. Hari Minggu itu dia main basket, karena sekolahnya ada yang kena, hari selasa di swab hasilnya abu-abu, akhirnya Isoman. Hari kamis swab lagi sudah negatif, kami sekeluarga negatif," ujar Eri Cahyadi, selasa (15/2/2022).

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Eri menyampaikan bahwa Covid-19 ini sebenarnya pencegahan ada di percepatan vaksinasi. Ia memastikan Lurah dan Camat warga sudah vaksin dosis 1 dan dosis 2.

"Karena vaksinnya telat, kalau dulu digeber yang 18 tahun keatas sudah pasti 2 kali. Bahkan booster kalo anak kan barusan. Jadi telat, makanya sekarang kalo sudah vaksin maka semakin ringan, cepat sembuh," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Selasa (15/2/2022).

Eri juga mengaku bahwa orang-orang dilingkungan rumah dinasnya 5 orang juga terkena covid-19, langsung masuk ke Hotel Asrama Haji (HAH).

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Temen-teman di rumah dinas penjaganya 5 Covid-19. Masuk ke HAH, dua hari swab lagi sudah negatif," ujar bapak dua anak tersebut.

Lebih lanjut Eri menambahkan, Covid-19 varian omicron ini kesembuhannya cepat seperti yang di alami anaknya.

"Prokes paling utama. Vaksin wajib kebut, kalo dilakukan dan masif InsyaAllah omicron sudah bisa diatasi," jelasnya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Sementara itu, Eri menerangkan, banyak ditemukan hasil abu-abu dalam artian tidak positif dan tidak negatif saat dilakukan swab massal.

"Di Surabaya ini yang positif akeh tapi yang sembuh juga banyak. Jadi banyak abu-abunya, bukan positifnya, kita optimis cepat turun," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.