Polda Jatim Lakukan Pendampingan 'Trauma Healing' Korban dan Keluarga Ponpes Ambruk di Sidoarjo
- Penulis : Dony Maulana
- | Senin, 06 Okt 2025 17:24 WIB
selalu.id – Polda Jawa Timur terus melakukan pendampingan terhadap korban yang selamat (penyintas) dan keluarga korban robohnya Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, pada Senin (6/10/2025).
"Kami melakukan pendampingan trauma healing terhadap korban serta keluarga korban ambruknya pondok pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Selain pendampingan trauma healing, Polda Jatim juga mengerahkan personel untuk membantu upaya pembersihan lokasi kejadian. Tim gabungan yang terdiri dari personel SAR, Basarnas, dan Polresta Sidoarjo masih terus bekerja di lokasi robohnya bangunan Ponpes Al-Khoziny.
"Upaya-upaya pembersihan di lokasi kejadian juga masih terus kami lakukan," terangnya.
Kombes Pol Jules menambahkan bahwa kegiatan trauma healing juga dilakukan untuk membantu korban selamat dan keluarga korban yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
"Kami juga melakukan kegiatan trauma healing yang dilakukan oleh korban maupun keluarga, baik korban atau penyintas yang selamat maupun keluarga dari para korban robohnya Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo," jelasnya.
Terkait proses hukum, Kombes Pol Jules menegaskan bahwa Polda Jatim akan tetap melakukan penegakan hukum setelah proses pembersihan dan evakuasi seluruh korban selesai. Pihaknya akan terus bersinergi dengan tim SAR gabungan dalam proses pencarian korban.
"Fokus kami saat ini masih dalam upaya pencarian. Sebagaimana yang sudah disampaikan Pak Kapolda sebelumnya, kami terus melangkah, pastinya kami akan melakukan upaya penegakan hukum," tegasnya.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus berupaya membersihkan sisa-sisa material dan mencari korban yang masih berada di bawah reruntuhan bangunan Ponpes Al-Khoziny.
Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka
Editor : Ading