Rabu, 22 Jul 2026 19:09 WIB

Dinding Gubeng Pojok Dipenuhi Coretan, Begini Cara Pemkot Ajak Warga Lawan Vandalisme

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 06 Okt 2025 10:57 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi vandalisme di ruang publik, terutama mencoret-coret dinding bangunan dan fasilitas umum. Tindakan tersebut dinilai merusak keindahan kota dan mengganggu estetika lingkungan.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, M. Fikser, mengatakan pihaknya menerima sejumlah laporan terkait aksi vandalisme di beberapa titik, salah satunya di akses jembatan Jalan Gubeng Pojok yang belakangan dipenuhi coretan.

 

“Pemerintah kota mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi vandalisme. Itu terjadi di akses jembatan Gubeng Pojok dan juga di beberapa tempat lain,” kata Fikser, Senin (6/10/2025).

 

Menurutnya, coretan liar di fasilitas publik tidak hanya menurunkan nilai estetika kota, tetapi juga mencoreng citra Surabaya yang dikenal bersih, rapi, dan ramah lingkungan. Tak sedikit coretan juga mengandung kata-kata tidak pantas dan sulit dibersihkan.

 

“Aksi vandalisme ini membuat tampilan kota jadi tidak bagus. Kita ingin semua ruang publik di Surabaya tertata dan nyaman dipandang,” ujarnya.

 

Untuk mengatasi hal itu, Pemkot Surabaya tidak hanya menertibkan, tetapi juga mengedepankan pendekatan kreatif. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menggandeng komunitas mural untuk mempercantik dinding dan bangunan yang sebelumnya menjadi sasaran vandalisme.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

 

“Kami menggandeng komunitas mural untuk mempercantik bangunan-bangunan yang menjadi lokasi vandalisme,” jelas Fikser.

 

Langkah tersebut, lanjut dia, bukan sekadar memperindah kota, tetapi juga membuka ruang bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitas secara positif dan legal.

 

“Dengan cara ini, kita tidak hanya membersihkan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa ruang publik adalah milik bersama dan harus dijaga bersama,” tutur Fikser.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

 

Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan tindakan vandalisme yang ditemui di lingkungan masing-masing melalui aplikasi WargaKu atau Command Center (CC) 112.

 

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Kita ingin wujudkan kota yang indah, aman, dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.