Jumat, 05 Jun 2026 06:53 WIB

Dinding Gubeng Pojok Dipenuhi Coretan, Begini Cara Pemkot Ajak Warga Lawan Vandalisme

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 06 Okt 2025 10:57 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi vandalisme di ruang publik, terutama mencoret-coret dinding bangunan dan fasilitas umum. Tindakan tersebut dinilai merusak keindahan kota dan mengganggu estetika lingkungan.

 

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, M. Fikser, mengatakan pihaknya menerima sejumlah laporan terkait aksi vandalisme di beberapa titik, salah satunya di akses jembatan Jalan Gubeng Pojok yang belakangan dipenuhi coretan.

 

“Pemerintah kota mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi vandalisme. Itu terjadi di akses jembatan Gubeng Pojok dan juga di beberapa tempat lain,” kata Fikser, Senin (6/10/2025).

 

Menurutnya, coretan liar di fasilitas publik tidak hanya menurunkan nilai estetika kota, tetapi juga mencoreng citra Surabaya yang dikenal bersih, rapi, dan ramah lingkungan. Tak sedikit coretan juga mengandung kata-kata tidak pantas dan sulit dibersihkan.

 

“Aksi vandalisme ini membuat tampilan kota jadi tidak bagus. Kita ingin semua ruang publik di Surabaya tertata dan nyaman dipandang,” ujarnya.

 

Untuk mengatasi hal itu, Pemkot Surabaya tidak hanya menertibkan, tetapi juga mengedepankan pendekatan kreatif. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menggandeng komunitas mural untuk mempercantik dinding dan bangunan yang sebelumnya menjadi sasaran vandalisme.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

 

“Kami menggandeng komunitas mural untuk mempercantik bangunan-bangunan yang menjadi lokasi vandalisme,” jelas Fikser.

 

Langkah tersebut, lanjut dia, bukan sekadar memperindah kota, tetapi juga membuka ruang bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitas secara positif dan legal.

 

“Dengan cara ini, kita tidak hanya membersihkan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa ruang publik adalah milik bersama dan harus dijaga bersama,” tutur Fikser.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pameran Cross Musea Pertiwi 2026, Hadirkan Pengalaman Berbasis AI

 

Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan tindakan vandalisme yang ditemui di lingkungan masing-masing melalui aplikasi WargaKu atau Command Center (CC) 112.

 

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Kita ingin wujudkan kota yang indah, aman, dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.