Senin, 02 Feb 2026 04:23 WIB

Polisi Larang Warga Masuk TKP Ponpes Al-Khoziny untuk Jaga Bukti Identifikasi

selalu.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki maupun merusak Tempat Kejadian Perkara (TKP) ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Imbauan ini disampaikan agar proses evakuasi dan identifikasi korban berjalan lancar dan akurat.

 

Baca Juga: Usai Tragedi Tewaskan 63 Santri, Ponpes Al-Khoziny Kembali Aktifkan Kegiatan Belajar

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan, menegaskan pentingnya menjaga keutuhan TKP agar tim forensik dapat bekerja sesuai standar internasional Disaster Victim Identification (DVI).

 

"Ini adalah korban meninggal, bukan korban hidup. Jangan sampai ada pihak yang memindahkan atau menyingkirkan barang bukti dari tempatnya," ujar Khusnan, Jumat (3/10/2025).

 

Ia menjelaskan, setiap jenazah dan barang bukti di sekitar lokasi akan difoto, diberi label, dan dimasukkan ke kantong khusus sebagai bagian dari tahap awal identifikasi. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak berkerumun atau mendekati area reruntuhan.

 

Baca Juga: Polda Jatim Tutup Operasi DVI, 63 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Teridentifikasi

"Jika masyarakat berkerumun dan menyentuh barang-barang di lokasi, itu akan merusak TKP. Kami mohon pengertiannya," katanya.

 

Khusnan menegaskan hanya pihak berwenang yang diizinkan masuk ke area TKP. Garis polisi telah dipasang untuk membatasi akses. "Jika tidak berkepentingan, tidak boleh masuk ke area tersebut. Aturan ini harus ditegakkan," jelasnya.

 

Baca Juga: Kapolda Jatim: Pemda Fasilitasi Kelanjutan Belajar Santri Al-Khoziny

Tragedi ambruknya musala Ponpes Al-Khoziny menyebabkan puluhan santri menjadi korban. Proses identifikasi korban dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya oleh tim DVI Polri, dokter forensik, serta tenaga ahli dari berbagai instansi.

 

Hingga Jumat pukul 13.56 WIB, tercatat sembilan korban meninggal dunia. Lima di antaranya sudah diserahkan kepada keluarga, sementara empat jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Polda Jatim menyatakan akan mempercepat proses identifikasi dan penyerahan jenazah kepada keluarga.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.