Selasa, 06 Okt 2026 12:41 WIB

Polisi Larang Warga Masuk TKP Ponpes Al-Khoziny untuk Jaga Bukti Identifikasi

selalu.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki maupun merusak Tempat Kejadian Perkara (TKP) ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Imbauan ini disampaikan agar proses evakuasi dan identifikasi korban berjalan lancar dan akurat.

 

Baca Juga: Usai Tragedi Tewaskan 63 Santri, Ponpes Al-Khoziny Kembali Aktifkan Kegiatan Belajar

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan, menegaskan pentingnya menjaga keutuhan TKP agar tim forensik dapat bekerja sesuai standar internasional Disaster Victim Identification (DVI).

 

"Ini adalah korban meninggal, bukan korban hidup. Jangan sampai ada pihak yang memindahkan atau menyingkirkan barang bukti dari tempatnya," ujar Khusnan, Jumat (3/10/2025).

 

Ia menjelaskan, setiap jenazah dan barang bukti di sekitar lokasi akan difoto, diberi label, dan dimasukkan ke kantong khusus sebagai bagian dari tahap awal identifikasi. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak berkerumun atau mendekati area reruntuhan.

 

Baca Juga: Polda Jatim Tutup Operasi DVI, 63 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Teridentifikasi

"Jika masyarakat berkerumun dan menyentuh barang-barang di lokasi, itu akan merusak TKP. Kami mohon pengertiannya," katanya.

 

Khusnan menegaskan hanya pihak berwenang yang diizinkan masuk ke area TKP. Garis polisi telah dipasang untuk membatasi akses. "Jika tidak berkepentingan, tidak boleh masuk ke area tersebut. Aturan ini harus ditegakkan," jelasnya.

 

Baca Juga: Kapolda Jatim: Pemda Fasilitasi Kelanjutan Belajar Santri Al-Khoziny

Tragedi ambruknya musala Ponpes Al-Khoziny menyebabkan puluhan santri menjadi korban. Proses identifikasi korban dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya oleh tim DVI Polri, dokter forensik, serta tenaga ahli dari berbagai instansi.

 

Hingga Jumat pukul 13.56 WIB, tercatat sembilan korban meninggal dunia. Lima di antaranya sudah diserahkan kepada keluarga, sementara empat jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Polda Jatim menyatakan akan mempercepat proses identifikasi dan penyerahan jenazah kepada keluarga.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ledakan Elpiji di Pakuwon City Surabaya, 41 Bangunan Rusak

Puluhan bangunan yang terdampak, lima di antaranya mengalami kerusakan parah. 

Polisi Pastikan Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya Bukan Bom, Ini Penyebabnya

Pemeriksaan jibom tidak menemukan kandungan bahan peledak di lokasi.

Identitas Lima Korban Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya

Korban mengalami luka dengan tingkat berbeda.

Ledakan di Ruko Pakuwon City, Warga: Kencang Banget Suaranya

Sejumlah warga di Cluster Long Beach dan San Diego melaporkan dampak ledakan hingga menyebabkan plafon dan lampu rumah berjatuhan.

Ledakan di Ruko San Antonio Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Luka Bakar

Kelima korban dievakuasi ke RS Haji dan RS Mitra Keluarga Kenjeran.

Info Awal Ledakan Keras di Ruko Pakuwon City Surabaya

Kepolisian sudah berada di lokasi.