Rabu, 24 Jun 2026 06:55 WIB

Polisi Larang Warga Masuk TKP Ponpes Al-Khoziny untuk Jaga Bukti Identifikasi

selalu.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki maupun merusak Tempat Kejadian Perkara (TKP) ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Imbauan ini disampaikan agar proses evakuasi dan identifikasi korban berjalan lancar dan akurat.

 

Baca Juga: Usai Tragedi Tewaskan 63 Santri, Ponpes Al-Khoziny Kembali Aktifkan Kegiatan Belajar

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan, menegaskan pentingnya menjaga keutuhan TKP agar tim forensik dapat bekerja sesuai standar internasional Disaster Victim Identification (DVI).

 

"Ini adalah korban meninggal, bukan korban hidup. Jangan sampai ada pihak yang memindahkan atau menyingkirkan barang bukti dari tempatnya," ujar Khusnan, Jumat (3/10/2025).

 

Ia menjelaskan, setiap jenazah dan barang bukti di sekitar lokasi akan difoto, diberi label, dan dimasukkan ke kantong khusus sebagai bagian dari tahap awal identifikasi. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak berkerumun atau mendekati area reruntuhan.

 

Baca Juga: Polda Jatim Tutup Operasi DVI, 63 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Teridentifikasi

"Jika masyarakat berkerumun dan menyentuh barang-barang di lokasi, itu akan merusak TKP. Kami mohon pengertiannya," katanya.

 

Khusnan menegaskan hanya pihak berwenang yang diizinkan masuk ke area TKP. Garis polisi telah dipasang untuk membatasi akses. "Jika tidak berkepentingan, tidak boleh masuk ke area tersebut. Aturan ini harus ditegakkan," jelasnya.

 

Baca Juga: Kapolda Jatim: Pemda Fasilitasi Kelanjutan Belajar Santri Al-Khoziny

Tragedi ambruknya musala Ponpes Al-Khoziny menyebabkan puluhan santri menjadi korban. Proses identifikasi korban dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya oleh tim DVI Polri, dokter forensik, serta tenaga ahli dari berbagai instansi.

 

Hingga Jumat pukul 13.56 WIB, tercatat sembilan korban meninggal dunia. Lima di antaranya sudah diserahkan kepada keluarga, sementara empat jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Polda Jatim menyatakan akan mempercepat proses identifikasi dan penyerahan jenazah kepada keluarga.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dorong Percepatan Investasi, DPMPTSP Jatim Gelar Bimtek OSS RBA dan LKPM

Melalui bimtek ini, pelaku usaha mendapat pembekalan terkait penggunaan sistem OSS RBA serta tata cara penyusunan LKPM.

Kemaki Minta KPK dan Kejati Usut Tuntas Dugaan Korupsi Anggaran APBD Jatim

Kemaki meminta Gubernu Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk mencopot Kepala Dinas Kelautan Perikanan (KKP) Jatim serta memblacklist kontraktor yang bermasalah.

Lagi Ramai Pemadaman Listrik, DPRD Jatim Minta Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan

Penguatan ini dinilai menjadi solusi menjawab peningkatan kebutuhan listrik baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

LIRA Minta Anggaran DPRD Probolinggo Rp81,41 Miliar Berdampak Langsung bagi Masyarakat

‎LIRA pun mendesak DPRD untuk meninjau kembali anggaran kegiatan yang dianggap kurang prioritas dalam pembahasan APBD Tahun 2027.

Khitan Massal HUT ke-52 SIER, 100 Anak Ikuti Layanan Khitan Modern Tanpa Jahitan

Metode yang digunakan adalah teknologi khitan modern Bipolar Tech atau Bipolar Sealer.

Dugaan Penyebab Tewasnya Bocah 5 Tahun saat Kebakaran Rumah di Surabaya

Korban saat kejadian berada di dalam rumah bersama kakak kandungnya, Aldery yang berusia 15 tahun yang berhasil selamat meski terluka.