Rabu, 04 Feb 2026 14:34 WIB

Rini Indriyani Bawa Filosofi Batik Surabaya ke Ajang Modest Fashion

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 02 Okt 2025 10:04 WIB

selalu.id – Ketua Dekranasda Surabaya, Rini Indriyani, kembali mengangkat Batik Surabaya ke panggung internasional.

 

Baca Juga: Isu Rini Indriyani Disiapkan Sebagai Penerus Wali Kota Surabaya Mencuat, Ini Analisa 3 Pengamat

Ia berkolaborasi dengan desainer Gita Orlin untuk menampilkan koleksi bertema Culture Highclere pada ajang Indonesia International Modest Fashion Festival (In2motionfest) 2025 yang digelar 8–12 Oktober di JIEXPO, Jakarta.

 

Rini memastikan Batik Surabaya tampil mewah dengan memadukan berbagai motif, seperti Bunga Bungur, Mangrove, hingga Abhiboyo. Ia bahkan turut menjadi model, mengenakan busana batik berpadu bludru dengan aksen payet.

 

“Saya ingin membuktikan bahwa batik itu bisa digunakan semua kalangan, dengan berbagai bentuk badan. Ternyata di tangan Mbak Gita, batik jadi kelihatan lebih mewah,” ujar Rini, Rabu (1/10/2025).

 

Rini menyebut kolaborasi dengan Gita Orlin bukan kali pertama. Sebelumnya, koleksi Batik Surabaya yang ditampilkan ludes terjual usai peragaan busana.

 

“Hal ini membuktikan batik, khususnya Surabaya, digemari dan bisa jadi tren busana masa kini,” imbuhnya.

 

Baca Juga: Enam Motif Batik Surabaya Go Internasional di Ajang IN2MF 2023

Ia juga menekankan filosofi pada setiap motif batik Surabaya. Motif Bunga Bungur melambangkan keterbukaan dan solidaritas, Abhiboyo mencerminkan keberanian serta tanggung jawab warga, sedangkan Mangrove menggambarkan ketangguhan. Motif Kembang Setaman, perpaduan Bungur dan Mangrove, melambangkan harmoni antara budaya dan alam Surabaya.

 

Istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi itu menegaskan Dekranasda akan terus berinovasi dengan mengombinasikan motif agar diminati pasar nasional maupun internasional.

 

“Semakin ke depan, batik Surabaya harus makin inovatif, menarik, dan bisa diterima semua kalangan,” tandasnya.

 

Baca Juga: Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Promosikan Batik Lokal Khas Jawa Timur

Gita Orlin menambahkan, koleksi kali ini terinspirasi gaya Gatsby era 1920-an, memadukan batik dengan material velvet, lace, sifon silk, hingga organza. Warna dominan marun dan burgundy dipilih agar fleksibel dipakai untuk acara kasual maupun formal.

 

“Kami ingin Batik Surabaya makin dikenal, bahkan bisa tampil di panggung internasional. Kolaborasi ini juga sekaligus mendukung UMKM batik lokal,” ujarnya.

 

Sebagai catatan, Surabaya memiliki 12 motif batik resmi yang telah dipatenkan, di antaranya Bunga Bungur, Abhiboyo, Pesona Mangrove Wonorejo, dan Remo Surabayan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

Penguatan Safety Awareness menjadi krusial perusahaan untuk memitigasi risiko kecelakaan kerja dan potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Expo Campus 2026 Surabaya: Ajak Siswa Jelajahi Minat dan Masa Depan Pendidikan

Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengenal lebih dekat pada dunia pendidikan tinggi.

Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya

Perubahan perda ini dinilai penting untuk memperkuat tata kelola pemanfaatan aset milik Pemkot Surabaya ke depan.

Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto

Dengan hadirnya susur Sungai Ngotok, Pemkot Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Arif Fathoni: Perikanan Surabaya Siap Sokong Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

Karena itu, Fathoni mendorong pemerintah hadir lewat pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas pascapanen.

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional.