Selasa, 03 Feb 2026 12:42 WIB

Rini Indriyani Bawa Filosofi Batik Surabaya ke Ajang Modest Fashion

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 02 Okt 2025 10:04 WIB

selalu.id – Ketua Dekranasda Surabaya, Rini Indriyani, kembali mengangkat Batik Surabaya ke panggung internasional.

 

Baca Juga: Isu Rini Indriyani Disiapkan Sebagai Penerus Wali Kota Surabaya Mencuat, Ini Analisa 3 Pengamat

Ia berkolaborasi dengan desainer Gita Orlin untuk menampilkan koleksi bertema Culture Highclere pada ajang Indonesia International Modest Fashion Festival (In2motionfest) 2025 yang digelar 8–12 Oktober di JIEXPO, Jakarta.

 

Rini memastikan Batik Surabaya tampil mewah dengan memadukan berbagai motif, seperti Bunga Bungur, Mangrove, hingga Abhiboyo. Ia bahkan turut menjadi model, mengenakan busana batik berpadu bludru dengan aksen payet.

 

“Saya ingin membuktikan bahwa batik itu bisa digunakan semua kalangan, dengan berbagai bentuk badan. Ternyata di tangan Mbak Gita, batik jadi kelihatan lebih mewah,” ujar Rini, Rabu (1/10/2025).

 

Rini menyebut kolaborasi dengan Gita Orlin bukan kali pertama. Sebelumnya, koleksi Batik Surabaya yang ditampilkan ludes terjual usai peragaan busana.

 

“Hal ini membuktikan batik, khususnya Surabaya, digemari dan bisa jadi tren busana masa kini,” imbuhnya.

 

Baca Juga: Enam Motif Batik Surabaya Go Internasional di Ajang IN2MF 2023

Ia juga menekankan filosofi pada setiap motif batik Surabaya. Motif Bunga Bungur melambangkan keterbukaan dan solidaritas, Abhiboyo mencerminkan keberanian serta tanggung jawab warga, sedangkan Mangrove menggambarkan ketangguhan. Motif Kembang Setaman, perpaduan Bungur dan Mangrove, melambangkan harmoni antara budaya dan alam Surabaya.

 

Istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi itu menegaskan Dekranasda akan terus berinovasi dengan mengombinasikan motif agar diminati pasar nasional maupun internasional.

 

“Semakin ke depan, batik Surabaya harus makin inovatif, menarik, dan bisa diterima semua kalangan,” tandasnya.

 

Baca Juga: Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Promosikan Batik Lokal Khas Jawa Timur

Gita Orlin menambahkan, koleksi kali ini terinspirasi gaya Gatsby era 1920-an, memadukan batik dengan material velvet, lace, sifon silk, hingga organza. Warna dominan marun dan burgundy dipilih agar fleksibel dipakai untuk acara kasual maupun formal.

 

“Kami ingin Batik Surabaya makin dikenal, bahkan bisa tampil di panggung internasional. Kolaborasi ini juga sekaligus mendukung UMKM batik lokal,” ujarnya.

 

Sebagai catatan, Surabaya memiliki 12 motif batik resmi yang telah dipatenkan, di antaranya Bunga Bungur, Abhiboyo, Pesona Mangrove Wonorejo, dan Remo Surabayan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.