Minggu, 06 Sep 2026 17:52 WIB

Ini Daftar Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

selalu.id – Sebuah bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin (29/9/2025) sore. Peristiwa ini terjadi saat 172 santri tengah melaksanakan shalat di aula. Satu santri meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

 

Baca Juga: Angin Kencang di Surabaya, Pohon Tumbang Timpa Ojol dan Penumpang

Proses evakuasi masih berlangsung hingga Senin malam. Petugas gabungan dari SAR, pemadam kebakaran, relawan, dan aparat setempat terus berupaya mencari korban yang terjebak di reruntuhan.

 

Bupati Sidoarjo, Subandi, yang meninjau lokasi, menyatakan alat berat dan ambulans dikerahkan untuk mempercepat evakuasi. "Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengevakuasi seluruh korban," ujarnya.

 

Korban meninggal diketahui bernama Alvian Ibrahim (11), santri asal Bangkalan, Madura. Jenazahnya telah dibawa ke rumah sakit untuk identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga.

 

Hingga pukul 19.00 WIB, tercatat 87 santri telah dievakuasi ke tiga rumah sakit. Sebagian besar mengalami luka ringan, namun sejumlah korban mengalami patah tulang dan luka serius.

 

Daftar korban:

 

RSUD Sidoarjo (34 orang)

 

Luka ringan: Salman, Felix (Sepanjang, Sidoarjo), M. Ajam (Gedangan, Sidoarjo), Nur Fuadi Sholikin, Fahri Busaini, Sahrul, Akhmad Sauki (Kranggan, Sidoarjo), M. Nur Aidi, Zainul Fatih (Malang), Abdul Waras (Bangkalan), M. Khadafi (Surabaya), Amir Rayan (Surabaya), Abdul Wahib Ramadani (Surabaya).

 

Luka berat: M. Faris (patah tulang kaki, Surabaya), Muhaimin (patah tulang, Bangkalan), Muddar Sahid, Abdul Bahri.

 

Dalam penanganan: M. Riduwan, M. Alif Al Bustomi, M. Ridowandi, M. Ali Zaenal Abidin, M. Zaki Ibrahim, M. Wafil Abdillah, Ach. Ikbal, Irfan Maulana, M Fahri Ahmad Dani, Mifta, A. Saiful, Yudha Andra, Khoirul Anam, Alfian Aldiansah, Ach. Uluwan Muktar, Alfian Aldi, Dahrian.

Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka

 

 

RS Siti Hajar (45 orang)

 

Luka ringan: Rosman, Muhammad, Irfan, Daffa, Iklil, Yasin, Izul, Abdul Latif, Nafi, Malki, M. Haikal, M. Alif, Soki, Ezar, Riski Maulana, Rohan, Fahri, Havid, Kusri, Riski M, Miftakul Ulum.

 

Luka sedang: Saka, Rama, Rizky P, Baim, Fawaid, Ikmal, Aldi, Nasril, Ifan, Kelvin, Syafillah, Farhan, Farel, Haikal, Agus, Dimas, Aril, Rafa, Alfin, M Fatur R, Idul Hafid, Farid.

 

Luka berat: Furqon.

 

Baca Juga: Usai Tragedi Tewaskan 63 Santri, Ponpes Al-Khoziny Kembali Aktifkan Kegiatan Belajar

 

RS Delta Surya Sidoarjo (4 orang)

 

Dalam perawatan: Bahrul Ulum, Ahmadi, Nabil, M. Nasih.

 

 

Proses evakuasi berlangsung dramatis dengan petugas menembus reruntuhan bangunan yang gelap dan berbahaya. Lampu sorot digunakan untuk membantu pencarian.

 

Penyebab ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny belum dapat dipastikan. Pihak berwenang telah memulai penyelidikan untuk mengetahui faktor penyebab.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.