Minggu, 01 Feb 2026 20:31 WIB

Ini Daftar Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

selalu.id – Sebuah bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin (29/9/2025) sore. Peristiwa ini terjadi saat 172 santri tengah melaksanakan shalat di aula. Satu santri meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

 

Baca Juga: Angin Kencang di Surabaya, Pohon Tumbang Timpa Ojol dan Penumpang

Proses evakuasi masih berlangsung hingga Senin malam. Petugas gabungan dari SAR, pemadam kebakaran, relawan, dan aparat setempat terus berupaya mencari korban yang terjebak di reruntuhan.

 

Bupati Sidoarjo, Subandi, yang meninjau lokasi, menyatakan alat berat dan ambulans dikerahkan untuk mempercepat evakuasi. "Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengevakuasi seluruh korban," ujarnya.

 

Korban meninggal diketahui bernama Alvian Ibrahim (11), santri asal Bangkalan, Madura. Jenazahnya telah dibawa ke rumah sakit untuk identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga.

 

Hingga pukul 19.00 WIB, tercatat 87 santri telah dievakuasi ke tiga rumah sakit. Sebagian besar mengalami luka ringan, namun sejumlah korban mengalami patah tulang dan luka serius.

 

Daftar korban:

 

RSUD Sidoarjo (34 orang)

 

Luka ringan: Salman, Felix (Sepanjang, Sidoarjo), M. Ajam (Gedangan, Sidoarjo), Nur Fuadi Sholikin, Fahri Busaini, Sahrul, Akhmad Sauki (Kranggan, Sidoarjo), M. Nur Aidi, Zainul Fatih (Malang), Abdul Waras (Bangkalan), M. Khadafi (Surabaya), Amir Rayan (Surabaya), Abdul Wahib Ramadani (Surabaya).

 

Luka berat: M. Faris (patah tulang kaki, Surabaya), Muhaimin (patah tulang, Bangkalan), Muddar Sahid, Abdul Bahri.

 

Dalam penanganan: M. Riduwan, M. Alif Al Bustomi, M. Ridowandi, M. Ali Zaenal Abidin, M. Zaki Ibrahim, M. Wafil Abdillah, Ach. Ikbal, Irfan Maulana, M Fahri Ahmad Dani, Mifta, A. Saiful, Yudha Andra, Khoirul Anam, Alfian Aldiansah, Ach. Uluwan Muktar, Alfian Aldi, Dahrian.

Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka

 

 

RS Siti Hajar (45 orang)

 

Luka ringan: Rosman, Muhammad, Irfan, Daffa, Iklil, Yasin, Izul, Abdul Latif, Nafi, Malki, M. Haikal, M. Alif, Soki, Ezar, Riski Maulana, Rohan, Fahri, Havid, Kusri, Riski M, Miftakul Ulum.

 

Luka sedang: Saka, Rama, Rizky P, Baim, Fawaid, Ikmal, Aldi, Nasril, Ifan, Kelvin, Syafillah, Farhan, Farel, Haikal, Agus, Dimas, Aril, Rafa, Alfin, M Fatur R, Idul Hafid, Farid.

 

Luka berat: Furqon.

 

Baca Juga: Usai Tragedi Tewaskan 63 Santri, Ponpes Al-Khoziny Kembali Aktifkan Kegiatan Belajar

 

RS Delta Surya Sidoarjo (4 orang)

 

Dalam perawatan: Bahrul Ulum, Ahmadi, Nabil, M. Nasih.

 

 

Proses evakuasi berlangsung dramatis dengan petugas menembus reruntuhan bangunan yang gelap dan berbahaya. Lampu sorot digunakan untuk membantu pencarian.

 

Penyebab ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny belum dapat dipastikan. Pihak berwenang telah memulai penyelidikan untuk mengetahui faktor penyebab.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.