Kamis, 22 Okt 2026 00:54 WIB

Ini Daftar Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

selalu.id – Sebuah bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin (29/9/2025) sore. Peristiwa ini terjadi saat 172 santri tengah melaksanakan shalat di aula. Satu santri meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

 

Baca Juga: Angin Kencang di Surabaya, Pohon Tumbang Timpa Ojol dan Penumpang

Proses evakuasi masih berlangsung hingga Senin malam. Petugas gabungan dari SAR, pemadam kebakaran, relawan, dan aparat setempat terus berupaya mencari korban yang terjebak di reruntuhan.

 

Bupati Sidoarjo, Subandi, yang meninjau lokasi, menyatakan alat berat dan ambulans dikerahkan untuk mempercepat evakuasi. "Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengevakuasi seluruh korban," ujarnya.

 

Korban meninggal diketahui bernama Alvian Ibrahim (11), santri asal Bangkalan, Madura. Jenazahnya telah dibawa ke rumah sakit untuk identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga.

 

Hingga pukul 19.00 WIB, tercatat 87 santri telah dievakuasi ke tiga rumah sakit. Sebagian besar mengalami luka ringan, namun sejumlah korban mengalami patah tulang dan luka serius.

 

Daftar korban:

 

RSUD Sidoarjo (34 orang)

 

Luka ringan: Salman, Felix (Sepanjang, Sidoarjo), M. Ajam (Gedangan, Sidoarjo), Nur Fuadi Sholikin, Fahri Busaini, Sahrul, Akhmad Sauki (Kranggan, Sidoarjo), M. Nur Aidi, Zainul Fatih (Malang), Abdul Waras (Bangkalan), M. Khadafi (Surabaya), Amir Rayan (Surabaya), Abdul Wahib Ramadani (Surabaya).

 

Luka berat: M. Faris (patah tulang kaki, Surabaya), Muhaimin (patah tulang, Bangkalan), Muddar Sahid, Abdul Bahri.

 

Dalam penanganan: M. Riduwan, M. Alif Al Bustomi, M. Ridowandi, M. Ali Zaenal Abidin, M. Zaki Ibrahim, M. Wafil Abdillah, Ach. Ikbal, Irfan Maulana, M Fahri Ahmad Dani, Mifta, A. Saiful, Yudha Andra, Khoirul Anam, Alfian Aldiansah, Ach. Uluwan Muktar, Alfian Aldi, Dahrian.

Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka

 

 

RS Siti Hajar (45 orang)

 

Luka ringan: Rosman, Muhammad, Irfan, Daffa, Iklil, Yasin, Izul, Abdul Latif, Nafi, Malki, M. Haikal, M. Alif, Soki, Ezar, Riski Maulana, Rohan, Fahri, Havid, Kusri, Riski M, Miftakul Ulum.

 

Luka sedang: Saka, Rama, Rizky P, Baim, Fawaid, Ikmal, Aldi, Nasril, Ifan, Kelvin, Syafillah, Farhan, Farel, Haikal, Agus, Dimas, Aril, Rafa, Alfin, M Fatur R, Idul Hafid, Farid.

 

Luka berat: Furqon.

 

Baca Juga: Usai Tragedi Tewaskan 63 Santri, Ponpes Al-Khoziny Kembali Aktifkan Kegiatan Belajar

 

RS Delta Surya Sidoarjo (4 orang)

 

Dalam perawatan: Bahrul Ulum, Ahmadi, Nabil, M. Nasih.

 

 

Proses evakuasi berlangsung dramatis dengan petugas menembus reruntuhan bangunan yang gelap dan berbahaya. Lampu sorot digunakan untuk membantu pencarian.

 

Penyebab ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny belum dapat dipastikan. Pihak berwenang telah memulai penyelidikan untuk mengetahui faktor penyebab.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.