Rabu, 22 Jul 2026 18:24 WIB

Ini Daftar Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

selalu.id – Sebuah bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin (29/9/2025) sore. Peristiwa ini terjadi saat 172 santri tengah melaksanakan shalat di aula. Satu santri meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

 

Baca Juga: Angin Kencang di Surabaya, Pohon Tumbang Timpa Ojol dan Penumpang

Proses evakuasi masih berlangsung hingga Senin malam. Petugas gabungan dari SAR, pemadam kebakaran, relawan, dan aparat setempat terus berupaya mencari korban yang terjebak di reruntuhan.

 

Bupati Sidoarjo, Subandi, yang meninjau lokasi, menyatakan alat berat dan ambulans dikerahkan untuk mempercepat evakuasi. "Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengevakuasi seluruh korban," ujarnya.

 

Korban meninggal diketahui bernama Alvian Ibrahim (11), santri asal Bangkalan, Madura. Jenazahnya telah dibawa ke rumah sakit untuk identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga.

 

Hingga pukul 19.00 WIB, tercatat 87 santri telah dievakuasi ke tiga rumah sakit. Sebagian besar mengalami luka ringan, namun sejumlah korban mengalami patah tulang dan luka serius.

 

Daftar korban:

 

RSUD Sidoarjo (34 orang)

 

Luka ringan: Salman, Felix (Sepanjang, Sidoarjo), M. Ajam (Gedangan, Sidoarjo), Nur Fuadi Sholikin, Fahri Busaini, Sahrul, Akhmad Sauki (Kranggan, Sidoarjo), M. Nur Aidi, Zainul Fatih (Malang), Abdul Waras (Bangkalan), M. Khadafi (Surabaya), Amir Rayan (Surabaya), Abdul Wahib Ramadani (Surabaya).

 

Luka berat: M. Faris (patah tulang kaki, Surabaya), Muhaimin (patah tulang, Bangkalan), Muddar Sahid, Abdul Bahri.

 

Dalam penanganan: M. Riduwan, M. Alif Al Bustomi, M. Ridowandi, M. Ali Zaenal Abidin, M. Zaki Ibrahim, M. Wafil Abdillah, Ach. Ikbal, Irfan Maulana, M Fahri Ahmad Dani, Mifta, A. Saiful, Yudha Andra, Khoirul Anam, Alfian Aldiansah, Ach. Uluwan Muktar, Alfian Aldi, Dahrian.

Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka

 

 

RS Siti Hajar (45 orang)

 

Luka ringan: Rosman, Muhammad, Irfan, Daffa, Iklil, Yasin, Izul, Abdul Latif, Nafi, Malki, M. Haikal, M. Alif, Soki, Ezar, Riski Maulana, Rohan, Fahri, Havid, Kusri, Riski M, Miftakul Ulum.

 

Luka sedang: Saka, Rama, Rizky P, Baim, Fawaid, Ikmal, Aldi, Nasril, Ifan, Kelvin, Syafillah, Farhan, Farel, Haikal, Agus, Dimas, Aril, Rafa, Alfin, M Fatur R, Idul Hafid, Farid.

 

Luka berat: Furqon.

 

Baca Juga: Usai Tragedi Tewaskan 63 Santri, Ponpes Al-Khoziny Kembali Aktifkan Kegiatan Belajar

 

RS Delta Surya Sidoarjo (4 orang)

 

Dalam perawatan: Bahrul Ulum, Ahmadi, Nabil, M. Nasih.

 

 

Proses evakuasi berlangsung dramatis dengan petugas menembus reruntuhan bangunan yang gelap dan berbahaya. Lampu sorot digunakan untuk membantu pencarian.

 

Penyebab ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny belum dapat dipastikan. Pihak berwenang telah memulai penyelidikan untuk mengetahui faktor penyebab.

Editor : Ading
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.