Kamis, 03 Sep 2026 16:15 WIB

Demo Pemuda-Mahasiswa Soroti Dugaan Kejanggalan APBD Surabaya 2025, Massa Dihadang Preman

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 25 Sep 2025 20:56 WIB

selalu.id – Ratusan massa dari Solidaritas Pemuda-Mahasiswa Merah Putih (SPM-MP) Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota Surabaya, Kamis (25/9/2025).

 

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Mereka menyoroti sejumlah pos belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 yang dinilai janggal dan rawan pemborosan. Dari belanja makan-minum hingga utang daerah, massa aksi menilai pengelolaan APBD Surabaya perlu dibuka secara transparan.

 

Selama tiga jam berorasi, rombongan mahasiswa akhirnya ditemui jajaran pejabat Pemkot Surabaya. Hadir antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra M Fikser, Sekretaris Bappedalitbang Dwija Wardhana, Kepala Bakesbangpol Tundjung Iswandaru, dan Kepala Satpol PP M Zaini.

 

Namun suasana sempat ricuh. Sekelompok orang yang diduga preman masuk ke tengah massa aksi dan menghadang peserta untuk masuk ke halaman Balai Kota.

 

Koordinator lapangan aksi, A Sholeh, mengecam keras insiden tersebut. Menurutnya, demonstrasi yang sejak awal berjalan damai malah terkesan mendapat intervensi.

 

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

“Kehadiran mereka di tengah massa aksi jelas menghalangi jalannya demonstrasi. Padahal aksi ini murni menyampaikan aspirasi dengan data dan kajian ilmiah,” tegas Sholeh.

 

Ia menilai kemunculan kelompok itu tak bisa dilepaskan dari sikap Pemkot Surabaya yang terkesan enggan menerima kritik.

 

“Kalau ini dibiarkan, bisa jadi preseden buruk bagi kebebasan berpendapat di Surabaya. Pemerintah seharusnya membuka ruang dialog, bukan mengintimidasi suara masyarakat,” tandasnya.

Baca Juga: Sikat Jukir Nakal Surabaya, Wali Kota Eri Buka Peluang Anak Muda yang Kelola Parkir

 

Menurut Sholeh, kritik terhadap APBD adalah bentuk partisipasi publik. Ia menegaskan, setiap rupiah uang rakyat harus jelas peruntukannya dan benar-benar dipakai untuk kepentingan warga.

 

“Ini bukan soal kontra pemerintah, tapi memastikan anggaran tidak salah sasaran. Kritik adalah bagian dari kontrol sosial,” pungkasnya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.