Minggu, 19 Jul 2026 19:40 WIB

Demo Pemuda-Mahasiswa Soroti Dugaan Kejanggalan APBD Surabaya 2025, Massa Dihadang Preman

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 25 Sep 2025 20:56 WIB

selalu.id – Ratusan massa dari Solidaritas Pemuda-Mahasiswa Merah Putih (SPM-MP) Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota Surabaya, Kamis (25/9/2025).

 

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Mereka menyoroti sejumlah pos belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 yang dinilai janggal dan rawan pemborosan. Dari belanja makan-minum hingga utang daerah, massa aksi menilai pengelolaan APBD Surabaya perlu dibuka secara transparan.

 

Selama tiga jam berorasi, rombongan mahasiswa akhirnya ditemui jajaran pejabat Pemkot Surabaya. Hadir antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra M Fikser, Sekretaris Bappedalitbang Dwija Wardhana, Kepala Bakesbangpol Tundjung Iswandaru, dan Kepala Satpol PP M Zaini.

 

Namun suasana sempat ricuh. Sekelompok orang yang diduga preman masuk ke tengah massa aksi dan menghadang peserta untuk masuk ke halaman Balai Kota.

 

Koordinator lapangan aksi, A Sholeh, mengecam keras insiden tersebut. Menurutnya, demonstrasi yang sejak awal berjalan damai malah terkesan mendapat intervensi.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

“Kehadiran mereka di tengah massa aksi jelas menghalangi jalannya demonstrasi. Padahal aksi ini murni menyampaikan aspirasi dengan data dan kajian ilmiah,” tegas Sholeh.

 

Ia menilai kemunculan kelompok itu tak bisa dilepaskan dari sikap Pemkot Surabaya yang terkesan enggan menerima kritik.

 

“Kalau ini dibiarkan, bisa jadi preseden buruk bagi kebebasan berpendapat di Surabaya. Pemerintah seharusnya membuka ruang dialog, bukan mengintimidasi suara masyarakat,” tandasnya.

Baca Juga: Warga Surabaya Banyak yang Sambat Parkir, Laporan ke Hotline Cak Eri Tembus 1.442

 

Menurut Sholeh, kritik terhadap APBD adalah bentuk partisipasi publik. Ia menegaskan, setiap rupiah uang rakyat harus jelas peruntukannya dan benar-benar dipakai untuk kepentingan warga.

 

“Ini bukan soal kontra pemerintah, tapi memastikan anggaran tidak salah sasaran. Kritik adalah bagian dari kontrol sosial,” pungkasnya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Langkah itu juga menjadi bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.