Selasa, 03 Feb 2026 18:54 WIB

"Surabaya Merah Putih" Teatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 21 Sep 2025 20:54 WIB

Selalu.id– Teatrikal kolosal perobekan bendera “Surabaya Merah Putih” di depan Hotel Majapahit, Minggu (21/9/2025), bukan sekadar tontonan sejarah, melainkan juga ajakan untuk kembali merenungkan arti perjuangan.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau yang akrab disapa Cak Yebe, ikut tampil membacakan narasi heroik peristiwa 19 September 1945. Dengan suara lantang, ia mengingatkan bahwa perobekan bendera Belanda di atap Hotel Yamato adalah simbol keberanian arek-arek Suroboyo mempertahankan kemerdekaan.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

“Perobekan bendera di Hotel Yamato adalah pesan abadi bahwa rakyat Surabaya tidak pernah tunduk pada penjajahan. Spirit ini harus diwariskan kepada generasi muda, agar mereka bukan hanya mengenang, tapi juga mengamalkan nilai persatuan dan keberanian,” tegas Cak Yebe.

Sebagai Ketua Komisi A DPRD yang membidangi pemerintahan dan hukum, ia menilai kegiatan ini sejalan dengan tugas dewan dalam merawat nilai kebangsaan. “DPRD tidak hanya membuat regulasi, tapi juga ikut menjaga nasionalisme masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir

Tak hanya Cak Yebe, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga turut berperan dalam pertunjukan, memerankan Residen Soedirman, tokoh penting dalam peristiwa bersejarah itu. Kehadirannya membuat teatrikal semakin hidup dan khidmat.

Selain itu, Kapolrestabes Surabaya, Sekda Kota Surabaya Lilik Arijanto, hingga sejumlah kepala OPD juga ikut memerankan tokoh-tokoh pejuang. Keterlibatan mereka menjadi simbol kebersamaan lintas elemen dalam menjaga ingatan sejarah.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Ratusan seniman, pelajar, dan komunitas sejarah ikut ambil bagian dalam pertunjukan yang disaksikan ribuan warga. Puncaknya, momen perobekan warna biru bendera Belanda disambut pekik “Merdeka!” dari penonton yang memadati kawasan Hotel Majapahit.

Bagi Cak Yebe, pekikan itu bukan hanya seremonial, tapi pengingat nyata bahwa semangat perjuangan arek Suroboyo tak boleh padam. “Tugas kita hari ini adalah meneruskan perjuangan itu dalam menjaga demokrasi, persatuan, dan keadilan bagi seluruh warga,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.