Jumat, 05 Jun 2026 22:05 WIB

Bukan Hiu-Buaya, Begini Makna Ikon Baru Monumen Ayam di Lidah Wetan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 21 Sep 2025 20:51 WIB

Selalu.id– Ikon baru hadir di Lidah Wetan, bukan patung hiu dan buaya yang biasa jadi simbol Surabaya, melainkan monumen Ayam Jago yang berdiri gagah. 

Bukan sekadar hiasan, monumen ini menyimpan kisah perjuangan Raden Sawunggaling, pahlawan legendaris yang diyakini sebagai cikal bakal lahirnya Kota Pahlawan.

Baca Juga: Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan monumen ini dibangun untuk mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, akan sejarah luhur Surabaya. “Patung itu menunjukkan Surabaya ini tidak bisa lepas dari Sawunggaling. Jadi, Surabaya itu ceritanya berasal dari Joko Bereg,” kata Eri, Minggu (21//9/2025).

Joko Bereg, nama lain dari Raden Sawunggaling, dalam kisah turun-temurun datang ke Surabaya bersama ayam jagonya untuk mencari ayah kandungnya, Adipati Jayengrono. Kedatangannya disambut tantangan dari dua saudara tirinya, Sawungrana dan Sawungsari. Identitas Joko Bereg akhirnya terbukti lewat adu ayam, yang dimenangkan oleh ayam jagonya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Menurut Eri, semangat perjuangan itulah yang ingin dihidupkan kembali lewat monumen ini. “Dengan patung itu, dimunculkan kembali semangat arek Surabaya, semangat Sawunggaling. Kita diingatkan bagaimana beliau babat alas, membuka lahan Surabaya,” ujarnya.

Lebih dari sekadar mengenang sejarah, monumen Ayam Jago juga menjadi simbol persatuan, kekeluargaan, sekaligus keberanian melawan penjajah. “Semangat kita adalah kembali seperti dulu. Dijaga persatuannya, dijaga keamanannya, dijaga kekeluargaannya,” tegas Eri.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

Lokasinya yang berada tak jauh dari makam Raden Sawunggaling, membuat monumen ini terasa semakin sakral. Eri menyebut, keberadaan patung ini sekaligus membuka peluang destinasi baru di kawasan Lidah Wetan.

“Monumen ini bukan hanya pengingat bagi warga Surabaya, tetapi juga menjadi daya tarik wisatawan yang ingin menelusuri jejak sejarah Kota Pahlawan,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.