Selasa, 08 Sep 2026 14:09 WIB

Bukan Hiu-Buaya, Begini Makna Ikon Baru Monumen Ayam di Lidah Wetan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 21 Sep 2025 20:51 WIB

Selalu.id– Ikon baru hadir di Lidah Wetan, bukan patung hiu dan buaya yang biasa jadi simbol Surabaya, melainkan monumen Ayam Jago yang berdiri gagah. 

Bukan sekadar hiasan, monumen ini menyimpan kisah perjuangan Raden Sawunggaling, pahlawan legendaris yang diyakini sebagai cikal bakal lahirnya Kota Pahlawan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan monumen ini dibangun untuk mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, akan sejarah luhur Surabaya. “Patung itu menunjukkan Surabaya ini tidak bisa lepas dari Sawunggaling. Jadi, Surabaya itu ceritanya berasal dari Joko Bereg,” kata Eri, Minggu (21//9/2025).

Joko Bereg, nama lain dari Raden Sawunggaling, dalam kisah turun-temurun datang ke Surabaya bersama ayam jagonya untuk mencari ayah kandungnya, Adipati Jayengrono. Kedatangannya disambut tantangan dari dua saudara tirinya, Sawungrana dan Sawungsari. Identitas Joko Bereg akhirnya terbukti lewat adu ayam, yang dimenangkan oleh ayam jagonya.

Baca Juga: Oknum Satpol PP Surabaya jadi Calo Rekrutmen Pegawai Pemkot, Tarifnya Capai Rp50 Juta

Menurut Eri, semangat perjuangan itulah yang ingin dihidupkan kembali lewat monumen ini. “Dengan patung itu, dimunculkan kembali semangat arek Surabaya, semangat Sawunggaling. Kita diingatkan bagaimana beliau babat alas, membuka lahan Surabaya,” ujarnya.

Lebih dari sekadar mengenang sejarah, monumen Ayam Jago juga menjadi simbol persatuan, kekeluargaan, sekaligus keberanian melawan penjajah. “Semangat kita adalah kembali seperti dulu. Dijaga persatuannya, dijaga keamanannya, dijaga kekeluargaannya,” tegas Eri.

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Lokasinya yang berada tak jauh dari makam Raden Sawunggaling, membuat monumen ini terasa semakin sakral. Eri menyebut, keberadaan patung ini sekaligus membuka peluang destinasi baru di kawasan Lidah Wetan.

“Monumen ini bukan hanya pengingat bagi warga Surabaya, tetapi juga menjadi daya tarik wisatawan yang ingin menelusuri jejak sejarah Kota Pahlawan,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Penguatan Trantibum Linmas, Wali Kota Mojokerto ajak Warga Hidupkan Kembali Poskamling

Keberadaan siskamling dan poskamling adalah bagian penting dari penguatan ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat atau Trantibum Linmas.

Penjelasan PDAM Soal Air Baku Kali Surabaya yang Kini Keruh dan Berbau

Terkait insiden pencemaran terbaru, Louis mengaku belum mengetahui detail parameter polutan maupun kelas air yang diterima karena hasil lab belum diketahui.

Manjakan Mata, Ini 7 Rekomendasi Destinasi Wisata Paling Populer di Jawa Timur

Mulai dari pantai tersembunyi, hutan pinus yang asri, hingga lanskap pegunungan yang megah, Jawa Timur menyimpan wisata mengagumkan.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Banyak Bencana Datang, Pekerjaan dan Keuangan Kurang Baik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan. Tapi tetep waspada, banyak bencana.

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.