Senin, 02 Feb 2026 03:44 WIB

Bukan Hiu-Buaya, Begini Makna Ikon Baru Monumen Ayam di Lidah Wetan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 21 Sep 2025 20:51 WIB

Selalu.id– Ikon baru hadir di Lidah Wetan, bukan patung hiu dan buaya yang biasa jadi simbol Surabaya, melainkan monumen Ayam Jago yang berdiri gagah. 

Bukan sekadar hiasan, monumen ini menyimpan kisah perjuangan Raden Sawunggaling, pahlawan legendaris yang diyakini sebagai cikal bakal lahirnya Kota Pahlawan.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan monumen ini dibangun untuk mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, akan sejarah luhur Surabaya. “Patung itu menunjukkan Surabaya ini tidak bisa lepas dari Sawunggaling. Jadi, Surabaya itu ceritanya berasal dari Joko Bereg,” kata Eri, Minggu (21//9/2025).

Joko Bereg, nama lain dari Raden Sawunggaling, dalam kisah turun-temurun datang ke Surabaya bersama ayam jagonya untuk mencari ayah kandungnya, Adipati Jayengrono. Kedatangannya disambut tantangan dari dua saudara tirinya, Sawungrana dan Sawungsari. Identitas Joko Bereg akhirnya terbukti lewat adu ayam, yang dimenangkan oleh ayam jagonya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Menurut Eri, semangat perjuangan itulah yang ingin dihidupkan kembali lewat monumen ini. “Dengan patung itu, dimunculkan kembali semangat arek Surabaya, semangat Sawunggaling. Kita diingatkan bagaimana beliau babat alas, membuka lahan Surabaya,” ujarnya.

Lebih dari sekadar mengenang sejarah, monumen Ayam Jago juga menjadi simbol persatuan, kekeluargaan, sekaligus keberanian melawan penjajah. “Semangat kita adalah kembali seperti dulu. Dijaga persatuannya, dijaga keamanannya, dijaga kekeluargaannya,” tegas Eri.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Lokasinya yang berada tak jauh dari makam Raden Sawunggaling, membuat monumen ini terasa semakin sakral. Eri menyebut, keberadaan patung ini sekaligus membuka peluang destinasi baru di kawasan Lidah Wetan.

“Monumen ini bukan hanya pengingat bagi warga Surabaya, tetapi juga menjadi daya tarik wisatawan yang ingin menelusuri jejak sejarah Kota Pahlawan,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.