Usai Kerusuhan Demo, 9.319 Warga Surabaya Ikut Ikrar Jogo Suroboyo
- Penulis : Rahmat Hidayat
- | Kamis, 11 Sep 2025 16:10 WIB
selalu.id – Ribuan warga Surabaya menggelar ikrar bersama bertajuk Jogo Suroboyo di Tugu Pahlawan, Kamis (4/9/2025). Aksi tersebut digagas sebagai respons atas kerusuhan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya
Sebanyak 9.319 warga dari berbagai elemen hadir, mulai dari PCNU, Muhammadiyah, Walubi, LDII, Karang Taruna, Pemuda Pusura, Pemuda Pancasila, Maluku Satu Rasa (M1R), Madura Asli (Madas), BEM universitas, Pramuka, komunitas ojek daring, hingga Ketua Satgas Kampung Pancasila RW. Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta sejumlah organisasi pencak silat juga turut serta.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama Forkopimda menyaksikan langsung pembacaan ikrar.
"Saya matur nuwun, hari ini elemen Surabaya mengadakan ikrar Jogo Suroboyo. Saya yakin hari ini kita bisa menjaga Kota Surabaya dengan kekuatan agama, Pancasila dan kebersamaan," kata Wali Kota Eri.

Ia meminta warga bangkit kembali dengan membuka usaha, berdagang, dan beraktivitas seperti biasa. "Ayo kita berikan ketenangan di warga Kota Surabaya. Yang berdagang, silakan berdagang kembali, yang ingin berusaha, berusahalah kembali. Saya yakin njenengan semuanya adalah pahlawan Kota Surabaya yang akan menjaga kota ini," ujarnya.
Wali Kota Eri juga mengapresiasi warga yang menjaga lingkungannya saat kerusuhan. "Saya matur nuwun untuk warga Wonokromo dan Bubutan yang kemarin ketika terjadi tindakan anarkistis, mereka mempertahankan wilayahnya dengan perjuangan yang luar biasa," tuturnya.

Dalam ikrar bersama, terdapat lima poin yang disepakati. Menjaga Surabaya tetap aman, menguatkan identitas kota, menyampaikan aspirasi tanpa terprovokasi, menolak kekerasan, serta bersatu dalam harmoni.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Pemkot Surabaya bersama warga juga sepakat menghidupkan kembali PAM Swakarsa melalui Kampung Pancasila.
“Kemarin sudah berjalan PAM Swakarsa, dengan Kampung Pancasila. Tuhan mengingatkan kita untuk mengembalikan lagi semangat itu. Maka siapapun yang merusak Surabaya, menyakiti Surabaya, saya yakin seluruh warga mulai hari ini akan bergerak," kata Eri.

Salah satu inisiator, Febryan Kiswanto dari Surabaya Youth Leader Forum, menyebut ikrar ini lahir dari dukungan elemen masyarakat, terutama generasi muda.
"Ikrar hari ini adalah bentuk dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan warga Kota Surabaya. Khususnya teman-teman muda ingin menyampaikan pesan kepada semua bahwa Surabaya hari ini sudah baik-baik saja dan akan terus berbenah untuk menjadi lebih baik," kata Febry.
Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
Ia menegaskan, momentum kerusuhan menjadi pengingat pentingnya gotong royong. "Maka hari ini kita ingin merapatkan barisan, memperbaiki apa yang kemudian kurang. Dan kami teman-teman muda berkomitmen untuk bersama-sama menjaga Kota Surabaya, maka tagline-nya adalah Jogo Suroboyo," ujarnya.

Febry menambahkan, ikrar ini juga membuka ruang bagi generasi muda untuk tetap berkarya. "Yang usaha tetap bisa jalan usahanya. Kemudian aktivitas belajar juga akan tetap belajar secara nyaman kembali," katanya.
Sebagai Ketua Karang Taruna Surabaya, Febry menegaskan organisasi pemuda menjadi bagian penting dari gerakan Jogo Suroboyo. "Surabaya Youth Leader Forum itu terdiri dari beberapa elemen pemuda. Nah, teman-teman elemen pemuda inilah yang menjadi inisiator, termasuk penyelenggara," pungkasnya. (ADV)
Editor : AdingURL : https://selalu.id/news-10782-usai-kerusuhan-demo-9319-warga-surabaya-ikut-ikrar-jogo-suroboyo
