Sabtu, 12 Sep 2026 08:40 WIB

Rumah Literasi Digital Dorong Jurnalis Jadi Edukator Literasi

Rumah Literasi Digital (RLD) menggelar “Jagongan Bareng”
Rumah Literasi Digital (RLD) menggelar “Jagongan Bareng”

selalu.id – Rumah Literasi Digital (RLD) menggelar “Jagongan Bareng” di Jalan Kacapiring No. 6 Surabaya, menghadirkan pakar komunikasi Dr. Dra. Zulaika, M.Si. dan Dr. Drs. Harliantara, M.Si. Diskusi membahas peran jurnalis dalam literasi digital di tengah derasnya arus informasi media sosial.

 

Baca Juga: RLD Soroti Ancaman Penghapusan Konten Digital pada Independensi Kerja Jurnalistik

Zulaika menekankan jurnalis tidak hanya sebagai produsen berita, tetapi juga edukator.

“Ini keren ya, karena penggagasnya adalah wartawan. Wartawan yang nantinya akan turun langsung ke masyarakat untuk menjelaskan literasi digital,” ujarnya.

 

Ia menilai jurnalis perlu membuka komunikasi dua arah dan mampu menyampaikan isu digital dengan akurat meski singkat.

“Kalau masyarakat nggak paham, bisa langsung bertanya. Ini menjadikan komunikasi dua arah, bukan hanya menyampaikan informasi satu arah seperti selama ini,” katanya.

 

Menurutnya, jurnalis juga harus membedakan konten media sosial pribadi dengan karya jurnalistik berbasis etika.

“Sementara wartawan bekerja untuk lembaga, bukan untuk diri sendiri. Ini yang perlu dijaga agar kredibilitas informasi tidak tercampur dengan kepentingan pribadi,” ujarnya.

 

Baca Juga: Perkuat Literasi Mahasiswa, RLD dan GMNI Surabaya Gelar Pelatihan Jurnalistik

Harliantara menekankan literasi digital harus menyasar Generasi Z yang rentan hoaks.

“Generasi Z secara alami adalah generasi digital. Mereka punya potensi besar, tetapi juga menghadapi tantangan serius, seperti mudah terpapar hoaks,” jelasnya.

 

Ia menyebut literasi digital meliputi analisis, pemahaman, dan kesadaran etis.

“Hoaks itu tidak bisa dihapuskan. Tapi masyarakat harus dibekali informasi positif sebagai pembanding yang kredibel,” tegasnya.

 

Baca Juga: Ngaku Wartawan, Empat Curanmor Bersenjata Dibekuk di Gresik, Dua Ditembak Saat Melawan

Koordinator RLD, Fathur, menegaskan literasi digital kini jadi keterampilan dasar.

“Masyarakat saat ini hidup di era banjir informasi. Informasi datang silih berganti setiap detik, tapi di saat yang sama, misinformasi dan hoaks juga mudah menyebar,” ujarnya.

 

Ia berharap RLD Surabaya menjadi pusat edukasi masyarakat.

“Rumah Literasi Digital Surabaya dapat berfungsi sebagai pusat edukasi masyarakat untuk mengasah keterampilan digital yang aman, kritis, dan kreatif,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bukan Cuma Jual Beli, Pasar Buah Tanjung Sari 77 Surabaya Rutin Santuni Yatim dan Dhuafa

Pemilik Pasar Buah Tanjung Sari 77, Haji Ali, menyampaikan bahwa aksi berbagi ini didasari semangat untuk membawa kemanfaatan bagi lingkungan sekitar.

Akhir Pelarian Pengedar Pil Koplo di Surabaya Setelah Diteriaki Copet

Dari tangan tersangka, polisi menyita 3 ribu butir pil koplo, satu unit iPhone 15, dan sepeda motor Honda Scoopy bernopol L 30XX CAE.

Klasemen Liga Inggris: Arsenal Sapu Bersih 3 Laga Awal, MU Tertahan di Posisi 11

Nasib apes justru menghampiri Manchester United (MU) saat bertandang ke markas Everton di Hill Dickinson Stadium. Setan merah ditahan imbang 2-2.

Peduli Pendidikan di Ring Satu Kawasan, SIER Tebus Ijazah dan Bantu Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu

Selain itu, SIER juga memberikan bantuan biaya operasional sekolah kepada seorang siswa dari keluarga kurang mampu yang mengalami kesulitan biaya pendidikan.

Kasihan! Usai Cari Rumput, Lansia di Sidoarjo Ditemukan Tewas dalam Kereta Kelinci

Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Porong untuk menjalani pemeriksaan medis. Polisi juga tengah menyelidiki penyebab kematiannya.

Serapan Anggaran APBD Minim, Ketua DPRD Surabaya Desak Legislator Turun Lapangan Lakukan Sidak

Pasalnya, hingga evaluasi dilakukan, realisasi anggaran tersebut dicatat baru menyentuh angka sekitar Rp11 miliar atau berkisar 11 hingga 13 persen.