Kamis, 04 Jun 2026 19:08 WIB

Rumah Literasi Digital Dorong Jurnalis Jadi Edukator Literasi

Rumah Literasi Digital (RLD) menggelar “Jagongan Bareng”
Rumah Literasi Digital (RLD) menggelar “Jagongan Bareng”

selalu.id – Rumah Literasi Digital (RLD) menggelar “Jagongan Bareng” di Jalan Kacapiring No. 6 Surabaya, menghadirkan pakar komunikasi Dr. Dra. Zulaika, M.Si. dan Dr. Drs. Harliantara, M.Si. Diskusi membahas peran jurnalis dalam literasi digital di tengah derasnya arus informasi media sosial.

 

Baca Juga: Ngaku Wartawan, Empat Curanmor Bersenjata Dibekuk di Gresik, Dua Ditembak Saat Melawan

Zulaika menekankan jurnalis tidak hanya sebagai produsen berita, tetapi juga edukator.

“Ini keren ya, karena penggagasnya adalah wartawan. Wartawan yang nantinya akan turun langsung ke masyarakat untuk menjelaskan literasi digital,” ujarnya.

 

Ia menilai jurnalis perlu membuka komunikasi dua arah dan mampu menyampaikan isu digital dengan akurat meski singkat.

“Kalau masyarakat nggak paham, bisa langsung bertanya. Ini menjadikan komunikasi dua arah, bukan hanya menyampaikan informasi satu arah seperti selama ini,” katanya.

 

Menurutnya, jurnalis juga harus membedakan konten media sosial pribadi dengan karya jurnalistik berbasis etika.

“Sementara wartawan bekerja untuk lembaga, bukan untuk diri sendiri. Ini yang perlu dijaga agar kredibilitas informasi tidak tercampur dengan kepentingan pribadi,” ujarnya.

 

Baca Juga: Wadir Antikekrasan Wartawan PWI Desak Kapolres Ngawi Usut Tuntas Kasus Intimidasi Jurnalis

Harliantara menekankan literasi digital harus menyasar Generasi Z yang rentan hoaks.

“Generasi Z secara alami adalah generasi digital. Mereka punya potensi besar, tetapi juga menghadapi tantangan serius, seperti mudah terpapar hoaks,” jelasnya.

 

Ia menyebut literasi digital meliputi analisis, pemahaman, dan kesadaran etis.

“Hoaks itu tidak bisa dihapuskan. Tapi masyarakat harus dibekali informasi positif sebagai pembanding yang kredibel,” tegasnya.

 

Baca Juga: Dewan Pers Desak DPR Masukkan Karya Jurnalistik dalam Perlindungan RUU Hak Cipta

Koordinator RLD, Fathur, menegaskan literasi digital kini jadi keterampilan dasar.

“Masyarakat saat ini hidup di era banjir informasi. Informasi datang silih berganti setiap detik, tapi di saat yang sama, misinformasi dan hoaks juga mudah menyebar,” ujarnya.

 

Ia berharap RLD Surabaya menjadi pusat edukasi masyarakat.

“Rumah Literasi Digital Surabaya dapat berfungsi sebagai pusat edukasi masyarakat untuk mengasah keterampilan digital yang aman, kritis, dan kreatif,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.