Cegah Perjokian, Unair Terapkan Face Recognition di PKKMB 2025
- Penulis : Dony Maulana
- | Sabtu, 02 Agu 2025 09:47 WIB
selalu.id – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menerapkan teknologi pengenalan wajah (face recognition) untuk meningkatkan integritas akademik dan mencegah kecurangan, khususnya praktik perjokian. Sistem ini diimplementasikan pertama kali pada Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 dan akan digunakan secara berkelanjutan dalam perkuliahan.
Baca Juga: Calon Mahasiswa Wajib Tahu! UNAIR Buka Banyak UKM dan Beasiswa Berlapis
Rektor Unair, Prof. Muhammad Madyan, menjelaskan bahwa sistem face recognition merupakan pengembangan dari sistem registrasi berbasis geometrik yang sudah ada. Tujuannya bukan hanya untuk efisiensi administrasi, tetapi juga untuk memastikan transparansi dan integritas dalam proses pembelajaran.
"Sistem ini mampu mendeteksi dan mencegah titip absen dan perjokian dengan tingkat akurasi tinggi," terangnya kepada selalu.id, Jumat (1/2/2025).
Selama PKKMB, perangkat face recognition ditempatkan di berbagai lokasi strategis, termasuk Airlangga Convention Center, Plaza Airlangga, dan sejumlah fakultas. Sistem ini mampu mengenali wajah mahasiswa dengan cepat dan akurat, mencatat kehadiran secara otomatis, dan menghasilkan data yang valid.
Baca Juga: Pudding Toy Toy Karya Mahasiswa Unair Tawarkan Alternatif Makanan Manis Rendah Gula
"Pemanfaatan teknologi Face Recognition bukan sekadar efisiensi, tetapi bagian dari komitmen Unair terhadap integritas dan transparansi dalam penyelenggaraan kegiatan akademik. Teknologi Face Recognition ini bukan hanya untuk kemudahan, tetapi juga komitmen terhadap integritas akademik," jelasnya.
Mahasiswa menyambut positif inovasi ini. Reyhan Rajendra, mahasiswa baru Unair, menyatakan sistem ini memudahkan proses absensi dan mencegah manipulasi data. Fajar, mahasiswa Unair lainnya, juga memberikan apresiasi atas kemudahan dan akurasi sistem ini, menekankan pentingnya teknologi ini dalam menjaga integritas akademik.
Baca Juga: Workshop Unair-BPDP Dorong UMKM Jawa Timur Olah Sawit Jadi Produk Kreatif
"sangat membantu dan memudahkan sekali, tinggal scan muka kita terus absensi langsung muncul di layar. Sangat diperlukan adanya inovasi Facebook Regocnition ini" ucap Fajar, Mahasiswa Unair.
Prof. Madyan menegaskan komitmen Unair terhadap transparansi dan integritas. Dengan penerimaan 9.347 mahasiswa baru tahun ini (604 D3, 1.664 D4, dan 7.079 S1 dari 63 program studi), sistem face recognition diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih adil dan bebas dari kecurangan.
Editor : AdingURL : https://selalu.id/news-10467-cegah-perjokian-unair-terapkan-face-recognition-di-pkkmb-2025
