Sabtu, 26 Sep 2026 01:36 WIB

Cegah Perjokian, Unair Terapkan Face Recognition di PKKMB 2025

Foto: Face recognize dI UNAIR
Foto: Face recognize dI UNAIR

selalu.id – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menerapkan teknologi pengenalan wajah (face recognition) untuk meningkatkan integritas akademik dan mencegah kecurangan, khususnya praktik perjokian. Sistem ini diimplementasikan pertama kali pada Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 dan akan digunakan secara berkelanjutan dalam perkuliahan.

 

Baca Juga: IKA Unair Jember Resmi Dikukuhkan, Siap Dukung Program Pemkab

Rektor Unair, Prof. Muhammad Madyan, menjelaskan bahwa sistem face recognition merupakan pengembangan dari sistem registrasi berbasis geometrik yang sudah ada. Tujuannya bukan hanya untuk efisiensi administrasi, tetapi juga untuk memastikan transparansi dan integritas dalam proses pembelajaran.

 

"Sistem ini mampu mendeteksi dan mencegah titip absen dan perjokian dengan tingkat akurasi tinggi," terangnya kepada selalu.id, Jumat (1/2/2025).

 

Selama PKKMB, perangkat face recognition ditempatkan di berbagai lokasi strategis, termasuk Airlangga Convention Center, Plaza Airlangga, dan sejumlah fakultas. Sistem ini mampu mengenali wajah mahasiswa dengan cepat dan akurat, mencatat kehadiran secara otomatis, dan menghasilkan data yang valid.

 

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

"Pemanfaatan teknologi Face Recognition bukan sekadar efisiensi, tetapi bagian dari komitmen Unair terhadap integritas dan transparansi dalam penyelenggaraan kegiatan akademik. Teknologi Face Recognition ini bukan hanya untuk kemudahan, tetapi juga komitmen terhadap integritas akademik," jelasnya.

 

Mahasiswa menyambut positif inovasi ini. Reyhan Rajendra, mahasiswa baru Unair, menyatakan sistem ini memudahkan proses absensi dan mencegah manipulasi data. Fajar, mahasiswa Unair lainnya, juga memberikan apresiasi atas kemudahan dan akurasi sistem ini, menekankan pentingnya teknologi ini dalam menjaga integritas akademik.

 

Baca Juga: Tiga Jurusan Paling Diminati di UNAIR pada UTBK 2026

"sangat membantu dan memudahkan sekali, tinggal scan muka kita terus absensi langsung muncul di layar. Sangat diperlukan adanya inovasi Facebook Regocnition ini" ucap Fajar, Mahasiswa Unair.

 

Prof. Madyan menegaskan komitmen Unair terhadap transparansi dan integritas. Dengan penerimaan 9.347 mahasiswa baru tahun ini (604 D3, 1.664 D4, dan 7.079 S1 dari 63 program studi), sistem face recognition diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih adil dan bebas dari kecurangan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.