Rabu, 22 Jul 2026 03:01 WIB

UKW di Jawa Timur Tekankan Adaptasi dan Etika Digital Jurnalistik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 31 Jul 2025 15:58 WIB
Foto: UKW ANTARA di Surabaya
Foto: UKW ANTARA di Surabaya

selalu.id – Perum LKBN ANTARA kembali menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Jawa Timur, berlangsung pada 30–31 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti 29 peserta dari berbagai media.

 

Baca Juga: PT Smelting Dukung UKW PWI Gresik, Bupati Tekankan Tanggung Jawab Media

Rinciannya, 18 peserta mengikuti jenjang Muda, 9 jenjang Madya, dan 2 jenjang Utama. Penyelenggaraan UKW ini mendapat dukungan dari mitra seperti Astra, Pertamina Hulu Energi, BCA, Pupuk Indonesia, Pertamina Power Indonesia, EMCL, BTN, Sucofindo, Pelindo Marine Service, dan PELNI Logistics.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Sherlita, membuka kegiatan tersebut. Ia menyebut UKW sebagai proses korektif yang penting untuk menjaga kualitas kerja jurnalistik di tengah perubahan zaman.

 

“UKW adalah langkah strategis agar wartawan tetap adaptif terhadap perubahan tanpa meninggalkan etika dan standar kerja jurnalistik,” ujarnya.

 

Sherlita juga menekankan pentingnya pemahaman algoritma digital, mengingat sekitar 80 persen masyarakat Jatim telah terhubung internet berdasarkan data APJII.

 

Baca Juga: Uji Kompetensi Wartawan Angkatan XVI Berlangsung di UMSurabaya dengan Dukungan Lintas Lembaga

“Nantinya teman‑teman wartawan perlu mempelajari algoritma, karena itu penting dalam menyampaikan pesan ke masyarakat secara tepat,” jelasnya.

 

Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi, Maha Eka Swasta, juga memberikan pembekalan. Ia menyoroti tren meningkatnya jumlah pengaduan masyarakat terhadap media.

 

“Pengaduan di Dewan Pers cenderung naik. Kenapa? Bisa karena wartawannya tidak paham Kode Etik Jurnalistik atau warganya yang makin melek literasi karena sekarang memiliki akses yang lebih banyak,” ucapnya.

 

Pada Juni 2025, terdapat 199 pengaduan masuk ke Dewan Pers, angka tertinggi sejauh ini. Maha menegaskan, wartawan harus memahami Kode Etik Jurnalistik agar media tetap dipercaya.

 

“Biar media dipercaya maka wartawannya perlu memahami Kode Etik Jurnalistik, sebagaimana dokter yang juga memiliki kode etik,” tambahnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.