Kamis, 04 Jun 2026 15:43 WIB

Surabaya Siapkan 153 Koperasi Merah Putih, Fokus Serap Tenaga Kerja

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 22 Jul 2025 09:56 WIB
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Febrina Kusumawati
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Febrina Kusumawati

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya menargetkan 153 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dapat aktif beroperasi pada pertengahan September 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi rakyat berbasis Kampung Pancasila.

 

Baca Juga: 1061 KDMP Diresmikan Prabowo, 284 di antaranya Ada di Mojokerto

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Febrina Kusumawati, menyatakan target tersebut mengikuti arahan pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Timur. Pemerintah pusat menargetkan lebih dari 80 ribu koperasi aktif pada Oktober, sedangkan Pemprov mendorong percepatan hingga akhir September.

 

“Target pusat Oktober, provinsi akhir September, kita di Surabaya pertengahan September harus sudah mulai bergerak,” kata Febrina, Selasa (22/7/2025).

 

Menurut Febrina, KKMP didorong menjalin kemitraan strategis dengan BUMN seperti Bulog, Pertamina, dan PLN. Pertamina bahkan disebut berminat menjadikan KKMP sebagai prototipe pangkalan distribusi LPG.

 

Selain BUMN, Dinkopdag juga menjajaki kerja sama dengan lembaga seperti Samsat, terutama terkait pengelolaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen daerah.

 

“Komunikasi ke Pertamina pasti beda dengan Bulog. Ini yang kami jajaki satu per satu,” ujarnya.

 

Pemkot mendorong KKMP berperan sebagai penggerak ekonomi lokal dengan menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar.

 

“Kalau koperasi jalan, pasti butuh kurir, packaging, admin. Itu menyerap tenaga kerja di sekitar,” katanya.

 

Saat ini, struktur KKMP masih terbatas setelah pembentukan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel). Febrina meyakini kebutuhan tenaga kerja akan tumbuh seiring jalannya operasional koperasi.

 

Tantangan utama, menurut Febrina, adalah membangun kesadaran kolektif pengurus dan anggota koperasi.

Baca Juga: Komitmen Lintas Sektor Sidoarjo dalam Perkuat Ekonomi Desa Lewat Gerai KDKMP

 

“Semua harus punya pemahaman yang sama. Ini bukan koperasi biasa, ini payung ekonomi di wilayahnya,” tegasnya.

 

Ia juga menyoroti dukungan permodalan yang kini difasilitasi melalui kerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan BPR, dengan bunga maksimal 3 persen sesuai arahan Wali Kota Eri Cahyadi.

 

Namun, ia mengingatkan agar koperasi tidak bergantung pada modal kredit.

 

“Nggak bisa nunggu utang bank baru bergerak. Harus mulai dulu,” katanya.

 

Baca Juga: DPRD Jatim Sebut Bojonegoro Berpeluang jadi Role Model Koperasi Merah Putih

Ia mencontohkan, koperasi dapat mulai memetakan kebutuhan beras di tiap RW dan menjalin komunikasi dengan Bulog.

 

Setiap mitra seperti Bulog, Pertamina, dan PLN memiliki skema pembayaran berbeda, dan Pemkot menyiapkan mekanisme agar koperasi dapat terhubung ke lembaga keuangan sesuai kebutuhan.

 

Febrina menegaskan, penguatan koperasi selaras dengan visi Wali Kota Eri Cahyadi tentang Kampung Pancasila sebagai ekosistem ekonomi mandiri.

 

“Kalau warga bisa beli beras, minyak, dan kebutuhan lain dari koperasi di kampungnya sendiri, roda ekonomi berputar di situ. Itulah semangat Kampung Pancasila yang didorong lewat Koperasi Merah Putih,” pungkasnya.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.