Selasa, 03 Feb 2026 23:27 WIB

Surabaya Siapkan 153 Koperasi Merah Putih, Fokus Serap Tenaga Kerja

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 22 Jul 2025 09:56 WIB
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Febrina Kusumawati
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Febrina Kusumawati

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya menargetkan 153 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dapat aktif beroperasi pada pertengahan September 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi rakyat berbasis Kampung Pancasila.

 

Baca Juga: Resmikan KDMP di Pacet Mojokerto, Mendes Soroti Ketersediaan Lahan

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Febrina Kusumawati, menyatakan target tersebut mengikuti arahan pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Timur. Pemerintah pusat menargetkan lebih dari 80 ribu koperasi aktif pada Oktober, sedangkan Pemprov mendorong percepatan hingga akhir September.

 

“Target pusat Oktober, provinsi akhir September, kita di Surabaya pertengahan September harus sudah mulai bergerak,” kata Febrina, Selasa (22/7/2025).

 

Menurut Febrina, KKMP didorong menjalin kemitraan strategis dengan BUMN seperti Bulog, Pertamina, dan PLN. Pertamina bahkan disebut berminat menjadikan KKMP sebagai prototipe pangkalan distribusi LPG.

 

Selain BUMN, Dinkopdag juga menjajaki kerja sama dengan lembaga seperti Samsat, terutama terkait pengelolaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen daerah.

 

“Komunikasi ke Pertamina pasti beda dengan Bulog. Ini yang kami jajaki satu per satu,” ujarnya.

 

Pemkot mendorong KKMP berperan sebagai penggerak ekonomi lokal dengan menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar.

 

“Kalau koperasi jalan, pasti butuh kurir, packaging, admin. Itu menyerap tenaga kerja di sekitar,” katanya.

 

Saat ini, struktur KKMP masih terbatas setelah pembentukan melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel). Febrina meyakini kebutuhan tenaga kerja akan tumbuh seiring jalannya operasional koperasi.

 

Tantangan utama, menurut Febrina, adalah membangun kesadaran kolektif pengurus dan anggota koperasi.

Baca Juga: Surabaya Libatkan Mahasiswa Operasikan Koperasi Merah Putih untuk Pasok Hotel

 

“Semua harus punya pemahaman yang sama. Ini bukan koperasi biasa, ini payung ekonomi di wilayahnya,” tegasnya.

 

Ia juga menyoroti dukungan permodalan yang kini difasilitasi melalui kerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan BPR, dengan bunga maksimal 3 persen sesuai arahan Wali Kota Eri Cahyadi.

 

Namun, ia mengingatkan agar koperasi tidak bergantung pada modal kredit.

 

“Nggak bisa nunggu utang bank baru bergerak. Harus mulai dulu,” katanya.

 

Baca Juga: Pinjaman Koperasi Merah Putih Bisa Diajukan Mulai Selasa, Bunga 6 Persen

Ia mencontohkan, koperasi dapat mulai memetakan kebutuhan beras di tiap RW dan menjalin komunikasi dengan Bulog.

 

Setiap mitra seperti Bulog, Pertamina, dan PLN memiliki skema pembayaran berbeda, dan Pemkot menyiapkan mekanisme agar koperasi dapat terhubung ke lembaga keuangan sesuai kebutuhan.

 

Febrina menegaskan, penguatan koperasi selaras dengan visi Wali Kota Eri Cahyadi tentang Kampung Pancasila sebagai ekosistem ekonomi mandiri.

 

“Kalau warga bisa beli beras, minyak, dan kebutuhan lain dari koperasi di kampungnya sendiri, roda ekonomi berputar di situ. Itulah semangat Kampung Pancasila yang didorong lewat Koperasi Merah Putih,” pungkasnya.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.