Rabu, 07 Okt 2026 11:25 WIB

PGN Percepat Pembangunan Infrastruktur Gas, Jawab Tantangan Distribusi

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko
Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko

selalu.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, menegaskan komitmennya memperkuat infrastruktur gas bumi nasional untuk menjamin pasokan energi bersih yang andal, terjangkau, dan merata.

 

Baca Juga: Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, menyatakan kebutuhan infrastruktur menjadi kunci distribusi gas bumi. Ia menyoroti tingginya permintaan gas di wilayah Sumatera dan Jawa bagian barat yang belum diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur memadai.

 

“Permintaan gas bumi di Sumatera dan Jawa bagian barat sangat tinggi, tapi infrastrukturnya belum cukup. Sementara, pasokan gas di Jawa Timur justru berlebih,” kata Arief dalam diskusi Coffee Morning bersama CNBC Indonesia.

 

Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi, menilai potensi pasokan gas nasional masih mencukupi. Namun, distribusinya terkendala oleh ketidaksesuaian lokasi produksi dengan pusat kebutuhan.

 

“Secara keseluruhan, suplai kita tidak defisit karena masih ekspor. Tapi ada lokasi-lokasi tertentu di mana kebutuhan tinggi, sementara sumbernya jauh,” ujar Kurnia.

 

Untuk mengatasi hal ini, PGN memanfaatkan LNG sebagai alternatif pasokan di tengah keterbatasan jaringan pipa. Arief menyebut, pasokan LNG domestik perlu dijaga agar tetap berkelanjutan dan terjangkau bagi pelanggan.

 

Baca Juga: Energi Bersih di Hari Kemerdekaan: Warga Semarang Nikmati Kepraktisan dan Hematnya Jargas PGN

“Tantangan berikutnya adalah bagaimana PGN memperoleh LNG secara berkesinambungan, dengan harga yang kompetitif,” kata Arief.

 

Ketua Indonesian Gas Society (IGS), Aris Mulya Azof, menyatakan, pergeseran dari gas pipa ke LNG membawa tantangan baru, terutama soal harga yang mengacu standar internasional dan kompleksitas infrastruktur. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan kebijakan yang terintegrasi untuk merespons dinamika tersebut.

 

Saat ini, PGN tengah menggarap sejumlah proyek strategis, di antaranya pembangunan Pipa Tegal–Cilacap, Terminal LNG Arun, serta revitalisasi FSRU dan tangki penyimpanan. PGN mencatat, 67 persen alokasi investasi mereka diprioritaskan untuk penguatan infrastruktur gas.

 

Baca Juga: PGN Sabet Penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Awards 2026

Arief menambahkan, ada empat faktor yang mempengaruhi kondisi gas nasional saat ini, yaitu ketersediaan pasokan (availability), infrastruktur (accessibility), daya beli pelanggan (affordability), dan keberlanjutan (sustainability) yang didukung regulasi pemerintah.

 

Dengan strategi Grow-Adapt-Step Out (G-A-S), PGN berkomitmen memperluas infrastruktur dan meningkatkan akses energi bersih. Ia juga menegaskan pentingnya dukungan pemerintah, terutama dalam bentuk stimulus agar harga LNG tetap terjangkau.

 

“Dengan dukungan pemerintah, PGN siap menjangkau seluruh wilayah Indonesia untuk penyaluran energi bersih,” pungkas Arief.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Usai Ledakan di Pakuwon City, Permintaan Maaf Tempong Sri Dewi Lewat Media Sosial

Lewat unggahan resmi, pengelola menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terdampak.

Satu Orang Tewas dalam Kecelakaan Rombongan Madura di Tol Jomo KM 677

Mobil tersebut diketahui dalam perjalanan dari Jakarta menuju Madura.

Top 5 Berita: Pengurus Pondok Cabul hingga Demo Depan Polda Jatim

Kelima berita yang banyak didominasi pemberitaan soal ledakan di Pakuwon City, Surabaya.

Saiful Sahri Jabat Kakanwil Kemenkum Jatim, Berikut Gebrakan yang Disiapkan

Momen ini menjadi penanda dimulainya era kepemimpinan Saiful Sahri di Kanwil Kemenkum Jawa Timur untuk memperkuat pelayanan dan pelaksanaan tugas kementerian.

BNN Akan Berubah Nama, Ini Bocorannya

Presiden Prabowo mengapresiasi keberhasilan lembaga tersebut yang sejauh ini dinilai konsisten memberantas puluhan jaringan hingga "kampung" narkoba.

Stok BBM Jelang Akhir Tahun 2026 Bikin Cemas

Terkait fenomena antrean kendaraan di sejumlah SPBU di daerah beberapa waktu terakhir, Laode menepis anggapan adanya kelangkaan pasokan.