Jumat, 05 Jun 2026 13:44 WIB

PGN Percepat Pembangunan Infrastruktur Gas, Jawab Tantangan Distribusi

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko
Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko

selalu.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, menegaskan komitmennya memperkuat infrastruktur gas bumi nasional untuk menjamin pasokan energi bersih yang andal, terjangkau, dan merata.

 

Baca Juga: Kembangkan Blue Ammonia di Indonesia, PGN Gandeng JSA pada Ajang IPA Convex 2026

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, menyatakan kebutuhan infrastruktur menjadi kunci distribusi gas bumi. Ia menyoroti tingginya permintaan gas di wilayah Sumatera dan Jawa bagian barat yang belum diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur memadai.

 

“Permintaan gas bumi di Sumatera dan Jawa bagian barat sangat tinggi, tapi infrastrukturnya belum cukup. Sementara, pasokan gas di Jawa Timur justru berlebih,” kata Arief dalam diskusi Coffee Morning bersama CNBC Indonesia.

 

Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi, menilai potensi pasokan gas nasional masih mencukupi. Namun, distribusinya terkendala oleh ketidaksesuaian lokasi produksi dengan pusat kebutuhan.

 

“Secara keseluruhan, suplai kita tidak defisit karena masih ekspor. Tapi ada lokasi-lokasi tertentu di mana kebutuhan tinggi, sementara sumbernya jauh,” ujar Kurnia.

 

Untuk mengatasi hal ini, PGN memanfaatkan LNG sebagai alternatif pasokan di tengah keterbatasan jaringan pipa. Arief menyebut, pasokan LNG domestik perlu dijaga agar tetap berkelanjutan dan terjangkau bagi pelanggan.

 

Baca Juga: PGN Pastikan Keamanan Jaringan Gas Bumi dengan Layanan Tanggap Darurat 24 Jam

“Tantangan berikutnya adalah bagaimana PGN memperoleh LNG secara berkesinambungan, dengan harga yang kompetitif,” kata Arief.

 

Ketua Indonesian Gas Society (IGS), Aris Mulya Azof, menyatakan, pergeseran dari gas pipa ke LNG membawa tantangan baru, terutama soal harga yang mengacu standar internasional dan kompleksitas infrastruktur. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan kebijakan yang terintegrasi untuk merespons dinamika tersebut.

 

Saat ini, PGN tengah menggarap sejumlah proyek strategis, di antaranya pembangunan Pipa Tegal–Cilacap, Terminal LNG Arun, serta revitalisasi FSRU dan tangki penyimpanan. PGN mencatat, 67 persen alokasi investasi mereka diprioritaskan untuk penguatan infrastruktur gas.

 

Baca Juga: PGN Jaga Kinerja Solid di Triwulan I 2026, Fokus Layanan Dosmetik dan Disiplin Keuangan

Arief menambahkan, ada empat faktor yang mempengaruhi kondisi gas nasional saat ini, yaitu ketersediaan pasokan (availability), infrastruktur (accessibility), daya beli pelanggan (affordability), dan keberlanjutan (sustainability) yang didukung regulasi pemerintah.

 

Dengan strategi Grow-Adapt-Step Out (G-A-S), PGN berkomitmen memperluas infrastruktur dan meningkatkan akses energi bersih. Ia juga menegaskan pentingnya dukungan pemerintah, terutama dalam bentuk stimulus agar harga LNG tetap terjangkau.

 

“Dengan dukungan pemerintah, PGN siap menjangkau seluruh wilayah Indonesia untuk penyaluran energi bersih,” pungkas Arief.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.