Rabu, 17 Jun 2026 15:13 WIB

PGN Percepat Pembangunan Infrastruktur Gas, Jawab Tantangan Distribusi

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko
Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko

selalu.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, menegaskan komitmennya memperkuat infrastruktur gas bumi nasional untuk menjamin pasokan energi bersih yang andal, terjangkau, dan merata.

 

Baca Juga: Operasikan CISEM II, Cara PGN Group Perkuat Konektivitas Infrastruktur Gas Bumi Nasional

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, menyatakan kebutuhan infrastruktur menjadi kunci distribusi gas bumi. Ia menyoroti tingginya permintaan gas di wilayah Sumatera dan Jawa bagian barat yang belum diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur memadai.

 

“Permintaan gas bumi di Sumatera dan Jawa bagian barat sangat tinggi, tapi infrastrukturnya belum cukup. Sementara, pasokan gas di Jawa Timur justru berlebih,” kata Arief dalam diskusi Coffee Morning bersama CNBC Indonesia.

 

Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi, menilai potensi pasokan gas nasional masih mencukupi. Namun, distribusinya terkendala oleh ketidaksesuaian lokasi produksi dengan pusat kebutuhan.

 

“Secara keseluruhan, suplai kita tidak defisit karena masih ekspor. Tapi ada lokasi-lokasi tertentu di mana kebutuhan tinggi, sementara sumbernya jauh,” ujar Kurnia.

 

Untuk mengatasi hal ini, PGN memanfaatkan LNG sebagai alternatif pasokan di tengah keterbatasan jaringan pipa. Arief menyebut, pasokan LNG domestik perlu dijaga agar tetap berkelanjutan dan terjangkau bagi pelanggan.

 

Baca Juga: Kembangkan Blue Ammonia di Indonesia, PGN Gandeng JSA pada Ajang IPA Convex 2026

“Tantangan berikutnya adalah bagaimana PGN memperoleh LNG secara berkesinambungan, dengan harga yang kompetitif,” kata Arief.

 

Ketua Indonesian Gas Society (IGS), Aris Mulya Azof, menyatakan, pergeseran dari gas pipa ke LNG membawa tantangan baru, terutama soal harga yang mengacu standar internasional dan kompleksitas infrastruktur. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan kebijakan yang terintegrasi untuk merespons dinamika tersebut.

 

Saat ini, PGN tengah menggarap sejumlah proyek strategis, di antaranya pembangunan Pipa Tegal–Cilacap, Terminal LNG Arun, serta revitalisasi FSRU dan tangki penyimpanan. PGN mencatat, 67 persen alokasi investasi mereka diprioritaskan untuk penguatan infrastruktur gas.

 

Baca Juga: PGN Pastikan Keamanan Jaringan Gas Bumi dengan Layanan Tanggap Darurat 24 Jam

Arief menambahkan, ada empat faktor yang mempengaruhi kondisi gas nasional saat ini, yaitu ketersediaan pasokan (availability), infrastruktur (accessibility), daya beli pelanggan (affordability), dan keberlanjutan (sustainability) yang didukung regulasi pemerintah.

 

Dengan strategi Grow-Adapt-Step Out (G-A-S), PGN berkomitmen memperluas infrastruktur dan meningkatkan akses energi bersih. Ia juga menegaskan pentingnya dukungan pemerintah, terutama dalam bentuk stimulus agar harga LNG tetap terjangkau.

 

“Dengan dukungan pemerintah, PGN siap menjangkau seluruh wilayah Indonesia untuk penyaluran energi bersih,” pungkas Arief.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Wali Kota Eri Ancam Copot Kadis hingga Pimpro Proyek Maut di Margorejo Surabaya

Eri memberi waktu hingga besok pada Kepala DSDABM dan pimpinan proyek (pimpro) dan kontraktor untuk evaluasi menyeluruh pada sistem keamanan proyek.

Manajemen AMS Group Pecat Pekerja yang Terlibat Jaringan Narkoba

Manajemen juga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas peristiwa yang menimbulkan kekhawatiran tersebut. 

Harga Emas Antam Hari Ini: Alhamdulillah Naik Tipis, Jangan Cemberut Lagi Yaa..

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia ini sejalan dengan emas global.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Membahas Pekerjaan, Kesehatan hingga Cinta

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Semua dibahas lengkap.

Pemkab Mojokerto Hibahkan Tanah-Bangunan ke Kementerian Haji dan Umroh

Langkah tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam memperkuat pelayanan publik, khususnya di bidang keagamaan.

RLD Soroti Ancaman Penghapusan Konten Digital pada Independensi Kerja Jurnalistik

Menurut Fatchur, fenomena tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi menimbulkan preseden yang dapat mengganggu kemerdekaan pers.