Jumat, 23 Okt 2026 01:50 WIB

Pemkot Surabaya Pastikan Tak Ada Beras Oplosan, Stok Diklaim Aman untuk 8 Bulan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 20 Jul 2025 13:33 WIB

Selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan tidak ada peredaran beras oplosan di Kota Pahlawan. 

Pemkot juga telah melakukan mendadak (sidak) yang digelar bersama Satgas Pangan Polrestabes Surabaya di sejumlah pasar dan distributor beras, Kamis (17/7/2025).

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Surabaya, Agung Supriyo Wibowo, mengatakan sidak dilakukan di Pasar Pucang Anom, Pasar Tambahrejo, serta sebuah perusahaan distribusi beras di kawasan Surabaya Barat.

“Berdasarkan hasil sidak kali ini, kami tidak menemukan beras oplosan di Kota Pahlawan. Selain itu, ketersediaan beras juga sangat aman,” ujar Agung.

Ia menyebut seluruh sampel beras yang diperiksa tergolong premium. Tak hanya untuk memastikan tidak ada pengoplosan, sidak ini juga dilakukan untuk menjawab keresahan warga soal kelangkaan beras medium di pasaran.

“Semua yang kami temukan itu beras premium, tidak ada oplosan. Kami belum menemukan,” tegasnya.

Meski begitu, Pemkot tetap bersiaga jika ke depan ditemukan indikasi pengoplosan. Karena itu, kerja sama dengan Satgas Pangan Polrestabes terus dilakukan, termasuk menindaklanjuti hasil rapat koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

“Kami libatkan Satgas Pangan dari kepolisian agar penelusurannya bisa tuntas,” imbuhnya.

Terkait stok beras, Agung memastikan Surabaya dalam kondisi aman. “Alhamdulillah ketersediaan kami angka delapan. Artinya cukup untuk delapan bulan ke depan,” jelasnya.

Ia menyebut kelangkaan beras medium di pasaran terjadi karena beberapa faktor, termasuk kemungkinan pembatasan distribusi serta sedikitnya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang sudah tersebar. Di lapangan, beras medium memang masih ditemukan, tapi dalam jumlah terbatas.

“Kalau dari informasi, beras medium ini jarang karena memang tidak banyak yang produksi. Sehingga selepan-selepan juga tidak diperkenankan buat medium lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Selain mengecek keberadaan beras medium, petugas juga memeriksa kualitas beras premium. Salah satu indikatornya adalah kadar pecahan yang tak boleh lebih dari 10 persen. Bila melebihi itu, kualitasnya dianggap turun ke kategori medium.

Ke depan, sidak bakal dilanjutkan ke sejumlah pasar besar lainnya, termasuk Pasar Wonokromo, Soponyono, dan Genteng. Agung pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik.

“Kami pastikan ketersediaan beras di Surabaya sangat cukup, dan isu soal beras oplosan tidak kami temukan,” tandasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.