Minggu, 01 Feb 2026 18:55 WIB

DPRD Jatim Kawal Program Sekolah Rakyat, Fokus Anak dari Keluarga Miskin

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto

selalu.id – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menyatakan komitmen penuh dalam mengawasi pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang dimulai pada tahun ajaran 2025/2026. Program ini diinisiasi untuk membuka akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah di Jawa Timur.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto, memastikan pihaknya akan mengawal ketat pelaksanaan program agar berjalan sesuai sasaran.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Mojokerto Perkuat Siswanya Ilmu Akademik dan Agamis

“Kami akan mengawal penuh agar program yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin ini tidak disalahgunakan,” kata Hari Yulianto di Surabaya.

Sebanyak 19 Sekolah Rakyat ditargetkan beroperasi di Jawa Timur. Tahap pertama (1A) telah dimulai pada 14 Juli 2025 dengan 12 sekolah yang menerima 1.183 siswa. Sekolah-sekolah itu tersebar di Batu, Malang, Lamongan, Banyuwangi, Pasuruan, dan Surabaya, dengan total 48 rombongan belajar yang ditangani 12 kepala sekolah, 175 guru, dan 137 tenaga kependidikan.

Tahap kedua (1B) akan diluncurkan pada akhir Juli 2025, menambah tujuh sekolah baru. Jika seluruh tahap berjalan lancar, program ini akan menjangkau 1.225 anak dari keluarga berpenghasilan terendah (desil 1–2) di Jawa Timur.

Baca Juga: Prasarana Sekolah Rakyat di Mojokerto Kian Lengkap, Kini Ada Lapangan Olah Raga Indoor

Hari menegaskan pentingnya selektivitas penerimaan siswa agar benar-benar menyasar anak-anak yang belum mendapat akses pendidikan, termasuk anak-anak jalanan dan yang tidak terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Fokus utama adalah anak-anak dari keluarga paling miskin, terutama yang putus sekolah dan belum terdaftar di Dapodik,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Pemkot Cari Solusi Sengketa Lahan Sekolah Rakyat

Menurut Hari, pengawasan berkala akan dilakukan agar pelaksanaan program selaras dengan visi pembangunan sumber daya manusia nasional. Ia menyebut program Sekolah Rakyat sebagai investasi penting untuk masa depan bangsa.

“Pendidikan yang diberikan harus mampu membentuk karakter dan membekali siswa dengan keterampilan yang relevan. Semua pihak, pusat dan daerah, harus berkomitmen penuh,” ujarnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.