Sabtu, 06 Jun 2026 10:00 WIB

Viral Ibu Dititipkan ke Panti Jompo, Pemkot Surabaya Fasilitasi Mediasi Keluarga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 17 Jul 2025 12:32 WIB
Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal
Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal

selalu.id — Kisah seorang lansia asal Surabaya berinisial SF (65) yang dititipkan ke Griya Lansia Malang oleh keempat anaknya viral di media sosial. Warganet mengecam tindakan itu dan menyebut sang ibu seolah dibuang oleh keluarganya.

 

Baca Juga: Panti Jompo di Surabaya Overload, Pemkot Berencana Tambah Baru

Pemerintah Kota Surabaya tidak tinggal diam. Lewat pendekatan persuasif, Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal melakukan mediasi agar SF bisa kembali dirawat oleh keluarganya.

 

“Ini bukan soal menelantarkan. Anak ketiganya, LH (40), hanya kewalahan karena keterbatasan ekonomi dan tempat tinggal. Beliau justru ingin ibunya mendapat perawatan yang layak,” kata Januar, Rabu (16/7/2025).

 

Diketahui, SF sempat tinggal di Madura selama dua tahun. Ia baru satu bulan terakhir kembali ke Surabaya dan tinggal bersama LH yang bekerja serabutan serta menumpang di rumah sepupunya di kawasan Perlis. Kondisi SF yang membutuhkan perhatian khusus pasca-stroke membuat LH merasa tak sanggup merawat sendiri.

 

“Sebenarnya, SF sudah menerima bantuan PKH, BLT beras dari Bulog, dan layanan permakanan dari program Kampung Madani,” tambah Januar.

 

Januar juga membantah kabar viral yang menyebut keluarga dilarang menjenguk SF di Griya Lansia Malang.

 

“Silakan menjenguk kapan saja. Kalau ada kondisi darurat, pihak Griya Lansia pasti menghubungi keluarga,” tegasnya.

 

Pemkot Surabaya pun menawarkan solusi konkret kepada LH, salah satunya mencarikan rumah kontrakan agar SF bisa kembali dirawat keluarganya.

 

“Saya tawarkan dikontrakkan dulu satu bulan agar bisa pindah dari rumah sepupunya. Kalau anaknya bersedia, kami siapkan transportasi dan akomodasi,” ujar Januar.

 

Meski demikian, keputusan akhir tetap di tangan keluarga. LH menyambut baik tawaran tersebut, namun mengaku masih ragu karena belum bisa merawat ibunya secara mandiri.

 

“Kalau saya kerja, siapa yang jaga ibu? Saya sendirian,” katanya.

 

LH menegaskan, keputusannya menitipkan SF bukan karena ingin menelantarkan.

 

“Saya cuma ingin ibu dirawat lebih baik. Saudara-saudara saya juga tidak bisa bantu,” ungkapnya.

 

LH mengetahui informasi tentang Griya Lansia dari tetangga. Ia memilih menitipkan ibunya di sana karena layanan yang dianggap baik.

 

“Saya sudah telepon Pak Arif dari Griya Lansia. Katanya boleh dibesuk kok, dan kalau ada apa-apa pasti dikabari,” jelasnya.

 

LH juga menyampaikan niatnya untuk tetap menjenguk ibunya jika memiliki cukup rezeki.

 

“Kalau ada uang, saya pasti ke sana jenguk,” ucapnya.

 

Sebagai informasi, sesuai Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 120 Tahun 2021, Griya Wreda hanya diperuntukkan bagi lansia miskin yang benar-benar sebatang kara.

 

“Kami selalu sampaikan ke warga, tidak ada yang namanya bekas orang tua. Yang ada hanya anak yang lupa bahwa dia pernah dirawat,” tutur Januar.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.