Viral Ibu Dititipkan ke Panti Jompo, Pemkot Surabaya Fasilitasi Mediasi Keluarga
- Penulis : Ade Resty
- | Kamis, 17 Jul 2025 12:32 WIB
selalu.id — Kisah seorang lansia asal Surabaya berinisial SF (65) yang dititipkan ke Griya Lansia Malang oleh keempat anaknya viral di media sosial. Warganet mengecam tindakan itu dan menyebut sang ibu seolah dibuang oleh keluarganya.
Baca Juga: Panti Jompo di Surabaya Overload, Pemkot Berencana Tambah Baru
Pemerintah Kota Surabaya tidak tinggal diam. Lewat pendekatan persuasif, Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal melakukan mediasi agar SF bisa kembali dirawat oleh keluarganya.
“Ini bukan soal menelantarkan. Anak ketiganya, LH (40), hanya kewalahan karena keterbatasan ekonomi dan tempat tinggal. Beliau justru ingin ibunya mendapat perawatan yang layak,” kata Januar, Rabu (16/7/2025).
Diketahui, SF sempat tinggal di Madura selama dua tahun. Ia baru satu bulan terakhir kembali ke Surabaya dan tinggal bersama LH yang bekerja serabutan serta menumpang di rumah sepupunya di kawasan Perlis. Kondisi SF yang membutuhkan perhatian khusus pasca-stroke membuat LH merasa tak sanggup merawat sendiri.
“Sebenarnya, SF sudah menerima bantuan PKH, BLT beras dari Bulog, dan layanan permakanan dari program Kampung Madani,” tambah Januar.
Januar juga membantah kabar viral yang menyebut keluarga dilarang menjenguk SF di Griya Lansia Malang.
“Silakan menjenguk kapan saja. Kalau ada kondisi darurat, pihak Griya Lansia pasti menghubungi keluarga,” tegasnya.
Pemkot Surabaya pun menawarkan solusi konkret kepada LH, salah satunya mencarikan rumah kontrakan agar SF bisa kembali dirawat keluarganya.
“Saya tawarkan dikontrakkan dulu satu bulan agar bisa pindah dari rumah sepupunya. Kalau anaknya bersedia, kami siapkan transportasi dan akomodasi,” ujar Januar.
Meski demikian, keputusan akhir tetap di tangan keluarga. LH menyambut baik tawaran tersebut, namun mengaku masih ragu karena belum bisa merawat ibunya secara mandiri.
“Kalau saya kerja, siapa yang jaga ibu? Saya sendirian,” katanya.
LH menegaskan, keputusannya menitipkan SF bukan karena ingin menelantarkan.
“Saya cuma ingin ibu dirawat lebih baik. Saudara-saudara saya juga tidak bisa bantu,” ungkapnya.
LH mengetahui informasi tentang Griya Lansia dari tetangga. Ia memilih menitipkan ibunya di sana karena layanan yang dianggap baik.
“Saya sudah telepon Pak Arif dari Griya Lansia. Katanya boleh dibesuk kok, dan kalau ada apa-apa pasti dikabari,” jelasnya.
LH juga menyampaikan niatnya untuk tetap menjenguk ibunya jika memiliki cukup rezeki.
“Kalau ada uang, saya pasti ke sana jenguk,” ucapnya.
Sebagai informasi, sesuai Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 120 Tahun 2021, Griya Wreda hanya diperuntukkan bagi lansia miskin yang benar-benar sebatang kara.
“Kami selalu sampaikan ke warga, tidak ada yang namanya bekas orang tua. Yang ada hanya anak yang lupa bahwa dia pernah dirawat,” tutur Januar.
Editor : Ading