Selasa, 03 Feb 2026 23:27 WIB

Viral Ibu Dititipkan ke Panti Jompo, Pemkot Surabaya Fasilitasi Mediasi Keluarga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 17 Jul 2025 12:32 WIB
Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal
Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal

selalu.id — Kisah seorang lansia asal Surabaya berinisial SF (65) yang dititipkan ke Griya Lansia Malang oleh keempat anaknya viral di media sosial. Warganet mengecam tindakan itu dan menyebut sang ibu seolah dibuang oleh keluarganya.

 

Baca Juga: Panti Jompo di Surabaya Overload, Pemkot Berencana Tambah Baru

Pemerintah Kota Surabaya tidak tinggal diam. Lewat pendekatan persuasif, Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal melakukan mediasi agar SF bisa kembali dirawat oleh keluarganya.

 

“Ini bukan soal menelantarkan. Anak ketiganya, LH (40), hanya kewalahan karena keterbatasan ekonomi dan tempat tinggal. Beliau justru ingin ibunya mendapat perawatan yang layak,” kata Januar, Rabu (16/7/2025).

 

Diketahui, SF sempat tinggal di Madura selama dua tahun. Ia baru satu bulan terakhir kembali ke Surabaya dan tinggal bersama LH yang bekerja serabutan serta menumpang di rumah sepupunya di kawasan Perlis. Kondisi SF yang membutuhkan perhatian khusus pasca-stroke membuat LH merasa tak sanggup merawat sendiri.

 

“Sebenarnya, SF sudah menerima bantuan PKH, BLT beras dari Bulog, dan layanan permakanan dari program Kampung Madani,” tambah Januar.

 

Januar juga membantah kabar viral yang menyebut keluarga dilarang menjenguk SF di Griya Lansia Malang.

 

“Silakan menjenguk kapan saja. Kalau ada kondisi darurat, pihak Griya Lansia pasti menghubungi keluarga,” tegasnya.

 

Pemkot Surabaya pun menawarkan solusi konkret kepada LH, salah satunya mencarikan rumah kontrakan agar SF bisa kembali dirawat keluarganya.

 

“Saya tawarkan dikontrakkan dulu satu bulan agar bisa pindah dari rumah sepupunya. Kalau anaknya bersedia, kami siapkan transportasi dan akomodasi,” ujar Januar.

 

Meski demikian, keputusan akhir tetap di tangan keluarga. LH menyambut baik tawaran tersebut, namun mengaku masih ragu karena belum bisa merawat ibunya secara mandiri.

 

“Kalau saya kerja, siapa yang jaga ibu? Saya sendirian,” katanya.

 

LH menegaskan, keputusannya menitipkan SF bukan karena ingin menelantarkan.

 

“Saya cuma ingin ibu dirawat lebih baik. Saudara-saudara saya juga tidak bisa bantu,” ungkapnya.

 

LH mengetahui informasi tentang Griya Lansia dari tetangga. Ia memilih menitipkan ibunya di sana karena layanan yang dianggap baik.

 

“Saya sudah telepon Pak Arif dari Griya Lansia. Katanya boleh dibesuk kok, dan kalau ada apa-apa pasti dikabari,” jelasnya.

 

LH juga menyampaikan niatnya untuk tetap menjenguk ibunya jika memiliki cukup rezeki.

 

“Kalau ada uang, saya pasti ke sana jenguk,” ucapnya.

 

Sebagai informasi, sesuai Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 120 Tahun 2021, Griya Wreda hanya diperuntukkan bagi lansia miskin yang benar-benar sebatang kara.

 

“Kami selalu sampaikan ke warga, tidak ada yang namanya bekas orang tua. Yang ada hanya anak yang lupa bahwa dia pernah dirawat,” tutur Januar.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.