Kamis, 22 Okt 2026 09:18 WIB

Panti Jompo di Surabaya Overload, Pemkot Berencana Tambah Baru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 29 Nov 2022 20:26 WIB
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, Anna Fajriatin saat mengunjungi panti jompo
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, Anna Fajriatin saat mengunjungi panti jompo

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan panti jompo tambahan di kawasan Sonokwijenan, Sukomanunggal, Surabaya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, Anna Fajriatin mengatakan, penambahan panti Jompo dilakukan karena kapasitas Griya Werdha Jambangan Surabaya sudah tidak mencukupi.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

"Saat ini memang kita masih pakai tempat sementara di UPTD Kalijudan. Nanti pada tahun 2023 kita pindahkan ke Sonokwijenan," kata Anna, Selasa (28/11/2022).

Menurutnya, perbaikan di Panti Werdha Sonokwijenan membutuhkan effort yang besar. Sebab, dahulu tempat tersebut merupakan gedung sekolah yang belum dilengkapi kamar mandi pada setiap ruangan kelasnya.

"Sehingga nanti di tahun 2023 dianggarkan teman-teman Dinas Cipta Karya untuk perbaikan total di Sonokwijenan. Makanya untuk sementara waktu kita rawat sebagian lansia di UPTD Kalijudan," jelasnya.

Untuk sementara, para lansia yang sekarang ini dirawat dan tinggal sementara di UPTD Kalijudan adalah mereka yang mandiri. Artinya, para lansia itu bisa makan, mandi, ibadah maupun melakukan aktivitas secara mandiri.

"Yang mandiri kami taruh di Kalijudan dan yang di bawah mandiri maka dia tetap di Jambangan," ungkapnya.

Saat ini, Griya Werdha Jambangan dihuni sebanyak 185 lansia. Padahal untuk normalnya di tempat tersebut, kapasitasnya diisi 160 tempat tidur.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Sehingga, Pemkot Surabaya kemudian menambah lokasi Panti Werdha di Sonokwijenan.

"Makanya kami harus mengembangkan itu. Karena mohon maaf, kalau ada yang harus kami rawat, ya kami rawat, karena kasihan para orang tua itu," tuturnya.

Lebih lanjut Anna mengimbau kepada masyarakat untuk terutama sebagai anak untuk membuka hati dan nurani agar tidak serta merta menyerahkan orang tua mereka yang sudah lansia ke Panti Griya Werdha.

Jika faktor ekonomi menjadi alasan, Pemkot Surabaya memastikan siap untuk memberikan intervensi kepada anak atau keluarganya.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

"Saya mengharapkan juga kepedulian anak-anak. Karena sekarang ini semakin banyak kami menerima surat (permohonan) yang sudah disertai surat pernyataan dari anak bersedia orang tuanya dirawat," terang Anna.

Panti sosial Griya Werdha yang seharusnya dikhususkan bagi lansia miskin terlantar dan tidak memiliki keluarga. Namun, tetap saja masih ada pengajuan untuk tinggal di Griya Werdha meski lansia itu masih memiliki anak dan keluarga.

"Maka saya tidak serta merta mengambil orang tua itu. Tapi saya mendekati dahulu anak atau keluarganya. Kan kasihan, karena sebaik-baik perawatan itu ada di keluarganya," tandasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.

Hasil Liga Champions: Como Bantai Manchester United 4-1, Setan Merah Tak Berkutik

Nico Paz jadi bintang lapangan. Gelandang muda Argentina itu mencetak 2 gol dan 1 assist.

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.