Selasa, 03 Feb 2026 05:41 WIB

Operasi Patuh Semeru 2025 Dimulai, Ini Delapan Target Pelanggaran Lalu Lintas

Operasi Semeru
Operasi Semeru

selalu.id – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur menggelar Operasi Patuh Semeru 2025 serentak di seluruh wilayah Jawa Timur mulai Senin (14/7/2025). Operasi ini berlangsung selama 14 hari hingga 27 Juli 2025.

 

Baca Juga: Sopir Terminal Purabaya Jalani Tes Kesehatan dalam Ops Zebra Semeru

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, mengatakan operasi ini bertujuan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

 

“Personel yang terlibat sebanyak 440 orang. Mereka akan bertugas sesuai tugas pokok dan fungsi di Sub Satgas masing-masing,” kata Iwan seusai apel gelar pasukan di Mapolda Jatim.

 

Operasi Patuh 2025 mengedepankan tiga pendekatan: preemtif (25 persen), preventif (25 persen), dan penindakan represif (50 persen).

 

“Penindakan akan didukung dengan Scientific Crime Investigation menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik sistem mobile maupun statis,” jelasnya.

 

Sasaran operasi meliputi berbagai pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Delapan pelanggaran prioritas yang ditindak antara lain:

 

1. Pengendara di bawah umur

 

 

2. Berboncengan lebih dari satu orang

 

 

3. Menggunakan ponsel saat mengemudi

 

Baca Juga: Operasi Pekat Semeru 2025, Polda Jatim Amankan 1.645 Pelaku Premanisme  

 

4. Tidak menggunakan sabuk pengaman

 

 

5. Mengemudi di bawah pengaruh alkohol

 

 

6. Tidak memakai helm

 

 

Baca Juga: Operasi Ketupat Semeru 2025 Digelar, 164.298 Personel Gabungan Dikerahkan

7. Melebihi batas kecepatan

 

 

8. Melawan arus lalu lintas

 

 

 

Iwan menambahkan, penggunaan ETLE dinilai lebih efektif karena beroperasi 24 jam dan dapat menggantikan peran petugas di lapangan.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.