Rabu, 22 Jul 2026 16:49 WIB

Surabaya Krisis Hunian, Ketua Komisi A Dorong Rusun Terpadu di Atas Pasar Tradisional

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 11 Jul 2025 10:11 WIB
DPRD Surabaya
DPRD Surabaya

selalu.id – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menyoroti krisis hunian terjangkau yang semakin mendesak. Hingga Maret 2025, jumlah pendaftar rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Surabaya mencapai 14.000 orang, sementara unit yang tersedia hanya 5.233 dari 23 rusun.

 

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

“Kondisi ini tidak bisa ditangani dengan pendekatan biasa. Kebutuhan hunian vertikal sudah sangat mendesak,” kata Yona usai rapat Pansus Hunian Layak di Gedung DPRD Surabaya, Kamis (10/7/2025).

 

Sebagai solusi, Yona mengusulkan konsep rusun terintegrasi di atas pasar tradisional, mengadopsi model Pasar Rumput di Jakarta. Rusun tersebut memiliki tiga lantai pasar di bawah, dengan hunian 1.984 unit di lantai empat hingga dua puluh lima.

 

“Model seperti itu bisa diterapkan di Surabaya. Pasar hidup, ekonomi jalan, dan hunian terpenuhi,” ujarnya.

 

Ia menyebut sejumlah pasar seperti Keputran, Tambakrejo, dan Wonokromo sebagai lokasi potensial. Tambakrejo bahkan telah dikembangkan dengan Kaza Mall dan Hotel Palm Park di atasnya.

 

“Pasar Tambakrejo sudah jadi contoh, bisa dikembangkan lebih lanjut,” imbuhnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

 

Yona menilai konsep ini menjawab keterbatasan lahan di tengah kota dan mendukung pemanfaatan ruang vertikal yang efisien.

 

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan swasta. Pansus Hunian Layak telah mengundang sejumlah pihak seperti REI, Apersi, dan YKP untuk berdiskusi bersama.

 

“Pembangunan kota tidak bisa hanya ditangani Pemkot. Butuh sinergi semua pihak,” jelasnya.

Baca Juga: Menanti Pembenahan Akses dan Lahan Parkir di Wisata Hutan Kota Pakal Surabaya

 

Ia meminta Pemkot memberi ruang bagi pengembang lokal untuk ikut terlibat dalam proyek hunian rakyat. Selain itu, ia menyoroti perlunya publikasi agar program-program Pemkot lebih dikenal publik.

 

“Kadang programnya sudah bagus, tapi gaungnya kurang. Media harus dilibatkan untuk menyampaikan informasi ke masyarakat,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.