Kamis, 04 Jun 2026 05:42 WIB

Surabaya Bangun Tiga SMPN Baru, Pemerhati Pendidikan Sebut Mutu Lebih Mendesak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 06 Jul 2025 17:33 WIB

Selalu.id- Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membangun tiga Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) baru pada 2025 menuai sorotan. 

Meski dianggap sebagai langkah perluasan akses pendidikan gratis, sejumlah pihak menilai pembangunan fisik belum menjadi prioritas utama saat ini.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Tiga sekolah baru tersebut akan dibangun di kawasan padat penduduk, yakni Medokan Ayu, Warugunung, dan Tambak Wedi. Ketiganya disebut-sebut sebagai wilayah dengan tingkat kebutuhan tinggi terhadap sekolah negeri.

Namun, pemerhati pendidikan Isa Anshori menilai, solusi mendirikan gedung baru belum tentu menjawab tantangan utama pendidikan di Surabaya. Menurutnya, penambahan sekolah negeri sebaiknya tidak tergesa-gesa dilakukan.

“Kalau menurut saya, penambahan sekolah negeri masih belum perlu,” kata Isa saat dihubungi.

Isa menyebut, kebutuhan ruang belajar saat ini sebenarnya masih bisa diakomodasi melalui kerja sama dengan sekolah swasta. Ia mendorong Pemkot memperkuat kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta untuk mengoptimalkan daya tampung siswa.

“Kebutuhan masih bisa diatasi dengan kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta,” ujarnya.

Pembangunan tiga sekolah baru ini merupakan respons atas banyaknya keluhan masyarakat, terutama saat masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), di mana daya tampung sekolah negeri kerap tak sebanding dengan jumlah pendaftar.

Namun menurut Isa, membangun gedung tanpa peningkatan kualitas guru, kurikulum, dan fasilitas belajar tak akan menyentuh akar persoalan pendidikan di Kota Pahlawan.

Baca Juga: Tingkatkan Pendidikan dan Peluang Kerja, Pemkab Sidoarjo Gandeng Perpukadesi

“Yang paling mendesak sejatinya adalah peningkatan kualitas sekolah dan akses pendidikan bermutu yang merata,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemkot sebaiknya tidak hanya fokus pada kuantitas, tapi juga kualitas. Pendidikan bermutu harus dapat dirasakan oleh semua anak, baik yang bersekolah di negeri maupun swasta.

Diketahui, rencana pembangunan sekolah baru di Surabaya kembali menjadi sorotan masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025 tercantum target pembangunan lima Sekolah Menengah Pertama (SMP), namun Pemerintah Kota Surabaya hanya bisa merealisasikan tiga sekolah karena kendala lahan.

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, menyebut pembangunan SMP baru sangat penting demi pemerataan akses pendidikan. Namun dua rencana pembangunan terpaksa ditunda karena persoalan legalitas dan kesiapan lahan.

“Di RPJMD 2025 jelas disebutkan bahwa setiap tahun kita harus bangun lima SMP negeri. Tapi tahun ini hanya bisa tiga, karena dua lokasi lainnya terkendala lahan,” ujar Akma, Kamis (3/7/2025).

Baca Juga: Satlantas Polresta Sidoarjo Bentuk Karakter Pelajar Lewat Pembinaan Polisi Cilik

Menurut politisi Golkar ini, Pemkot perlu mencari alternatif solusi agar target pembangunan tetap tercapai. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah menjalin kerja sama dengan sekolah swasta yang masih kekurangan murid.

“Misalnya sekolah swasta kelas menengah ke bawah direkrut jadi SMP negeri dengan pendanaan dari Pemkot, atau dilakukan merger. Ini masih dalam tahap pengkajian,” jelasnya.

Akma juga menegaskan pentingnya percepatan pembangunan agar ketiga sekolah tersebut bisa mulai menerima siswa baru pada tahun ajaran 2026.

“Kita dorong agar pembangunan selesai di 2025. Harapannya, saat tahun ajaran baru 2026 dimulai, sekolah ini sudah bisa beroperasi,” ucapnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Tersangka merupakan spesialis pembobol rumah kosong. Tersangka juga tercatat sebagai residivis dalam kasus serupa.