Minggu, 01 Feb 2026 23:58 WIB

Ini Dugaan Penyebab KM Tunu Pratama Jaya Tenggelam

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam
KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam

selalu.id – Tenggelamnya Kapal Motor (KM) Tunu Pratama Jaya pada Rabu (2/7/2025) malam diduga kuat akibat kelalaian manusia. Dugaan ini disampaikan oleh pakar Teknik Konstruksi Perkapalan dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ali Yusa, menyusul beredarnya video amatir yang menunjukkan sejumlah kejanggalan.

“Hampir 90 persen kecelakaan transportasi, baik darat, laut, maupun udara, disebabkan oleh kelalaian manusia,” kata Ali saat dikonfirmasi selalu.id, Kamis (3/7/2025).

Baca Juga: Kapal Tongkang Kandas di Periaran Gili Iyang Sumenep, Minyak Tumpah Cemari Laut

Ali menyoroti beberapa faktor utama yang kemungkinan menjadi penyebab kecelakaan kapal rute Ketapang-Gilimanuk tersebut. Pertama, penempatan muatan yang tidak aman. Dalam video yang beredar, terlihat muatan kapal seperti truk dan barang lain bergeser secara signifikan.

“Truk seberat 5 hingga 10 ton yang bergeser saat kapal dihantam ombak jelas mempengaruhi stabilitas kapal. Ini sangat berbahaya,” ujarnya.

Kedua, Ali menyinggung dugaan kelalaian operator kapal. Ia menyebut, mesin kapal yang mati kemungkinan besar akibat air laut masuk ke ruang mesin akibat posisi kapal yang miring karena pergeseran muatan.

“Kegagalan mengamankan muatan dan prosedur operasional yang tidak dijalankan sesuai standar bisa menyebabkan mesin mati,” lanjutnya.

Ketiga, Ali menyoroti minimnya pengarahan keselamatan kepada penumpang. Ia menduga absennya safety induction atau pengarahan penggunaan alat keselamatan menjadi salah satu faktor tingginya jumlah korban jiwa.

Baca Juga: Sembilan Hari Tenggelam, Ekskavator Proyek Waduk SIER Belum Diangkat

“Kondisi malam hari menambah kesulitan. Saat terjadi panik massal, penumpang tidak tahu harus ke mana untuk mendapatkan pelampung atau sekoci,” katanya.

Ali menambahkan, meski jumlah pelampung dan sekoci kemungkinan mencukupi, namun ketidaktahuan penumpang akibat minimnya sosialisasi memperburuk situasi saat evakuasi.

Ia juga mempertanyakan kebijakan pemberian izin berlayar di tengah cuaca buruk. “Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, seharusnya izin berlayar ditunda,” tegasnya.

Baca Juga: Dua Bocah Tercebur Waduk di Mojokerto, 1 Selamat 1 Meninggal Dunia

Tak hanya itu, ia menyoroti kemungkinan kapal belum menjalani proses docking atau pelimbungan. Padahal kapal tersebut dibangun pada 2010 dan secara aturan wajib docking setiap empat tahun serta pada usia ke-15 tahun.

"Bisa jadi operator kapal menunda docking demi efisiensi, tapi nahas, musibah justru terjadi," tandasnya.

Sebagai informasi, KM Tunu Pratama Jaya (IMO 8749432, MMSI 525022386) merupakan kapal penumpang/kargo jenis Ro-Ro yang dibangun pada 2010 dan berbendera Indonesia. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti tenggelamnya kapal tersebut.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.