Sabtu, 05 Sep 2026 17:48 WIB

Ini Dugaan Penyebab KM Tunu Pratama Jaya Tenggelam

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam
KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam

selalu.id – Tenggelamnya Kapal Motor (KM) Tunu Pratama Jaya pada Rabu (2/7/2025) malam diduga kuat akibat kelalaian manusia. Dugaan ini disampaikan oleh pakar Teknik Konstruksi Perkapalan dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ali Yusa, menyusul beredarnya video amatir yang menunjukkan sejumlah kejanggalan.

“Hampir 90 persen kecelakaan transportasi, baik darat, laut, maupun udara, disebabkan oleh kelalaian manusia,” kata Ali saat dikonfirmasi selalu.id, Kamis (3/7/2025).

Baca Juga: Bocah SD Tewas Tenggelam di Sungai Sudimoro Mojokerto

Ali menyoroti beberapa faktor utama yang kemungkinan menjadi penyebab kecelakaan kapal rute Ketapang-Gilimanuk tersebut. Pertama, penempatan muatan yang tidak aman. Dalam video yang beredar, terlihat muatan kapal seperti truk dan barang lain bergeser secara signifikan.

“Truk seberat 5 hingga 10 ton yang bergeser saat kapal dihantam ombak jelas mempengaruhi stabilitas kapal. Ini sangat berbahaya,” ujarnya.

Kedua, Ali menyinggung dugaan kelalaian operator kapal. Ia menyebut, mesin kapal yang mati kemungkinan besar akibat air laut masuk ke ruang mesin akibat posisi kapal yang miring karena pergeseran muatan.

“Kegagalan mengamankan muatan dan prosedur operasional yang tidak dijalankan sesuai standar bisa menyebabkan mesin mati,” lanjutnya.

Ketiga, Ali menyoroti minimnya pengarahan keselamatan kepada penumpang. Ia menduga absennya safety induction atau pengarahan penggunaan alat keselamatan menjadi salah satu faktor tingginya jumlah korban jiwa.

Baca Juga: Kapal Tongkang Kandas di Periaran Gili Iyang Sumenep, Minyak Tumpah Cemari Laut

“Kondisi malam hari menambah kesulitan. Saat terjadi panik massal, penumpang tidak tahu harus ke mana untuk mendapatkan pelampung atau sekoci,” katanya.

Ali menambahkan, meski jumlah pelampung dan sekoci kemungkinan mencukupi, namun ketidaktahuan penumpang akibat minimnya sosialisasi memperburuk situasi saat evakuasi.

Ia juga mempertanyakan kebijakan pemberian izin berlayar di tengah cuaca buruk. “Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, seharusnya izin berlayar ditunda,” tegasnya.

Baca Juga: Sembilan Hari Tenggelam, Ekskavator Proyek Waduk SIER Belum Diangkat

Tak hanya itu, ia menyoroti kemungkinan kapal belum menjalani proses docking atau pelimbungan. Padahal kapal tersebut dibangun pada 2010 dan secara aturan wajib docking setiap empat tahun serta pada usia ke-15 tahun.

"Bisa jadi operator kapal menunda docking demi efisiensi, tapi nahas, musibah justru terjadi," tandasnya.

Sebagai informasi, KM Tunu Pratama Jaya (IMO 8749432, MMSI 525022386) merupakan kapal penumpang/kargo jenis Ro-Ro yang dibangun pada 2010 dan berbendera Indonesia. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti tenggelamnya kapal tersebut.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.