Jumat, 05 Jun 2026 06:54 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Raih Dua Penghargaan di Ajang TJSL & CSR Award 2025

Pelindo Terminal Peti Kemas
Pelindo Terminal Peti Kemas

selalu.id – PT Pelindo Terminal Petikemas meraih dua penghargaan dalam ajang TJSL & CSR Award 2025 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (25/6/2025). Penghargaan tersebut meliputi Silver Winner kategori Pilar Lingkungan dan Strong Commitment Senior Officer on Environment Program of TJSL & CSR yang diberikan kepada Raden Mas Kumara Anindhita Widyaswendra, SVP Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas.

 

Baca Juga: Arus Peti Kemas Internasional Tumbuh 11 Persen, Sinyal Kuat Pemulihan Ekonomi Nasional

Ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh BUMN Track ini diikuti 85 BUMN dan anak perusahaan dengan proses penilaian oleh 27 dewan juri independen dari unsur akademisi, profesional, pakar CSR, dan media. Tahun ini, tema yang diangkat adalah Transformasi TJSL BUMN untuk Ketahanan Sosial, Lingkungan, dan Ekonomi Berkelanjutan.

 

Ketua Komite Penilai TJSL & CSR Award 2025, Thendri Supriatno, menyatakan bahwa TJSL bukan lagi program pelengkap, melainkan bagian strategis dari peran BUMN dalam menciptakan dampak jangka panjang.

 

“Dari penguatan ekonomi masyarakat kecil, pelestarian lingkungan hidup, hingga kontribusi terhadap sistem hukum dan tata kelola sosial yang adil, TJSL kini merupakan bagian integral dari strategi korporasi BUMN,” ujarnya.

 

Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan penghargaan ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

 

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan memastikan kontribusi sosial perusahaan berdampak nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Baca Juga: Dukung Fiskal Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Catatkan Kontribusi Nasional hingga Rp1,73 T

Transformasi Pesantren Lewat Teknologi Ramah Lingkungan

 

Sejak 2023, Pelindo Terminal Petikemas menjalankan program “Air Bersih untuk Santri” sebagai bentuk komitmen terhadap lingkungan dan pendidikan. Program ini menghadirkan sistem filtrasi air bersih dan incinerator ramah lingkungan di berbagai pesantren, seperti Pondok Pesantren Bustanul Ulum dan Hidayatun Najah.

 

Incinerator tersebut mampu mengelola hingga 40 kg sampah basah dalam 60 menit dan sampah kering dalam 30 menit tanpa menghasilkan polusi udara. Abu pembakaran bahkan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik, sehingga menciptakan siklus pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

 

Baca Juga: Jaga Kesehatan Hewan Kurban Jelang Iduladha, Begini Kolaborasi SPTP dan Pemkot Surabaya

Tak hanya infrastruktur, Pelindo Terminal Petikemas juga menanamkan kesadaran lingkungan di kalangan santri lewat edukasi dan praktik pengelolaan sumber daya.

 

“Kami tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga menanamkan kesadaran dan praktik keberlanjutan sejak dini. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan,” kata Widyaswendra.

 

Tahun ini, program tersebut berkembang menjadi inisiatif One Month One Pesantren, hasil kolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Inovasi terbaru berupa Water Treatment and Incinerator Mobile diluncurkan untuk menjangkau lebih banyak pesantren hingga ke pelosok daerah.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.