Senin, 02 Feb 2026 09:34 WIB

Ketua Fraksi Gerindra Surabaya Dukung Putusan MK Soal Sekolah Gratis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 02 Jul 2025 20:10 WIB
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati

selalu.id – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, menyatakan dukungannya terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menegaskan bahwa pendidikan dasar wajib diselenggarakan secara gratis.

 

Baca Juga: Sengketa Lahan Kakek Wawan vs Pelindo Ramai, DPRD Surabaya Minta Publik Tak Seret MBG

Menurut Ajeng, keputusan tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Surabaya serta visi Presiden terpilih Prabowo Subianto.

 

“Keputusan MK ini menegaskan kembali bahwa sekolah harus gratis. Di Surabaya, kami sudah lama menggratiskan SD dan SMP negeri secara masif. Jadi, tidak ada lagi alasan biaya sebagai penghambat anak-anak mengenyam pendidikan dasar,” ujar Ajeng, Rabu (2/7/2025).

 

Ajeng yang juga anggota Komisi D menambahkan, pemerintah daerah turut berperan dalam memperkuat pendanaan sekolah swasta, salah satunya melalui skema Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) untuk sekolah yang menetapkan SPP di bawah Rp500.000.

 

“Anggaran pendidikan bukan hanya dari pusat lewat BOS, tapi juga dari daerah melalui BOPDA. Ini bentuk keberpihakan kita terhadap pendidikan yang inklusif,” tegasnya.

 

Ia juga menyebut, arah kebijakan pendidikan nasional ke depan akan selaras dengan visi program Sekolah Rakyat yang diusung Presiden terpilih Prabowo Subianto. Program tersebut mencakup pendidikan gratis sekaligus pembiayaan makan, minum, dan tempat tinggal bagi siswa asrama.

 

Baca Juga: Ini Dugaan Penyebab Ratusan Orang di Mojokerto Keracunan MBG

“Pak Prabowo punya visi gerak cepat dengan Sekolah Rakyat. Di sana bukan cuma sekolah yang gratis, tapi juga ada pembiayaan makan, minum, hingga tempat tinggal bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” jelasnya.

 

Menurutnya, Surabaya siap mendukung program tersebut sebagai bagian dari perluasan akses pendidikan untuk seluruh lapisan masyarakat.

 

Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan juga perlu dibarengi perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik dan ketersediaan fasilitas pendukung.

 

Baca Juga: Cerita Ibu dua Anak yang Keracunan MBG di Mojokerto

“Petunjuk teknis tentang hak-hak guru belum jelas dari pusat. Padahal, kalau bicara kualitas pendidikan, itu tak bisa dilepaskan dari peran guru. Begitu juga dengan fasilitas pendukung seperti smart board, semuanya butuh kejelasan skema teknis,” ujarnya.

 

Ajeng juga mendorong agar program pendidikan nonformal seperti Kejar Paket digratiskan agar tidak ada anak yang tertinggal dalam layanan pendidikan dasar.

 

“Prinsipnya, tidak boleh ada anak Surabaya yang tertinggal dalam pendidikan. SD dan SMP harus gratis, dan bagi yang membutuhkan Kejar Paket, kita siapkan juga programnya,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.