Kasus Covid-19 Surabaya Meningkat, Wali Kota Eri Minta Lurah dan Camat Proaktif
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 01 Feb 2022 10:22 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya melakukan berbagai cara untuk memberhentikan penyebaran Covid-19. Berdasarkan asesmen, saat ini hampir 20 persen warga Surabaya yang terkonfirmasi positif.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengaku tak ingin kasus Covid-19 di Surabaya kembali berada ke level 2, hal ini akan menghambat roda perekonomian yang berangsur membaik.
Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
"Jangan sampai lonjakan yang terjadi seperti di bulan Agustus 2021, membuat semua ekonomi kegiatan berhenti," tegas Eri, Selasa (1/2/2022).
Eri mengajak kepada seluruh pihak untuk meningkatkan kembali protokol kesehatan (prokes). Ia juga mengingatkan camat, lurah dan kepala puskesmas untuk kembali melakukan swab hunter.
"Karena itu saya nyuwun tolong (minta tolong) kepada camat, lurah dan kepala puskesmas agar menguatkan kembali prokes. Kita lakukan lagi swab hunter,"ujarnya.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Lebih lanjut Eri menyampaikan agar monitoring melalui Satgas Kampung Tangguh di setiap RW juga kembali dikuatkan.
"Kalau masih ada yang isolasi mandiri, tolong dievakuasi agar mau isolasi terpusat. Dengan isolasi terpusat, maka kasus itu tidak mudah menyebar dan lebih mudah dalam menanganinya," paparnya.
Tak hanya itu, ia juga kembali mengingatkan kepada jajaran kecamatan dan kelurahan agar melakukan blocking area apabila ditemukan dua kasus positif dalam satu lingkungan RT.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
Sedangkan, bagi warga yang tinggal di lingkungan tersebut, dilakukan swab secara massal.
"Kita juga kuatkan lagi yang namanya PeduliLindungi. Jadi, jangan hanya discan saja, tapi juga lihat, pastikan apa status warnanya (PeduliLindungi). Selain itu, kita masifkan kembali sosialisasi prokes terus menerus dan swab hunter," jelasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi