Selasa, 21 Jul 2026 22:07 WIB

Istri Joko Widodo Meninggal Dunia, Penanganan Puskesmas Dupak Dianggap Lambat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 29 Jun 2025 17:58 WIB

Selalu.id– Warga mengkritik Pelayanan Puskesmas Dupak usai salah satu istri pasien meninggal dunia yang diduga akibat lambatnya penanganan medis dari puskesmas tersebut.

Suami pasien, Joko Widodo, warga Jalan Dupak Bangunrejo I, menceritakan bagaimana pelayanan buruk puskesmas itu.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Insiden memilukan itu terjadi pada Senin (16/6/2025) lalu, sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, sang istri mengalami muntaber dengan muntahan berwarna hitam kecoklatan dan tekanan darah tinggi sejak Minggu malam. Meskipun sempat membaik pada dini hari, kondisinya kembali memburuk keesokan paginya.

Dalam kondisi panik, Joko bergegas ke Puskesmas Dupak yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya. Namun bukannya mendapat pertolongan langsung, ia justru diarahkan petugas untuk menghubungi Command Center 112.

“Kata petugas ini darurat, tapi malah disuruh telepon 112. Padahal jarak puskesmas ke rumah saya cuma satu menit jalan kaki. Lebih cepat kalau petugas langsung datang,” kata Joko, Minggu (22/6/2025).

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Ironisnya, Joko sudah dua kali mencoba menghubungi 112 sebelumnya, namun tidak ada respons. Akhirnya ia meminta bantuan Ketua RT setempat untuk menghubungi layanan tersebut. Petugas baru datang sekitar satu jam kemudian, dan menyatakan istrinya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Kalau saja sejak awal petugas Puskesmas datang mengecek kondisi istri saya, mungkin nyawanya bisa diselamatkan. Tapi semua sudah terlambat,” ungkapnya.

Joko menyayangkan minimnya kepekaan dan respons cepat dari petugas, terlebih lokasi rumahnya yang sangat dekat dengan Puskesmas. Ia juga mengaku telah mendengar banyak keluhan serupa dari warga lain yang mengalami kendala saat membutuhkan bantuan darurat.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Meski pihak Puskesmas dan kelurahan telah datang menyampaikan belasungkawa serta permintaan maaf, Joko menilai itu hanya sebatas formalitas. Ia menilai belum ada langkah konkret untuk memperbaiki sistem pelayanan yang ada.

“Kepala puskesmas bilang ini akan jadi masukan. Tapi buat saya, itu jawaban normatif. Tidak ada perubahan nyata, tidak ada sanksi bagi petugas yang lalai,” ujarnya tegas.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.