Senin, 02 Feb 2026 18:31 WIB

Istri Joko Widodo Meninggal Dunia, Penanganan Puskesmas Dupak Dianggap Lambat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 29 Jun 2025 17:58 WIB

Selalu.id– Warga mengkritik Pelayanan Puskesmas Dupak usai salah satu istri pasien meninggal dunia yang diduga akibat lambatnya penanganan medis dari puskesmas tersebut.

Suami pasien, Joko Widodo, warga Jalan Dupak Bangunrejo I, menceritakan bagaimana pelayanan buruk puskesmas itu.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Insiden memilukan itu terjadi pada Senin (16/6/2025) lalu, sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, sang istri mengalami muntaber dengan muntahan berwarna hitam kecoklatan dan tekanan darah tinggi sejak Minggu malam. Meskipun sempat membaik pada dini hari, kondisinya kembali memburuk keesokan paginya.

Dalam kondisi panik, Joko bergegas ke Puskesmas Dupak yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya. Namun bukannya mendapat pertolongan langsung, ia justru diarahkan petugas untuk menghubungi Command Center 112.

“Kata petugas ini darurat, tapi malah disuruh telepon 112. Padahal jarak puskesmas ke rumah saya cuma satu menit jalan kaki. Lebih cepat kalau petugas langsung datang,” kata Joko, Minggu (22/6/2025).

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Ironisnya, Joko sudah dua kali mencoba menghubungi 112 sebelumnya, namun tidak ada respons. Akhirnya ia meminta bantuan Ketua RT setempat untuk menghubungi layanan tersebut. Petugas baru datang sekitar satu jam kemudian, dan menyatakan istrinya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Kalau saja sejak awal petugas Puskesmas datang mengecek kondisi istri saya, mungkin nyawanya bisa diselamatkan. Tapi semua sudah terlambat,” ungkapnya.

Joko menyayangkan minimnya kepekaan dan respons cepat dari petugas, terlebih lokasi rumahnya yang sangat dekat dengan Puskesmas. Ia juga mengaku telah mendengar banyak keluhan serupa dari warga lain yang mengalami kendala saat membutuhkan bantuan darurat.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Meski pihak Puskesmas dan kelurahan telah datang menyampaikan belasungkawa serta permintaan maaf, Joko menilai itu hanya sebatas formalitas. Ia menilai belum ada langkah konkret untuk memperbaiki sistem pelayanan yang ada.

“Kepala puskesmas bilang ini akan jadi masukan. Tapi buat saya, itu jawaban normatif. Tidak ada perubahan nyata, tidak ada sanksi bagi petugas yang lalai,” ujarnya tegas.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.

Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Rakyat Butuh Pemimpin yang Jujur!

Prabowo mengatakan, harapan rakyat yang menginginkan pemimpin baik, adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan rakyat bukan harapan segelintir orang.