Senin, 02 Feb 2026 05:26 WIB

Istri Joko Widodo Meninggal Dunia, Penanganan Puskesmas Dupak Dianggap Lambat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 29 Jun 2025 17:58 WIB

Selalu.id– Warga mengkritik Pelayanan Puskesmas Dupak usai salah satu istri pasien meninggal dunia yang diduga akibat lambatnya penanganan medis dari puskesmas tersebut.

Suami pasien, Joko Widodo, warga Jalan Dupak Bangunrejo I, menceritakan bagaimana pelayanan buruk puskesmas itu.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Insiden memilukan itu terjadi pada Senin (16/6/2025) lalu, sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, sang istri mengalami muntaber dengan muntahan berwarna hitam kecoklatan dan tekanan darah tinggi sejak Minggu malam. Meskipun sempat membaik pada dini hari, kondisinya kembali memburuk keesokan paginya.

Dalam kondisi panik, Joko bergegas ke Puskesmas Dupak yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya. Namun bukannya mendapat pertolongan langsung, ia justru diarahkan petugas untuk menghubungi Command Center 112.

“Kata petugas ini darurat, tapi malah disuruh telepon 112. Padahal jarak puskesmas ke rumah saya cuma satu menit jalan kaki. Lebih cepat kalau petugas langsung datang,” kata Joko, Minggu (22/6/2025).

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Ironisnya, Joko sudah dua kali mencoba menghubungi 112 sebelumnya, namun tidak ada respons. Akhirnya ia meminta bantuan Ketua RT setempat untuk menghubungi layanan tersebut. Petugas baru datang sekitar satu jam kemudian, dan menyatakan istrinya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Kalau saja sejak awal petugas Puskesmas datang mengecek kondisi istri saya, mungkin nyawanya bisa diselamatkan. Tapi semua sudah terlambat,” ungkapnya.

Joko menyayangkan minimnya kepekaan dan respons cepat dari petugas, terlebih lokasi rumahnya yang sangat dekat dengan Puskesmas. Ia juga mengaku telah mendengar banyak keluhan serupa dari warga lain yang mengalami kendala saat membutuhkan bantuan darurat.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Meski pihak Puskesmas dan kelurahan telah datang menyampaikan belasungkawa serta permintaan maaf, Joko menilai itu hanya sebatas formalitas. Ia menilai belum ada langkah konkret untuk memperbaiki sistem pelayanan yang ada.

“Kepala puskesmas bilang ini akan jadi masukan. Tapi buat saya, itu jawaban normatif. Tidak ada perubahan nyata, tidak ada sanksi bagi petugas yang lalai,” ujarnya tegas.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.