Senin, 28 Sep 2026 18:34 WIB

1.600 Posyandu di Gresik Disiapkan Jadi Lembaga Pelayanan Holistik

  • Penulis : Yasin
  • | Kamis, 26 Jun 2025 11:16 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil

selalu.id – Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong transformasi posyandu menjadi lembaga pelayanan masyarakat yang terintegrasi lintas sektor. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Advokasi Kelembagaan dan Transformasi Posyandu di Hotel Aston Gresik, Rabu (25/6/2025).

 

Baca Juga: Hadapi Porprov 2027 dan PON 2028, Ju-Jitsu Surabaya Diminta Kompak

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil, mengatakan posyandu tidak lagi hanya melayani kesehatan ibu dan anak, tetapi diarahkan menjadi lembaga kemasyarakatan yang bersinergi dengan sektor pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, trantibum, dan sosial.

 

“Dari 1.615 posyandu di Gresik, sebagian besar telah menerapkan integrasi layanan primer, didukung 7.778 kader aktif. Posyandu kini menjadi ujung tombak pelayanan dasar dan pembangunan daerah,” kata Washil.

 

Transformasi ini mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu dan diperkuat dengan SK Bupati Gresik Nomor 414.1/166/HK/437.12/2025 tentang Tim Pembina Posyandu 2025–2030. Posyandu kini masuk dalam struktur pemerintahan dan berperan dalam perencanaan hingga pengawasan pembangunan lokal.

 

Baca Juga: Pengurus ESI Gresik 2025-2028 Dilantik, Persiapan Porprov Jatim jadi Fokus

Perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Gresik, Muhayyan, menyampaikan bahwa posyandu kini berfungsi sebagai fasilitator masyarakat. Setiap kader akan diarahkan fokus pada satu bidang layanan secara profesional, dengan struktur pengelolaan terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan ketua bidang sesuai kebutuhan.

 

Sementara itu, perwakilan Bappeda Gresik, Luludiyana, menyebut alokasi anggaran untuk transformasi posyandu akan dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026. Ia menekankan pentingnya perencanaan lintas perangkat daerah yang selaras dan berkelanjutan.

 

Baca Juga: Peringati HUT ke-81 RI, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih-bersih Makam Pahlawan

Transformasi ini juga mencakup pemanfaatan literasi digital untuk mendukung efisiensi layanan dan perluasan akses berbasis komunitas.

 

“Transformasi posyandu harus didukung dengan koordinasi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Gresik menargetkan posyandu tertata secara struktural dan berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Harga Daging Sapi Kelas Satu Naik, RPH Surabaya Sarankan Langsung Beli di Lapak Mitra

Masyarakat diminta tidak hanya mempertimbangkan harga saat membeli daging sapi, tetapi juga memperhatikan tempat pembeliannya.

Hindari Penyekapan, Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Perwali Penyaluran ART di Surabaya

Eri Cahyadi menyebut calon ART yang belum mendapat pekerjaan tetapi tetap dibebani biaya Rp 50.000 selama berada di tempat penampungan.

DPRD Jatim Sahkan Perda Hak Disabilitas, Perkuat Perlindungan dan Kesetaraan Hukum

Perda ini menjadi payung hukum resmi yang mengikat seluruh pemangku kepentingan di Jatim untuk mewujudkan lingkungan yang ramah, inklusif, dan adil bagi semua.

SPKLU di DPRD Jatim Diresmikan, Ali Kuncoro: Terbuka untuk Masyarakat Umum

Langkah ini menjadi bukti nyata dukungan lembaga perwakilan rakyat terhadap percepatan ekosistem kendaraan listrik dan transisi menuju energi bersih di daerah.

Kerangka Manusia Misterius Ditemukan di Hutan Tenggerejo Lamongan

Kerangka tanpa identitas atau misterius tersebut ditemukan berserakan di lahan tebu yang baru saja terbakar. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan.

Wali Kota Surabaya Tak Mau Seragam Bikin Sekolah Negeri Terlihat Beda Kasta

Kebijakan tersebut disebut untuk mencegah perbedaan motif batik antar sekolah yang berujung pada perbedaan harga seragam.