Senin, 02 Feb 2026 09:16 WIB

Arsenio, Kembar Siam Asal Tulungagung Meninggal Pasca Operasi Pemisahan

dr. Wurry Ayuningtyas, Sp.A selaku koordinator Tim Bedah Kembar Siam Terpadu RSUD dr. Soetomo
dr. Wurry Ayuningtyas, Sp.A selaku koordinator Tim Bedah Kembar Siam Terpadu RSUD dr. Soetomo

selalu.id - Penyebab meninggalnya salah satu bayi kembar siam pasca operasi pemisahan badan, tidak lain diakibatkan kondisi salah satu bayi yang tidak stabil dan dalam keadaan kritis. Bayi kembar siam tersebut merupakan pasien rujukan dari RSUD dr. Iskak Tulungagung.

dr. Wurry Ayuningtyas, Sp.A selaku koordinator Tim Bedah Kembar Siam Terpadu RSUD dr. Soetomo mengatakan, waktu itu didapatkan ada kelemahan anggota gerak tubuh pada salah satu bayi, kemudian juga ada infeksi sehingga diputuskan untuk segera dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya pada tanggal 14 Agustus, dan ditanggal 16 Agustus dilakukan operasi pemisahan.

"Jadi pada tanggal 14 Agustus itu, karena kondisi salah satu bayi menurun jadi segera dirujuk ke sini konsentrasinya juga separasi darurat emergency di tanggal 16 Agustus, jadi di sini cuman dirawat sekitar 2 hari karena salah satu kondisi bayinya akan semakin menurun seperti yang disebutkan," ungkap Wurry kepada selalu.id di RSUD dr. Soetomo Surabaya, Selasa (20/8/2024).

Dijelaskannya, pada saat operasi pun kondisi bayi yang menurun itu dilakukan resusitasi pijat jantung yang posisinya pasti akan kritis kemudian intermediate kemudian kita rawat di loket. Nah sekarang ini dari kritis ke intermediate mudah-mudahan ini saat ini kondisinya semakin membaik bisa semakin kita.

Sampai sejauh ini bayi kembar siam atas nama Arcello masih di ICU. Sedangkan saudara kembarnya yang bernama Arsenio, nyawanya sudah tidak lagi bisa diselamatkan. Pada saat tim melakukan perawatan, lanjut Wurry menjelaskan, kondisi bayi tersebut sudah tidak memungkinkan tertolong.

"Dalam perjalanannya merawat aku datang tuh memang Kondisinya sudah gak bagus, tapi dalam prosesnya itu semakin menurun kondisinya. Ya kita berusaha melakukan pertolongan darurat, seperti lakukan pemijatan. Tujuannya untuk menjaga kestabilan kestabilan," ungkapnya.

"Memang kondisinya tidak bagus sehingga salahbsatu bayi tersebut meninggal. Darurat operasi dilakukan, meski tanda-tandanya sudah sangat lemah sekali tapi operasi tersebut tetap lakukan," tutupnya.

Baca Juga: Potret Keluarga Pasien Tidur di Pelataran RSUD Soewandhie Jadi Sorotan Dewan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.