Jumat, 05 Jun 2026 00:13 WIB

Arsenio, Kembar Siam Asal Tulungagung Meninggal Pasca Operasi Pemisahan

dr. Wurry Ayuningtyas, Sp.A selaku koordinator Tim Bedah Kembar Siam Terpadu RSUD dr. Soetomo
dr. Wurry Ayuningtyas, Sp.A selaku koordinator Tim Bedah Kembar Siam Terpadu RSUD dr. Soetomo

selalu.id - Penyebab meninggalnya salah satu bayi kembar siam pasca operasi pemisahan badan, tidak lain diakibatkan kondisi salah satu bayi yang tidak stabil dan dalam keadaan kritis. Bayi kembar siam tersebut merupakan pasien rujukan dari RSUD dr. Iskak Tulungagung.

dr. Wurry Ayuningtyas, Sp.A selaku koordinator Tim Bedah Kembar Siam Terpadu RSUD dr. Soetomo mengatakan, waktu itu didapatkan ada kelemahan anggota gerak tubuh pada salah satu bayi, kemudian juga ada infeksi sehingga diputuskan untuk segera dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya pada tanggal 14 Agustus, dan ditanggal 16 Agustus dilakukan operasi pemisahan.

"Jadi pada tanggal 14 Agustus itu, karena kondisi salah satu bayi menurun jadi segera dirujuk ke sini konsentrasinya juga separasi darurat emergency di tanggal 16 Agustus, jadi di sini cuman dirawat sekitar 2 hari karena salah satu kondisi bayinya akan semakin menurun seperti yang disebutkan," ungkap Wurry kepada selalu.id di RSUD dr. Soetomo Surabaya, Selasa (20/8/2024).

Dijelaskannya, pada saat operasi pun kondisi bayi yang menurun itu dilakukan resusitasi pijat jantung yang posisinya pasti akan kritis kemudian intermediate kemudian kita rawat di loket. Nah sekarang ini dari kritis ke intermediate mudah-mudahan ini saat ini kondisinya semakin membaik bisa semakin kita.

Sampai sejauh ini bayi kembar siam atas nama Arcello masih di ICU. Sedangkan saudara kembarnya yang bernama Arsenio, nyawanya sudah tidak lagi bisa diselamatkan. Pada saat tim melakukan perawatan, lanjut Wurry menjelaskan, kondisi bayi tersebut sudah tidak memungkinkan tertolong.

"Dalam perjalanannya merawat aku datang tuh memang Kondisinya sudah gak bagus, tapi dalam prosesnya itu semakin menurun kondisinya. Ya kita berusaha melakukan pertolongan darurat, seperti lakukan pemijatan. Tujuannya untuk menjaga kestabilan kestabilan," ungkapnya.

"Memang kondisinya tidak bagus sehingga salahbsatu bayi tersebut meninggal. Darurat operasi dilakukan, meski tanda-tandanya sudah sangat lemah sekali tapi operasi tersebut tetap lakukan," tutupnya.

Baca Juga: Ruangan Ini jadi Awal Kebakaran RSUD dr Soetomo Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.