Jumat, 04 Sep 2026 19:49 WIB

Arsenio, Kembar Siam Asal Tulungagung Meninggal Pasca Operasi Pemisahan

dr. Wurry Ayuningtyas, Sp.A selaku koordinator Tim Bedah Kembar Siam Terpadu RSUD dr. Soetomo
dr. Wurry Ayuningtyas, Sp.A selaku koordinator Tim Bedah Kembar Siam Terpadu RSUD dr. Soetomo

selalu.id - Penyebab meninggalnya salah satu bayi kembar siam pasca operasi pemisahan badan, tidak lain diakibatkan kondisi salah satu bayi yang tidak stabil dan dalam keadaan kritis. Bayi kembar siam tersebut merupakan pasien rujukan dari RSUD dr. Iskak Tulungagung.

dr. Wurry Ayuningtyas, Sp.A selaku koordinator Tim Bedah Kembar Siam Terpadu RSUD dr. Soetomo mengatakan, waktu itu didapatkan ada kelemahan anggota gerak tubuh pada salah satu bayi, kemudian juga ada infeksi sehingga diputuskan untuk segera dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya pada tanggal 14 Agustus, dan ditanggal 16 Agustus dilakukan operasi pemisahan.

"Jadi pada tanggal 14 Agustus itu, karena kondisi salah satu bayi menurun jadi segera dirujuk ke sini konsentrasinya juga separasi darurat emergency di tanggal 16 Agustus, jadi di sini cuman dirawat sekitar 2 hari karena salah satu kondisi bayinya akan semakin menurun seperti yang disebutkan," ungkap Wurry kepada selalu.id di RSUD dr. Soetomo Surabaya, Selasa (20/8/2024).

Dijelaskannya, pada saat operasi pun kondisi bayi yang menurun itu dilakukan resusitasi pijat jantung yang posisinya pasti akan kritis kemudian intermediate kemudian kita rawat di loket. Nah sekarang ini dari kritis ke intermediate mudah-mudahan ini saat ini kondisinya semakin membaik bisa semakin kita.

Sampai sejauh ini bayi kembar siam atas nama Arcello masih di ICU. Sedangkan saudara kembarnya yang bernama Arsenio, nyawanya sudah tidak lagi bisa diselamatkan. Pada saat tim melakukan perawatan, lanjut Wurry menjelaskan, kondisi bayi tersebut sudah tidak memungkinkan tertolong.

"Dalam perjalanannya merawat aku datang tuh memang Kondisinya sudah gak bagus, tapi dalam prosesnya itu semakin menurun kondisinya. Ya kita berusaha melakukan pertolongan darurat, seperti lakukan pemijatan. Tujuannya untuk menjaga kestabilan kestabilan," ungkapnya.

"Memang kondisinya tidak bagus sehingga salahbsatu bayi tersebut meninggal. Darurat operasi dilakukan, meski tanda-tandanya sudah sangat lemah sekali tapi operasi tersebut tetap lakukan," tutupnya.

Baca Juga: Ruangan Ini jadi Awal Kebakaran RSUD dr Soetomo Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.