Selasa, 20 Okt 2026 01:52 WIB

Arsenio, Kembar Siam Asal Tulungagung Meninggal Pasca Operasi Pemisahan

dr. Wurry Ayuningtyas, Sp.A selaku koordinator Tim Bedah Kembar Siam Terpadu RSUD dr. Soetomo
dr. Wurry Ayuningtyas, Sp.A selaku koordinator Tim Bedah Kembar Siam Terpadu RSUD dr. Soetomo

selalu.id - Penyebab meninggalnya salah satu bayi kembar siam pasca operasi pemisahan badan, tidak lain diakibatkan kondisi salah satu bayi yang tidak stabil dan dalam keadaan kritis. Bayi kembar siam tersebut merupakan pasien rujukan dari RSUD dr. Iskak Tulungagung.

dr. Wurry Ayuningtyas, Sp.A selaku koordinator Tim Bedah Kembar Siam Terpadu RSUD dr. Soetomo mengatakan, waktu itu didapatkan ada kelemahan anggota gerak tubuh pada salah satu bayi, kemudian juga ada infeksi sehingga diputuskan untuk segera dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya pada tanggal 14 Agustus, dan ditanggal 16 Agustus dilakukan operasi pemisahan.

"Jadi pada tanggal 14 Agustus itu, karena kondisi salah satu bayi menurun jadi segera dirujuk ke sini konsentrasinya juga separasi darurat emergency di tanggal 16 Agustus, jadi di sini cuman dirawat sekitar 2 hari karena salah satu kondisi bayinya akan semakin menurun seperti yang disebutkan," ungkap Wurry kepada selalu.id di RSUD dr. Soetomo Surabaya, Selasa (20/8/2024).

Dijelaskannya, pada saat operasi pun kondisi bayi yang menurun itu dilakukan resusitasi pijat jantung yang posisinya pasti akan kritis kemudian intermediate kemudian kita rawat di loket. Nah sekarang ini dari kritis ke intermediate mudah-mudahan ini saat ini kondisinya semakin membaik bisa semakin kita.

Sampai sejauh ini bayi kembar siam atas nama Arcello masih di ICU. Sedangkan saudara kembarnya yang bernama Arsenio, nyawanya sudah tidak lagi bisa diselamatkan. Pada saat tim melakukan perawatan, lanjut Wurry menjelaskan, kondisi bayi tersebut sudah tidak memungkinkan tertolong.

"Dalam perjalanannya merawat aku datang tuh memang Kondisinya sudah gak bagus, tapi dalam prosesnya itu semakin menurun kondisinya. Ya kita berusaha melakukan pertolongan darurat, seperti lakukan pemijatan. Tujuannya untuk menjaga kestabilan kestabilan," ungkapnya.

"Memang kondisinya tidak bagus sehingga salahbsatu bayi tersebut meninggal. Darurat operasi dilakukan, meski tanda-tandanya sudah sangat lemah sekali tapi operasi tersebut tetap lakukan," tutupnya.

Baca Juga: Kebakaran di Gedung PPJT RSUD dr Soetomo Surabaya, Sistem Hidran Disorot

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).