Senin, 02 Feb 2026 01:40 WIB

Jam Belajar Lebih Pagi, Siswa SD-SMP Surabaya Bebas PR Sejak 2022

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 18 Jun 2025 11:32 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya melalui program Sekolah Arek Suroboyo (SAS) telah menerapkan kebijakan sekolah tanpa pekerjaan rumah (PR) dan jam masuk lebih pagi sejak awal 2022. Program ini menyasar siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.

 

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa SAS bertujuan membentuk karakter siswa, mengasah minat dan bakat, serta mengurangi kenakalan remaja.

 

“Kita itu sejak Januari 2022 mengadakan Sekolah Arek Suroboyo. Di dalamnya ada sekolah kebangsaan dan bakat minat. Kalau hari ini masih ada geng motor dan kenakalan remaja, karena tidak ada pembentukan karakter sejak awal,” ujar Eri saat meninjau SDN Kaliasin I, Selasa (11/6/2025).

 

Melalui SAS, jam belajar siswa dimulai pukul 06.30 hingga 12.00 WIB. Setelah itu, siswa mengikuti kegiatan tambahan seperti pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, dan pengembangan bakat. Kegiatan dilakukan tanpa pemberian PR, melainkan latihan soal yang diselesaikan di sekolah.

 

“Jadi siswa bisa menyelesaikan tugas di sekolah. Pulang ke rumah tidak membawa PR. Saya ingin Arek-arek Surabaya banyak berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat. Karakter itu dibentuk juga di rumah dan lingkungan,” katanya.

 

Cak Eri juga meninjau pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 6 Surabaya. Beberapa kegiatan yang diikuti siswa antara lain karawitan, bola basket, paskibraka, paduan suara, dan kelas bahasa asing.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

 

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh, menambahkan bahwa kegiatan pendalaman bakat berlangsung hingga pukul 14.00 WIB. Program ini diklaim efektif mengurangi beban belajar siswa dan memberi ruang untuk eksplorasi minat.

 

“Jam belajar selesai pukul 12.00 WIB. Pendalaman sampai 14.00 WIB. Anak-anak bisa ikut kegiatan sesuai bakatnya, seperti lukis, menari, mengaji, dan lainnya,” ujar Yusuf.

 

Ia menyebut penyelesaian tugas dilakukan lewat kelas pengayaan. “Pulang anak-anak tidak ada beban PR. Pengayaan dilakukan di sekolah agar siswa lebih segar dan terbantu antar teman,” tambahnya.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

 

Salah satu siswa Kelas 8 SMPN 6, Yusuf Bagus Kristianto, menyambut positif kebijakan ini. Menurutnya, SAS memberi ruang menyalurkan bakat sekaligus meningkatkan kreativitas.

 

“Sejak 2022 tidak ada PR, sekolah menggantinya dengan latihan soal yang dikumpulkan di waktu tertentu. Setelah kelas, kami lanjut SAS dari pukul 13.00 sampai 14.30 WIB,” ujarnya. (ADV)

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.