Jumat, 04 Sep 2026 23:17 WIB

Soroti Setoran Parkir Minimarket, Wali Kota Eri: Ada Manipulasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 15 Jun 2025 12:01 WIB

Selalu.id-Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melontarkan keheranannya soal minimnya pendapatan daerah dari sektor parkir, khususnya di minimarket yang beroperasi 24 jam. 

Pasalnya, sebagian besar toko modern tersebut hanya menyetorkan pajak parkir sekitar Rp 175 ribu per bulan, angka yang disebutnya tidak masuk akal secara logika maupun data lapangan.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

“Coba pikir, Rp 175 ribu itu berarti pemasukan parkir mereka sekitar Rp1,7 juta sampai Rp 2,1 juta setahun. Kalau dibagi 30 hari, itu sekitar Rp 58 ribu per hari. Artinya, cuma ada sekitar 12 kendaraan yang parkir sehari. Masuk akal nggak buat toko yang buka 24 jam dan ramai terus?” ujar Eri saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (15:6/2025).

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat ini sedang menguji akurasi pelaporan parkir dan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari toko-toko modern yang selama ini mengklaim menyediakan layanan parkir gratis.

Menurut Eri, toko modern kerap berdalih bahwa karena parkirnya gratis, maka kewajiban pajak mereka hanya sedikit. Namun kenyataannya, tidak ada petugas resmi yang mencatat jumlah kendaraan secara profesional.

“Inilah masalahnya. Kalau parkir gratis dan tanpa petugas, bagaimana kita tahu berapa kendaraan yang masuk? Ini membuka ruang manipulasi. Dan ini bukan sekadar kesalahan administratif, tapi soal kejujuran,” tegasnya.

Padahal, berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2018, setiap tempat usaha yang menyediakan lahan parkir harus menyetor 10 persen dari pendapatan parkirnya ke kas daerah.

Wali kota menyoroti bahwa pendapatan dari parkir seharusnya bisa menyumbang signifikan untuk layanan publik, seperti pendidikan dan kesehatan gratis. 

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Namun dengan praktik pelaporan yang janggal seperti ini, Pemkot khawatir ada potensi kebocoran sistemik yang terus terjadi bertahun-tahun.

“Kalau dari satu minimarket saja bocor segini, bayangkan berapa dari puluhan atau ratusan minimarket di Surabaya. Ini bukan cuma rugikan Pemkot, tapi warga Surabaya juga,” imbuh Eri.

Untuk itu, Pemkot Surabaya telah menyegel 58 titik lahan parkir toko modern yang tak sesuai aturan, naik dari 48 titik pada bulan lalu. Bahkan, toko-toko yang tetap menarik parkir meski lahannya disegel akan dikenakan sanksi tegas, termasuk penutupan.

Eri juga memastikan, Pemkot akan mengundang manajemen toko modern untuk dialog langsung, mencari skema parkir yang adil, transparan, dan tidak merugikan PAD.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

“Saya tak ingin ada lagi yang bilang sudah bayar pajak, tapi ternyata bayar cuma Rp250 ribu sebulan. Logika sederhana saja sudah nggak nyambung. Kalau toko kecil yang buka beberapa jam sehari, mungkin masuk akal. Tapi kalau 24 jam? Ayo lah, mari jujur,” tandasnya.

Eri menyebut langkah ini tak hanya menyasar toko modern. Rumah makan dan tempat usaha lain juga akan diperiksa potensi pajak parkirnya. Selain itu, Pemkot bersama polisi juga akan menertibkan juru parkir liar di jalan umum, terutama yang menarik tarif di luar ketentuan.

“Siapa pun yang bermain-main dengan pajak dan aturan parkir, entah itu toko besar atau jukir nakal, akan kami tindak. Surabaya harus jujur kalau ingin maju,” pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.