Selasa, 03 Feb 2026 03:09 WIB

Soroti Setoran Parkir Minimarket, Wali Kota Eri: Ada Manipulasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 15 Jun 2025 12:01 WIB

Selalu.id-Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melontarkan keheranannya soal minimnya pendapatan daerah dari sektor parkir, khususnya di minimarket yang beroperasi 24 jam. 

Pasalnya, sebagian besar toko modern tersebut hanya menyetorkan pajak parkir sekitar Rp 175 ribu per bulan, angka yang disebutnya tidak masuk akal secara logika maupun data lapangan.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

“Coba pikir, Rp 175 ribu itu berarti pemasukan parkir mereka sekitar Rp1,7 juta sampai Rp 2,1 juta setahun. Kalau dibagi 30 hari, itu sekitar Rp 58 ribu per hari. Artinya, cuma ada sekitar 12 kendaraan yang parkir sehari. Masuk akal nggak buat toko yang buka 24 jam dan ramai terus?” ujar Eri saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (15:6/2025).

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat ini sedang menguji akurasi pelaporan parkir dan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari toko-toko modern yang selama ini mengklaim menyediakan layanan parkir gratis.

Menurut Eri, toko modern kerap berdalih bahwa karena parkirnya gratis, maka kewajiban pajak mereka hanya sedikit. Namun kenyataannya, tidak ada petugas resmi yang mencatat jumlah kendaraan secara profesional.

“Inilah masalahnya. Kalau parkir gratis dan tanpa petugas, bagaimana kita tahu berapa kendaraan yang masuk? Ini membuka ruang manipulasi. Dan ini bukan sekadar kesalahan administratif, tapi soal kejujuran,” tegasnya.

Padahal, berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2018, setiap tempat usaha yang menyediakan lahan parkir harus menyetor 10 persen dari pendapatan parkirnya ke kas daerah.

Wali kota menyoroti bahwa pendapatan dari parkir seharusnya bisa menyumbang signifikan untuk layanan publik, seperti pendidikan dan kesehatan gratis. 

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Namun dengan praktik pelaporan yang janggal seperti ini, Pemkot khawatir ada potensi kebocoran sistemik yang terus terjadi bertahun-tahun.

“Kalau dari satu minimarket saja bocor segini, bayangkan berapa dari puluhan atau ratusan minimarket di Surabaya. Ini bukan cuma rugikan Pemkot, tapi warga Surabaya juga,” imbuh Eri.

Untuk itu, Pemkot Surabaya telah menyegel 58 titik lahan parkir toko modern yang tak sesuai aturan, naik dari 48 titik pada bulan lalu. Bahkan, toko-toko yang tetap menarik parkir meski lahannya disegel akan dikenakan sanksi tegas, termasuk penutupan.

Eri juga memastikan, Pemkot akan mengundang manajemen toko modern untuk dialog langsung, mencari skema parkir yang adil, transparan, dan tidak merugikan PAD.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

“Saya tak ingin ada lagi yang bilang sudah bayar pajak, tapi ternyata bayar cuma Rp250 ribu sebulan. Logika sederhana saja sudah nggak nyambung. Kalau toko kecil yang buka beberapa jam sehari, mungkin masuk akal. Tapi kalau 24 jam? Ayo lah, mari jujur,” tandasnya.

Eri menyebut langkah ini tak hanya menyasar toko modern. Rumah makan dan tempat usaha lain juga akan diperiksa potensi pajak parkirnya. Selain itu, Pemkot bersama polisi juga akan menertibkan juru parkir liar di jalan umum, terutama yang menarik tarif di luar ketentuan.

“Siapa pun yang bermain-main dengan pajak dan aturan parkir, entah itu toko besar atau jukir nakal, akan kami tindak. Surabaya harus jujur kalau ingin maju,” pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.