Selasa, 21 Jul 2026 23:45 WIB

Tak Punya Jukir Resmi, Wali Kota Eri Tutup Operasional Sejumlah Minimarket

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Jun 2025 13:56 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menutup lahan parkir sejumlah minimarket modern saat inspeksi mendadak, Selasa (10/6/2025). Penutupan dilakukan karena toko tidak menyediakan juru parkir resmi sesuai aturan.

Dalam sidak tersebut, Eri menegaskan setiap toko yang memasang tulisan "parkir gratis" wajib menyiapkan petugas parkir resmi dengan identitas jelas.

Baca Juga: Wali Kota Eri Geram dengan Kinerja Camat di Tiga Kecamatan, Ini Alasannya

“Tempat usaha yang pasang tulisan ‘parkir gratis’ harusnya menyediakan juru parkir resmi. Pakai rompi dari tempat usahanya, supaya jelas. Biar gak ada fitnah dan gak ada yang main tarik-tarikan liar,” kata Eri.

Ia menyebut, banyak toko modern memanfaatkan tulisan “gratis parkir” tanpa menyediakan petugas parkir resmi, sehingga masyarakat tetap dipungut biaya oleh juru parkir liar.

“Kalau ada tukang parkir tapi gak punya surat tugas, gak pakai rompi resmi, nanti orang kira itu suruhannya siapa? Kapolres? Dandim? Ini kan bisa jadi fitnah,” ujarnya.

Menurut Eri, toko yang memiliki lahan parkir dan membayar pajak wajib menunjuk juru parkir lengkap dengan seragam dan identitas. Saat sidak, beberapa minimarket tidak memenuhi syarat tersebut sehingga lahan parkirnya ditutup.

“Saya hanya tutup tempat parkirnya, tapi ya otomatis usahanya ikut berhenti. Masa pelanggan mau belanja gak ada tempat parkir?” ujar Eri.

Baca Juga: Kejati Jatim Serahkan Aduan Dugaan Pemborosan APBD Surabaya 2025 ke Inspektorat

Ia menyatakan toko boleh kembali beroperasi setelah menunjuk juru parkir resmi dan memastikan tidak ada kendaraan parkir sembarangan di pinggir jalan.

“Silakan buka lagi. Tapi harus ada tukang parkirnya. Gak boleh bikin macet dan ganggu ketertiban. Jangan bikin gaduh Surabaya,” katanya.

Eri juga menyoroti praktik setoran juru parkir ke oknum RT atau RW. Ia menilai hal itu sebagai bentuk premanisme.

“Kalau ada yang narik-narik uang tanpa aturan, itu bukan pengelolaan, itu preman. Masa laporannya ke RT, RW? Siapa yang tanggung jawab kalau ada apa-apa?” tegasnya.

Baca Juga: Pertama Kali Digelar Malam, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Wisata dan Okupansi Hotel

Ia meminta semua pengelola usaha bertanggung jawab atas parkir yang dikelola, termasuk perlindungan bagi juru parkir.

Pemerintah Kota Surabaya mewajibkan setiap juru parkir resmi mengenakan rompi agar masyarakat tidak lagi dipungut biaya di toko yang sudah membayar pajak parkir.

“Rompinya itu penting, supaya warga tahu ini bukan jukir liar. Karena toko sudah bayar pajak parkir, masyarakat gak boleh dipungut lagi,” tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.