Minggu, 20 Sep 2026 17:53 WIB

Tak Punya Jukir Resmi, Wali Kota Eri Tutup Operasional Sejumlah Minimarket

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Jun 2025 13:56 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menutup lahan parkir sejumlah minimarket modern saat inspeksi mendadak, Selasa (10/6/2025). Penutupan dilakukan karena toko tidak menyediakan juru parkir resmi sesuai aturan.

Dalam sidak tersebut, Eri menegaskan setiap toko yang memasang tulisan "parkir gratis" wajib menyiapkan petugas parkir resmi dengan identitas jelas.

Baca Juga: Lhuk, Pria Bertato di TikTok Ini Tantang Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi 

“Tempat usaha yang pasang tulisan ‘parkir gratis’ harusnya menyediakan juru parkir resmi. Pakai rompi dari tempat usahanya, supaya jelas. Biar gak ada fitnah dan gak ada yang main tarik-tarikan liar,” kata Eri.

Ia menyebut, banyak toko modern memanfaatkan tulisan “gratis parkir” tanpa menyediakan petugas parkir resmi, sehingga masyarakat tetap dipungut biaya oleh juru parkir liar.

“Kalau ada tukang parkir tapi gak punya surat tugas, gak pakai rompi resmi, nanti orang kira itu suruhannya siapa? Kapolres? Dandim? Ini kan bisa jadi fitnah,” ujarnya.

Menurut Eri, toko yang memiliki lahan parkir dan membayar pajak wajib menunjuk juru parkir lengkap dengan seragam dan identitas. Saat sidak, beberapa minimarket tidak memenuhi syarat tersebut sehingga lahan parkirnya ditutup.

“Saya hanya tutup tempat parkirnya, tapi ya otomatis usahanya ikut berhenti. Masa pelanggan mau belanja gak ada tempat parkir?” ujar Eri.

Baca Juga: Cara Keren Warga Pucang Sewu Surabaya Tertibkan Parkir Liar, Pakai CCTV hingga Denda Rp500 Ribu

Ia menyatakan toko boleh kembali beroperasi setelah menunjuk juru parkir resmi dan memastikan tidak ada kendaraan parkir sembarangan di pinggir jalan.

“Silakan buka lagi. Tapi harus ada tukang parkirnya. Gak boleh bikin macet dan ganggu ketertiban. Jangan bikin gaduh Surabaya,” katanya.

Eri juga menyoroti praktik setoran juru parkir ke oknum RT atau RW. Ia menilai hal itu sebagai bentuk premanisme.

“Kalau ada yang narik-narik uang tanpa aturan, itu bukan pengelolaan, itu preman. Masa laporannya ke RT, RW? Siapa yang tanggung jawab kalau ada apa-apa?” tegasnya.

Baca Juga: Tasyakuran HUT ke-81 dengan Nobar Film Kemerdekaan, Wali Kota Eri Cahyadi jadi Aktornya

Ia meminta semua pengelola usaha bertanggung jawab atas parkir yang dikelola, termasuk perlindungan bagi juru parkir.

Pemerintah Kota Surabaya mewajibkan setiap juru parkir resmi mengenakan rompi agar masyarakat tidak lagi dipungut biaya di toko yang sudah membayar pajak parkir.

“Rompinya itu penting, supaya warga tahu ini bukan jukir liar. Karena toko sudah bayar pajak parkir, masyarakat gak boleh dipungut lagi,” tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

5 Kios di Jemur Andayani Surabaya Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebabya

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Kasus kebakaran tersebut kini telah ditangani oleh pihak berwenang setempat.

Potret CFD di Desa Durung Bedug Sidoarjo yang Kini jadi Wadah Roda Ekonomi Warga

Membentang sepanjang 900 meter hingga satu kilometer, kawasan ini dirancang menjadi ruang publik terpadu untuk olahraga dan perputaran ekonomi warga.

Cara Dishub Cegah Jukir Liar di Surabaya, Hasilnya juga Merata

Transparansi jadi salah satu tujuan digitalisasi parkir di Surabaya. Sistem itu tidak hanya berkaitan dengan cara pembayaran, tetapi juga pengawasan transaksi.

Kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto: Sopir Truk Alpukat Tewas Penumpang Luka Berat

Korban meninggal dan luka dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.

Pengukuhan dan Muskercab I, PC GP Ansor Kraksaan Minta Pengurus Eksis dan Ayomi Masyarakat

Rahman juga berpesan agar seluruh anggota tidak menyalahi aturan dan koridor yang telah di tentukan sebagai anggota PC GP Ansor Kraksaan.

Proyek Drainase Kelurahan Ancam Pasokan Air Bersih di Surabaya

DPRD Surabaya meminta Pemkot Surabaya memperkuat koordinasi antara kontraktor, kecamatan, kelurahan, dan PDAM Surya Sembada.