Kamis, 22 Okt 2026 12:03 WIB

THR 2024 Tidak Cair, Buruh PT Pakerin Demo Lagi di Surabaya

Alexander Arif, Kuasa Hukum PT Pakerin
Alexander Arif, Kuasa Hukum PT Pakerin

selalu.id – Sejumlah buruh kembali menggelar demonstrasi di depan kantor PT Pakerin di Jalan Kertopaten Nomor 3, Surabaya, pada Senin (2/6/2025). Aksi ini dipicu oleh belum selesainya pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2024.

 

Baca Juga: KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Alexander Arif, kuasa hukum manajemen PT Pakerin, menjelaskan bahwa permasalahan ini sudah bergulir sejak 31 April 2024, saat buruh melakukan aksi serupa. Saat itu, manajemen dan buruh menyepakati pembayaran THR secara bertahap, yang ditargetkan rampung pada April atau Mei 2025.

 

Namun, pembayaran tertunda karena dana milik PT Pakerin senilai Rp1 triliun yang disimpan dalam bentuk deposito di Bank Prima belum dapat dicairkan.

 

“Manajemen PT Pakerin sebenarnya memiliki dana yang cukup untuk membayar THR. Namun, dana tersebut tertahan di Bank Prima dalam bentuk deposito,” ujar Alex saat ditemui selalu.id, Senin (2/6).

 

Alex menyebut kegagalan pencairan dana ini menjadi pemicu demonstrasi kedua yang melibatkan lebih banyak buruh. Manajemen mengaku telah berupaya bertemu dengan direktur Bank Prima untuk mencari solusi.

 

Baca Juga: Ribuan Buruh Pakerin di Mojokerto Kembali Gelar Demo: Tuntut Upah, Blokade Jalan

"Bank Prima beralasan bahwa kepengurusan PT Pakerin tidak sah. Padahal kami telah melakukan perubahan kepengurusan sesuai prosedur hukum setelah tahun 2020. Alasan itu tidak dapat dibenarkan," tegas Alex.

 

Manajemen menyatakan telah menempuh berbagai langkah penyelesaian, termasuk rencana melaporkan kasus ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kepolisian, jika pencairan dana tak kunjung dilakukan.

 

Alex menyebut dampak persoalan ini meluas, tak hanya bagi buruh, tetapi juga pada hubungan antarpemegang saham perusahaan. Meski begitu, prioritas utama tetap pembayaran THR buruh.

Baca Juga: Demo Buruh di Sidoarjo Kondusif, Begini Janji Bupati Subandi

 

“Kami berharap permasalahan ini dapat diselesaikan secara damai dan berkeadilan,” ujarnya.

 

Seperti diketahui, pada saat pertemuan dengan Direktur Bank Prima, Alex menyebut, ada pernyataan dari Direktur Bank Prima bahwa untuk saat sekarang ini. "Siapapun baik Bpk. David SK, Njoo Steven TW, maupun Hendry tidak dapat mengajukan pencairan deposito di Bank Prima," tambahnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Perampokan Toko Emas di Jember, Pelaku Bawa Tas Isi mata Uang Asing dan Valas Raib

Pelaku juga membacok pemilik toko emas murni Aliong dan ibunya.

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.

Hasil Liga Champions: Como Bantai Manchester United 4-1, Setan Merah Tak Berkutik

Nico Paz jadi bintang lapangan. Gelandang muda Argentina itu mencetak 2 gol dan 1 assist.

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.