Minggu, 06 Sep 2026 23:53 WIB

THR 2024 Tidak Cair, Buruh PT Pakerin Demo Lagi di Surabaya

Alexander Arif, Kuasa Hukum PT Pakerin
Alexander Arif, Kuasa Hukum PT Pakerin

selalu.id – Sejumlah buruh kembali menggelar demonstrasi di depan kantor PT Pakerin di Jalan Kertopaten Nomor 3, Surabaya, pada Senin (2/6/2025). Aksi ini dipicu oleh belum selesainya pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2024.

 

Baca Juga: Ribuan Buruh Pakerin di Mojokerto Kembali Gelar Demo: Tuntut Upah, Blokade Jalan

Alexander Arif, kuasa hukum manajemen PT Pakerin, menjelaskan bahwa permasalahan ini sudah bergulir sejak 31 April 2024, saat buruh melakukan aksi serupa. Saat itu, manajemen dan buruh menyepakati pembayaran THR secara bertahap, yang ditargetkan rampung pada April atau Mei 2025.

 

Namun, pembayaran tertunda karena dana milik PT Pakerin senilai Rp1 triliun yang disimpan dalam bentuk deposito di Bank Prima belum dapat dicairkan.

 

“Manajemen PT Pakerin sebenarnya memiliki dana yang cukup untuk membayar THR. Namun, dana tersebut tertahan di Bank Prima dalam bentuk deposito,” ujar Alex saat ditemui selalu.id, Senin (2/6).

 

Alex menyebut kegagalan pencairan dana ini menjadi pemicu demonstrasi kedua yang melibatkan lebih banyak buruh. Manajemen mengaku telah berupaya bertemu dengan direktur Bank Prima untuk mencari solusi.

 

Baca Juga: Demo Buruh di Sidoarjo Kondusif, Begini Janji Bupati Subandi

"Bank Prima beralasan bahwa kepengurusan PT Pakerin tidak sah. Padahal kami telah melakukan perubahan kepengurusan sesuai prosedur hukum setelah tahun 2020. Alasan itu tidak dapat dibenarkan," tegas Alex.

 

Manajemen menyatakan telah menempuh berbagai langkah penyelesaian, termasuk rencana melaporkan kasus ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kepolisian, jika pencairan dana tak kunjung dilakukan.

 

Alex menyebut dampak persoalan ini meluas, tak hanya bagi buruh, tetapi juga pada hubungan antarpemegang saham perusahaan. Meski begitu, prioritas utama tetap pembayaran THR buruh.

Baca Juga: Ratusan Pekerja PT Pakerin Geruduk Kantor BPJS Kesehatan di Mojokerto Minta Kartu Diaktifkan

 

“Kami berharap permasalahan ini dapat diselesaikan secara damai dan berkeadilan,” ujarnya.

 

Seperti diketahui, pada saat pertemuan dengan Direktur Bank Prima, Alex menyebut, ada pernyataan dari Direktur Bank Prima bahwa untuk saat sekarang ini. "Siapapun baik Bpk. David SK, Njoo Steven TW, maupun Hendry tidak dapat mengajukan pencairan deposito di Bank Prima," tambahnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.