Senin, 02 Nov 2026 00:39 WIB

Rp12 Miliar Tak Cukup, Pemkot Wacanakan Utang, Begini Tanggapan DPRD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 22 Mei 2025 11:35 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo

selalu.id – Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, menilai anggaran pembangunan Kota Surabaya sebesar Rp12,3 triliun belum mencukupi untuk menjawab kebutuhan kota metropolitan yang terus berkembang. Menurutnya, idealnya Surabaya membutuhkan anggaran sekitar Rp20 triliun untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

 

Baca Juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

“Anggaran Rp12,3 triliun itu belum cukup. Idealnya, Surabaya butuh sekitar Rp20 triliun. Tapi tentu harus ada kajian mendalam terlebih dahulu,” ujar Cahyo dalam kegiatan reses, Rabu (22/5/2025) malam.

 

Ia menyebutkan bahwa wacana Pemerintah Kota Surabaya untuk berutang demi menambah anggaran pembangunan perlu dikaji secara cermat. Menurutnya, setiap rencana utang harus jelas peruntukannya dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.

 

“Kalau sampai ada wacana utang, kita harus lihat dulu, untuk apa? Apakah bisa berdampak pada peningkatan PAD? Jangan sampai hanya jadi belanja tanpa manfaat jangka panjang,” tegasnya.

 

Dalam forum yang sama, Cahyo juga menyoroti pentingnya alokasi anggaran untuk pendidikan, terutama bagi keluarga miskin dan pramiskin yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau bantuan.

 

“Pendidikan adalah kunci. Kalau ada anak dari keluarga miskin bisa kuliah dan lulus, itu peluang besar keluar dari lingkaran kemiskinan. Program seperti 'Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana' harus benar-benar dijalankan,” katanya.

Baca Juga: Aturan Ganjil-Genap di Surabaya Masuk Raperda Transportasi, DPRD Wanti-wanti Hal Ini

 

Namun ia juga mengingatkan agar perhatian pemerintah tak hanya fokus pada keluarga miskin yang sudah terdata. Keluarga pramiskin, yang secara administratif tidak masuk kategori miskin namun rentan secara ekonomi, juga perlu mendapat perhatian.

 

“Kalau tidak diintervensi, keluarga pramiskin bisa jatuh ke dalam kemiskinan. Ini harus dicegah sejak awal,” ujarnya.

 

Selain soal anggaran dan pendidikan, Cahyo turut mengungkapkan keluhan warga terkait kebijakan kependudukan. Salah satunya adalah pembatasan akses bantuan sosial bagi pendatang baru di Surabaya.

Baca Juga: Anggaran Dishub Surabaya Naik 2,37 Persen, DPRD Minta Layanan Transportasi Publik Digenjot

 

“Saya dengar, warga yang baru pindah ke Surabaya tidak bisa langsung dapat bantuan dari Pemkot, termasuk BPJS yang dibiayai APBD. Bahkan sampai 10 tahun,” ungkapnya.

 

Ia menilai kebijakan tersebut merupakan bentuk pengendalian pertumbuhan penduduk, mengingat jumlah penduduk Surabaya saat ini telah mencapai lebih dari 3 juta jiwa. Namun, menurutnya, kebijakan ini tetap harus dievaluasi agar tidak berdampak diskriminatif terhadap warga yang benar-benar membutuhkan.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Perkuat AI TechCo, Indosat Bukukan Laba Rp4,9 Triliun di Kuartal III 2026

Angka ini melonjak signifikan dibanding perolehan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta, dan diproyeksikan menyentuh USD100 juta pada akhir 2026.

Bakal Dihadiri 13 Ribu Peserta, Ini Rangkaian dan Jadwal Milad ke-7 LSN di Alun-Alun Jember

Konsolidasi akbar ini menargetkan kehadiran sekitar 13 ribu peserta sekaligus memecahkan momentum pelantikan massal bagi ribuan pengurus LSN dan Srikandi LSN.

Sketsa YouTube Woko Channel jadi Film Layar Lebar "Piye To Kih?": Tayang di Bioskop 19 November

Cerita film ini tentang Mukidi setelah rencananya untuk menikah berantakan sampai ia bertemu Sukma, perempuan yang membawanya pada sebuah hubungan yang absurd.

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.

Gudang Minyak Goreng di Kemuning Sidoarjo Ludes Terbakar

Mengenai pemicu amukan api serta estimasi kerugian materiil, pihak Damkarmat Sidoarjo mengaku masih belum bisa memastikannya, begitupun penyebabnya.

Haul Akbar Sidoarjo 2026, Bupati Subandi Ajak Warga Perkuat Moral dan Persatuan

Bupati Sidoarjo Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.