Selasa, 03 Feb 2026 19:47 WIB

Rp12 Miliar Tak Cukup, Pemkot Wacanakan Utang, Begini Tanggapan DPRD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 22 Mei 2025 11:35 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo

selalu.id – Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, menilai anggaran pembangunan Kota Surabaya sebesar Rp12,3 triliun belum mencukupi untuk menjawab kebutuhan kota metropolitan yang terus berkembang. Menurutnya, idealnya Surabaya membutuhkan anggaran sekitar Rp20 triliun untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

 

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

“Anggaran Rp12,3 triliun itu belum cukup. Idealnya, Surabaya butuh sekitar Rp20 triliun. Tapi tentu harus ada kajian mendalam terlebih dahulu,” ujar Cahyo dalam kegiatan reses, Rabu (22/5/2025) malam.

 

Ia menyebutkan bahwa wacana Pemerintah Kota Surabaya untuk berutang demi menambah anggaran pembangunan perlu dikaji secara cermat. Menurutnya, setiap rencana utang harus jelas peruntukannya dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.

 

“Kalau sampai ada wacana utang, kita harus lihat dulu, untuk apa? Apakah bisa berdampak pada peningkatan PAD? Jangan sampai hanya jadi belanja tanpa manfaat jangka panjang,” tegasnya.

 

Dalam forum yang sama, Cahyo juga menyoroti pentingnya alokasi anggaran untuk pendidikan, terutama bagi keluarga miskin dan pramiskin yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau bantuan.

 

“Pendidikan adalah kunci. Kalau ada anak dari keluarga miskin bisa kuliah dan lulus, itu peluang besar keluar dari lingkaran kemiskinan. Program seperti 'Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana' harus benar-benar dijalankan,” katanya.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

 

Namun ia juga mengingatkan agar perhatian pemerintah tak hanya fokus pada keluarga miskin yang sudah terdata. Keluarga pramiskin, yang secara administratif tidak masuk kategori miskin namun rentan secara ekonomi, juga perlu mendapat perhatian.

 

“Kalau tidak diintervensi, keluarga pramiskin bisa jatuh ke dalam kemiskinan. Ini harus dicegah sejak awal,” ujarnya.

 

Selain soal anggaran dan pendidikan, Cahyo turut mengungkapkan keluhan warga terkait kebijakan kependudukan. Salah satunya adalah pembatasan akses bantuan sosial bagi pendatang baru di Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

 

“Saya dengar, warga yang baru pindah ke Surabaya tidak bisa langsung dapat bantuan dari Pemkot, termasuk BPJS yang dibiayai APBD. Bahkan sampai 10 tahun,” ungkapnya.

 

Ia menilai kebijakan tersebut merupakan bentuk pengendalian pertumbuhan penduduk, mengingat jumlah penduduk Surabaya saat ini telah mencapai lebih dari 3 juta jiwa. Namun, menurutnya, kebijakan ini tetap harus dievaluasi agar tidak berdampak diskriminatif terhadap warga yang benar-benar membutuhkan.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global.