Rabu, 22 Jul 2026 03:15 WIB

Gubernur Khofifah Luncurkan Beasiswa untuk 1.193 Santri Jatim, Begini Syaratnya

selalu.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meluncurkan Program Beasiswa Santri Unggul 2025 senilai Rp31.305.100.000 untuk 1.193 santri berprestasi di Jawa Timur. Peluncuran bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 di Gedung Islamic Centre Surabaya.

Khofifah menekankan pentingnya peran santri sebagai aset intelektual bangsa dan investasi masa depan. "Santri bukan hanya penjaga nilai moral dan spiritual, tetapi juga agen transformasi sosial," ujar Khofifah.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Beasiswa ini, menurutnya, merupakan bagian dari strategi Pemprov Jatim untuk membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkarakter. Program yang dijalankan melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Jatim ini telah menjangkau 6.876 santri sejak 2019.

Beasiswa tahun ini terbagi dalam lima skema. Sebanyak 518 santri menerima beasiswa S1 (Rp6,3 miliar), 225 santri untuk S2 (Rp4,275 miliar), dan 40 santri untuk S3 (Rp3 miliar). Selain itu, 380 santri Ma’had Aly (M1) mendapatkan bantuan (Rp6 miliar), dan 30 santri berkesempatan melanjutkan studi S2 di Universitas Al-Azhar Kairo (Rp11,28 miliar).

Khofifah melihat potensi besar pesantren di Jawa Timur sebagai penggerak kemajuan nasional. Ia mendorong santri untuk berperan sebagai akademisi, teknokrat, diplomat, bahkan entrepreneur.

Baca Juga: DPRD Jatim Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Berikut Catatan Penting untuk Pemprov

"Kita perlu membuka akses dan mempercayakan mereka dengan tanggung jawab," tegasnya.

Program ini, lanjut Khofifah, selaras dengan misi Pemprov Jatim menyiapkan generasi emas 2045 yang kompeten dan adaptif di kancah global. Khofifah mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, pesantren, akademisi, dan masyarakat dalam keberhasilan program ini.

Lebih lanjut, Khofifah juga menyoroti pentingnya penguatan SDM di lingkungan pesantren, khususnya bagi pesantren dengan lebih dari 500 santri. Pemprov Jatim memberikan beasiswa S2 dan S3 bagi dosen tetap di perguruan tinggi pesantren, dengan 14 orang telah menyelesaikan studi S3.

Terkait studi di luar negeri, Khofifah mengumumkan perubahan fokus beasiswa Al-Azhar Kairo dari jenjang S1 ke S2, berharap para penerima beasiswa kembali sebagai ulama Al-Azhar, mengingat pentingnya peran ulama dalam pembangunan bangsa.

Khofifah menutup sambutannya dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum meningkatkan kesadaran kolektif dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Perhatikan Kesejahteraan Perawat

Ia optimistis para santri penerima beasiswa akan menjadi pemimpin masa depan yang membawa kemajuan bagi Indonesia. Sekadar diketahui, acara peluncuran dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, rektor PTKI, dan perwakilan pesantren.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.