Senin, 02 Feb 2026 03:59 WIB

Lestarikan Sejarah Lewat Lukis Tembok Koblen, Pelajar Bisa Kuliah Gratis di Untag

  • Penulis : Ading
  • | Selasa, 13 Mei 2025 13:54 WIB
Untag Surabaya
Untag Surabaya

selalu.id – Upaya melestarikan warisan budaya terus digalakkan berbagai pihak, termasuk lewat seni. Puri Aksara Rajapatni bekerja sama dengan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menyelenggarakan Lomba Sketsa dan Lukis Tembok Koblen bagi pelajar SMA/sederajat se-Jawa Timur. Para pemenang berkesempatan meraih beasiswa penuh kuliah di Untag Surabaya.

 

Baca Juga: Bersama BPIP, UNTAG Surabaya Perkuat Kurikulum Pancasila

Founder Puri Aksara Rajapatni, Nanang Purwono, menekankan bahwa lomba ini tak hanya wadah ekspresi seni, tetapi juga sarana mengenali sejarah Surabaya. “Tembok Koblen bukan sekadar bangunan tua. Ia adalah saksi bisu perjuangan rakyat dan perubahan zaman. Kami ingin peserta menyelami nilai sejarah di baliknya dan mengekspresikan suasana masa lalu,” ujarnya.

 

Peserta diwajibkan menyertakan unsur Tembok Koblen, imajinasi suasana masa silam, serta penulisan aksara Jawa bertuliskan "Koblen" dalam karya mereka. Sebelum berkarya, peserta akan mengikuti sesi briefing dan observasi langsung di lokasi.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., menyatakan bahwa dukungan terhadap kegiatan ini sejalan dengan semangat nasionalisme Untag. “Menjaga budaya adalah investasi karakter generasi muda. Kami ingin seni dan pendidikan berjalan beriringan,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, juara pertama di masing-masing kategori—sketsa dan lukis—akan menerima beasiswa kuliah penuh, meliputi biaya pendaftaran, DPP, dan SPP selama masa studi. “Kami ingin prestasi seni mendapat pengakuan setara dengan bidang lainnya,” tambahnya.

Baca Juga: Warta 17 Agustus Mantapkan Posisi Wadah Kreativitas-Edukasi Pemuda

Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA., menyatakan bahwa Untag setiap tahun menyediakan kuota beasiswa bagi pemenang lomba, baik yang diselenggarakan oleh kampus maupun mitra. “Ini bagian dari komitmen Untag dalam pendidikan,” tegasnya.

 

Lomba ini didukung oleh PT Menara Property Development, Komite Seni Budaya Nusantara Jatim, Sketsa Indonesia, dan Ikatan Pelukis Indonesia. Nantinya, karya-karya peserta akan dijadikan inspirasi ornamen di ruang sejarah kawasan Koblen.

 

Baca Juga: Untag Bekali Mahasiswa Integrasi Sistem Keamanan Siber

Terdapat dua kategori lomba: sketsa dan lukis. Juara 1 masing-masing kategori akan menerima Rp1 juta, trophy, piagam, dan beasiswa penuh. Juara 2 mendapat Rp1 juta, trophy, dan piagam; Juara 3 memperoleh Rp750 ribu, trophy, dan piagam.

 

Pendaftaran dibuka 5–18 Mei 2025. Lomba akan digelar pada 25 Mei, pengumuman pemenang 30 Mei, dan penyerahan hadiah 31 Mei di Kampus Untag Surabaya. “Semoga ini menjadi momentum anak muda mencintai sejarah kotanya dan meraih masa depan lewat pendidikan,” tutup Nanang.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.