Sabtu, 26 Sep 2026 02:34 WIB

Lestarikan Sejarah Lewat Lukis Tembok Koblen, Pelajar Bisa Kuliah Gratis di Untag

  • Penulis : Ading
  • | Selasa, 13 Mei 2025 13:54 WIB
Untag Surabaya
Untag Surabaya

selalu.id – Upaya melestarikan warisan budaya terus digalakkan berbagai pihak, termasuk lewat seni. Puri Aksara Rajapatni bekerja sama dengan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menyelenggarakan Lomba Sketsa dan Lukis Tembok Koblen bagi pelajar SMA/sederajat se-Jawa Timur. Para pemenang berkesempatan meraih beasiswa penuh kuliah di Untag Surabaya.

 

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Soroti Peran Civil Society Lawan Korupsi dan Krisis Demokrasi Indonesia

Founder Puri Aksara Rajapatni, Nanang Purwono, menekankan bahwa lomba ini tak hanya wadah ekspresi seni, tetapi juga sarana mengenali sejarah Surabaya. “Tembok Koblen bukan sekadar bangunan tua. Ia adalah saksi bisu perjuangan rakyat dan perubahan zaman. Kami ingin peserta menyelami nilai sejarah di baliknya dan mengekspresikan suasana masa lalu,” ujarnya.

 

Peserta diwajibkan menyertakan unsur Tembok Koblen, imajinasi suasana masa silam, serta penulisan aksara Jawa bertuliskan "Koblen" dalam karya mereka. Sebelum berkarya, peserta akan mengikuti sesi briefing dan observasi langsung di lokasi.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., menyatakan bahwa dukungan terhadap kegiatan ini sejalan dengan semangat nasionalisme Untag. “Menjaga budaya adalah investasi karakter generasi muda. Kami ingin seni dan pendidikan berjalan beriringan,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, juara pertama di masing-masing kategori—sketsa dan lukis—akan menerima beasiswa kuliah penuh, meliputi biaya pendaftaran, DPP, dan SPP selama masa studi. “Kami ingin prestasi seni mendapat pengakuan setara dengan bidang lainnya,” tambahnya.

Baca Juga: Ancaman Spyware Canggih Mengintai, Ketahanan Siber Indonesia Diuji

Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA., menyatakan bahwa Untag setiap tahun menyediakan kuota beasiswa bagi pemenang lomba, baik yang diselenggarakan oleh kampus maupun mitra. “Ini bagian dari komitmen Untag dalam pendidikan,” tegasnya.

 

Lomba ini didukung oleh PT Menara Property Development, Komite Seni Budaya Nusantara Jatim, Sketsa Indonesia, dan Ikatan Pelukis Indonesia. Nantinya, karya-karya peserta akan dijadikan inspirasi ornamen di ruang sejarah kawasan Koblen.

 

Baca Juga: Bersama BPIP, UNTAG Surabaya Perkuat Kurikulum Pancasila

Terdapat dua kategori lomba: sketsa dan lukis. Juara 1 masing-masing kategori akan menerima Rp1 juta, trophy, piagam, dan beasiswa penuh. Juara 2 mendapat Rp1 juta, trophy, dan piagam; Juara 3 memperoleh Rp750 ribu, trophy, dan piagam.

 

Pendaftaran dibuka 5–18 Mei 2025. Lomba akan digelar pada 25 Mei, pengumuman pemenang 30 Mei, dan penyerahan hadiah 31 Mei di Kampus Untag Surabaya. “Semoga ini menjadi momentum anak muda mencintai sejarah kotanya dan meraih masa depan lewat pendidikan,” tutup Nanang.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.