Jumat, 13 Feb 2026 02:18 WIB

Cegah Kekerasan Remaja, LPA Jatim Dorong Rumah Pemulihan Anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Mei 2025 13:18 WIB
Remaja pelaku kekerasan
Remaja pelaku kekerasan

selalu.id - Maraknya kekerasan yang melibatkan remaja, termasuk aksi tawuran di kawasan Tenggumung Karya Lor, Semampir, Surabaya, menjadi perhatian serius pemerhati kebijakan sosial sekaligus pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur.

 

Pengurus LPA Jatim, M Isa Ansori, mengusulkan pendekatan baru berupa pembentukan Rumah Pemulihan Anak (RPA), yakni lembaga berbasis rehabilitasi sosial dan pendidikan karakter bagi anak-anak pelaku kekerasan atau mereka yang kehilangan arah dalam sistem pengasuhan konvensional.

 

“Ini bukan lagi sekadar insiden. Ini alarm bahwa kita sedang menghadapi krisis moral pada anak-anak, terutama remaja,” ujar Isa, Selasa (6/5/2025).

 

Menurut Isa, gejala sosial seperti tawuran, kekerasan terhadap orang tua, hingga penolakan terhadap sekolah menunjukkan bahwa negara tak bisa lagi hanya menunggu laporan.

 

“Negara harus lebih aktif membaca data sosial. Dengan akses ke big data, deteksi dini seharusnya bisa dilakukan,” jelasnya.

 

Isa menegaskan, intervensi terhadap anak-anak dalam kondisi darurat bukan bentuk penghukuman, melainkan perlindungan sebagaimana diatur dalam UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

 

“Anak-anak ini tetap berhak atas pendidikan, kasih sayang, dan lingkungan yang membina karakter. Kalau keluarga tak lagi mampu, negara harus hadir—dengan pelukan yang tegas dan ruang pemulihan yang aman,” tegasnya.

 

Isa menggambarkan RPA bukan sekadar rumah singgah, melainkan lembaga yang menyediakan pendampingan psikologis, pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, hingga penguatan karakter. Penempatan anak di RPA dapat dilakukan melalui rekomendasi psikolog, keputusan pengadilan, atau asesmen pemerintah daerah.

 

“Lembaga ini bisa dibangun melalui kolaborasi lintas sektor: dinas sosial, pendidikan, kepolisian, hingga komunitas,” tambahnya.

 

Sebagai Kota Layak Anak (KLA), Surabaya dinilai memiliki infrastruktur dan komitmen kebijakan yang mendukung realisasi RPA sebagai proyek percontohan nasional.

 

“Surabaya punya potensi untuk menjadi pelopor. Fasilitas seperti rumah singgah, sekolah alternatif, dan layanan konseling sudah ada. Tinggal bagaimana mengonsolidasikannya dalam bentuk yang lebih terstruktur,” terang Isa.

 

Ia juga menyoroti keraguan sejumlah program perlindungan anak dalam mengambil tindakan tegas terhadap perilaku anak yang membahayakan. Menurutnya, dalam kondisi tertentu, ketegasan justru merupakan bentuk kasih sayang.

 

“Sudah saatnya kita memulihkan anak-anak bukan dengan kekerasan yang baru, tapi dengan pendampingan yang disiplin, ramah anak, dan penuh empati,” tandasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Literasi Pajak Dinilai Kurang, Pengusaha Didorong Optimalkan Perencanaan

Struktur perpajakan yang tidak disusun sejak awal berpotensi memengaruhi arus kas dan ruang ekspansi.

Gubernur Khofifah Bantah Tudingan Mantan Ketua DPRD Jatim soal Fee Dana Hibah Jatim

Di hadapan majelis hakim, Khofifah menekankan bahwa tudingan tersebut tidak benar dan tidak pernah terjadi.

Khofifah di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim: Sampaikan Maaf dan Tegaskan Kooperatif

Khofifah meminta maaf karena tidak dapat hadir pada panggilan sebelumnya dan menegaskan sikap kooperatifnya dalam proses hukum.

Isak Tangis Iringi Pemakaman Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono di TPU Keputih

Iring-iringan jenazah Cak Awi tiba di TPU Keputih sekitar pukul 14.30 WIB. Prosesi pemakaman berlangsung haru dan dihadiri oleh keluarga, kerabat hingga kader.

Gubernur Khofifah Penuhi Panggilan KPK dalam Kasus Korupsi Dana Hibah Jatim

Kedatangan Khofifah disambut dengan salawat oleh ratusan anggota barisan gus, santri, dan muslimat yang berada di sekitar lokasi pengadilan.

Tangis Haru Lepas Kepergian Adi Sutarwijono di Gedung DPRD Surabaya

Prosesi pelepasan diawali dengan pembacaan riwayat hidup almarhum oleh Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah.