Kamis, 04 Jun 2026 05:21 WIB

Isak Tangis Iringi Pemakaman Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono di TPU Keputih

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 12 Feb 2026 16:41 WIB
Prosesi pemakaman Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono atau Cak Awi di TPU Keputih Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
Prosesi pemakaman Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono atau Cak Awi di TPU Keputih Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Jenazah Ketua DPRD Kota Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono alias Cak Awi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, usai mendapat penghormatan terakhir di Gedung DPRD Surabaya, Kamis (12/2/2026).

Iring-iringan jenazah Cak Awi tiba di TPU Keputih sekitar pukul 14.30 WIB. Prosesi pemakaman berlangsung haru dan dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan teman seperjuangan.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Ratusan kader PDI Perjuangan tampak menghantarkan Cak Awi, semenjak dari Rumah Duka Grand Heaven Surabaya, Penghormatan Terakhir di Gedung DPRD Kota Surabaya, hingga tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Keputih.

Sejumlah pejabat juga terlihat menghadiri proses pemakaman Cak Awi, seperti Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, dan Mantan Menteri Sosial sekaligus Mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Tidak sedikit pula teman seperjuangan Cak Awi di DPRD Kota Surabaya hadir, seperti Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Gerindra, Bachtiar Rifai, dan masih banyak lagi.

“Syukur, puji Tuhan, Mas Awi hari ini sudah dimakamkan di Keputih. Tadi didoakan dan banyak yang menghadiri pemakaman. Doa kami semuanya, semoga Mas Awi diberikan tempat paling mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi Eri usai pemakaman.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Menurut Eri, almarhum meninggalkan pesan agar perjuangan untuk masyarakat, khususnya masyarakat miskin, terus dilanjutkan.

“Beliau berpesan agar kita terus berjuang untuk masyarakat miskin. Itu tidak hanya disampaikan kepada saya, tetapi juga kepada anggota DPRD lainnya,” katanya.

Eri menambahkan, sejumlah capaian pembangunan di Surabaya merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah kota dan DPRD, termasuk kontribusi almarhum selama menjabat Ketua DPRD.

“Ketika kemiskinan turun, stunting menurun, dan pembangunan berjalan, itu hasil kerja bersama pemerintah daerah dan DPRD,” jelasnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Pada kesempatan itu, Eri juga menyampaikan permohonan maaf apabila semasa hidup almarhum terdapat kekhilafan dalam menjalankan tugas.

“Atas nama keluarga dan pemerintah kota, kami mohon maaf apabila ada salah dan khilaf. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan,” tuturnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.