Selasa, 03 Feb 2026 20:52 WIB

Didukung Pemerintah Kota dan Masyarakat, PGN SOR III Bangun Jargas 44.000 SR di Surabaya

PGN SOR III
PGN SOR III

selalu.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) SOR III melakukan percepatan pemenuhan akses masyarakat luas terhadap gas bumi dengan membangun jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kota Surabaya. Pada tahun 2025-2026, PGN menargetkan ada sekitar 44.000 sambungan gas rumah tangga (SR) yang akan terbangun dan teraliri gas (gas in).

Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya, upaya percepatan pembangunan jargas dilakukan guna menekan angka impor dan subsidi elpiji. Hingga Maret 2025, PGN SOR III telah mengalirkan gas bumi ke 202.016 pelanggan. Perinciannya, 201.564 pelanggan rumah tangga dan 451 pelanggan komersial.

Baca Juga: Dukung Operasional 24 Jam, PGN Pastikan Pasokan Gas ke RSUP Dr. Sardjito

“Seiring dengan animo masyarakat sangat besar, mulai tahun ini PGN SOR III kembali membangun jargas di kota pahlawan ini sebanyak 44.000 SR dengan dana internal PGN,” ungkap Hedi Hedianto selaku General Manager PGN SOR III saat dengar pendapat dengan Pemkot Surabaya beberapa waktu yang lalu.

Menurut Hedi, dukungan dari Pemerintah Kota Surabaya penting bagi PGN demi kelancaran pembangunan jargas. “Dari hasil pertemuan yang kami lakukan, kami bersyukur Pemkot Surabaya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dan akan mensupport kegiatan ini. Baik dalam hal sosialisasi, mendorong masyarakat untuk mau beralih menggunakan produk gas bumi maupun terkait dengan proses konstruksi pipa jaringan gas bumi PGN di Kota Surabaya,” ujarnya.

Baca Juga: Libur Nataru 2026, BPH Migas dan PGN Jamin Keandalan Gas Bumi di Jatim

Dengan dukungan tersebut, ia berharap proyek pembangunan pipa jargas PGN tersebut bisa selesai lebih cepat dari target di tahun 2025 dan 2026, agar akses masyarakat terhadap energi bersih gas bumi bisa lebih luas lagi. Terlebih penggunaan gas bumi ini lebih ramah lingkungan, lebih efisien dan lebih praktis serta aman. “Gas bumi ini lebih nyaman, lebih praktis untuk ibu-ibu memasak di rumah maupun untuk usaha kecilnya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Pemkot Surabaya, Ikhsan mengatakan sangat senang dan mendukung program ini karena banyak masyarakat yang menunggu

Baca Juga: Infrastruktur Offtake Tandes Perkuat Layanan Gas Bumi Surabaya

“Warga banyak yang menunggu, bahkan kemarin mereka sempat mempertanyakan, kapan jaringan gas PGN kembali dibangun. Tetapi harapan kami, pembangunannya nanti diprioritaskan di perkampungan agar masyaraakt kecil terbantu,” ujar Ikhsan.

Ia juga yakin Walikota Surabaya Eri Cahyadi juga akan memberikan dukungan penuh karena keinginan Walikota Surabaya adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menambah penghasilan dan mengurangi pengeluaran. “Kalau menggunakan gas bumi lebih irit, maka pengeluaran akan lebih kecil dan masyarakat bisa menabung. Semoga program ini bisa segera terlaksana,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.