Jumat, 05 Jun 2026 09:27 WIB

Pemkot Surabaya Bentuk Koperasi Merah Putih, 10 Kelurahan Jadi Proyek Percontohan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 01 Mei 2025 13:16 WIB
Musyawarah Kelurahan Khusus (Muskelkus)
Musyawarah Kelurahan Khusus (Muskelkus)

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukkan keseriusannya membentuk koperasi di tingkat kelurahan dengan menggelar Musyawarah Kelurahan Khusus (Muskelkus) pembentukan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Tambakrejo, Rabu (30/4/2025).

Acara yang digelar di kantor Kelurahan Tambakrejo ini dihadiri oleh Direktur Dana Desa, Insentif, Otonomi Khusus, dan Keistimewaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jaka Sucipta, serta Staf Ahli Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan Sugeng Santoso.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati, menyampaikan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan bagian dari program di 153 kelurahan di Surabaya. Sebagai tahap awal, Pemkot memilih 10 kelurahan sebagai proyek percontohan.

“Kami menargetkan seluruh kelurahan sudah memiliki koperasi pada 12 Juli mendatang, bertepatan dengan Hari Koperasi,” ujar Dewi.

Adapun 10 kelurahan pilot project yang sebelumnya telah memiliki kegiatan padat karya adalah Mojo, Babat Jerawat, Tanah Kali Kedinding, Ngagel Rejo, Tandes, Semolowaru, Penjaringansari, Tambakrejo, Manukan Wetan, dan Ketintang. Melalui Koperasi Merah Putih, kegiatan padat karya tersebut akan dikembangkan lebih lanjut.

“Koperasi Merah Putih akan memiliki struktur operasional yang jelas, termasuk pengawasan dari lurah dan sistem pengelolaan yang terukur,” jelasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

Dewi menambahkan, koperasi ini akan difokuskan pada tujuh bidang utama sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, seperti sembako, klinik, apotek, dan co-op store. Namun, penyesuaian dilakukan sesuai kebutuhan lokal. Kelurahan Tambakrejo, misalnya, akan fokus pada distribusi sembako karena sebelumnya telah menjadi operator Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Beberapa kelurahan juga telah menjalankan program padat karya untuk pengadaan sembako, seragam, dan paving, sehingga model koperasi menyesuaikan dengan potensi tersebut,” kata Dewi.

Untuk mendukung keberlanjutan program, Pemkot akan menyediakan pelatihan dan pendampingan. Sementara itu, pembiayaan koperasi akan didukung Bank Tabungan Negara (BTN), dengan nilai menyesuaikan hasil Muskel di masing-masing kelurahan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pameran Cross Musea Pertiwi 2026, Hadirkan Pengalaman Berbasis AI

Soal keanggotaan, Dewi menegaskan bahwa sepenuhnya ditentukan lewat musyawarah di tingkat kelurahan. “Tidak ada paksaan. Teknis keanggotaan dan pengelolaan diserahkan kepada hasil musyawarah,” katanya.

Dewi berharap Koperasi Merah Putih dapat memberikan manfaat nyata dan memperluas fungsi koperasi di masyarakat. “Koperasi bukan hanya soal simpan pinjam, tapi juga kegiatan ekonomi riil yang berdampak langsung,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.