Senin, 20 Jul 2026 07:04 WIB

Anggota Komisi VII DPR RI Usulkan Transportasi Massal Menuju Situs Majapahit

  • Penulis : Ading
  • | Rabu, 16 Apr 2025 16:53 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Sukartono saat mengunjungi Museum Trowulan
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Sukartono saat mengunjungi Museum Trowulan

selalu.id - Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menyimpan jejak kejayaan Kerajaan Majapahit, kerajaan besar Asia Tenggara pada abad ke-13 hingga 15. Namun, aksesibilitas menuju situs-situs bersejarah di Trowulan, khususnya Museum Majapahit, masih menjadi kendala bagi pengembangan pariwisata sejarah di kawasan ini.

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Sukartono (BHS), dalam kunjungannya ke Museum Majapahit dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI (BPKW XI) Jatim, mengusulkan pembangunan infrastruktur transportasi massal untuk mengatasi permasalahan ini.

BHS menekankan pentingnya konektivitas transportasi publik yang langsung terhubung dari Surabaya Raya menuju Trowulan. Menurutnya, akses yang mudah akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Tanggul Lumpur Lapindo Kritis, Ancam Keselamatan hingga Perekonomian

"Museum Majapahit dan situs-situs lainnya menyimpan nilai sejarah yang luar biasa. Kerajaan Majapahit merupakan warisan budaya bangsa yang perlu dijaga dan dipromosikan secara optimal," ujar BHS.

Ia menambahkan bahwa kemudahan akses akan mendorong kunjungan studi sejarah dari sekolah-sekolah di Jawa Timur, sehingga pembelajaran sejarah dapat dilakukan secara langsung di lokasi, meningkatkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Ketiadaan transportasi massal yang memadai saat ini menjadi penghambat utama bagi potensi wisata edukatif Trowulan. BHS menyoroti pentingnya pembangunan terminal atau sistem transportasi publik yang menghubungkan Surabaya Raya dengan Trowulan secara langsung.

Baca Juga: Nama Politisi PDI Perjuangan Terseret Pusaran Korupsi BSPS Sumenep

"Bayangkan, kerajaan sebesar Majapahit yang pernah berjaya di dunia, akses menuju situs bersejarahnya masih terbatas," kata BHS.

Ia berharap usulan ini dapat segera direalisasikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Lebih lanjut, BHS optimistis bahwa pengembangan transportasi publik akan menjadikan Trowulan sebagai pusat wisata edukatif sejarah kelas dunia. Dengan akses yang mudah, situs-situs bersejarah di Trowulan dapat dikunjungi oleh lebih banyak orang, meningkatkan perekonomian lokal, dan memperkenalkan kebanggaan Indonesia pada dunia internasional.

Baca Juga: Ali Mufthi Ajak Santri Teladani Perjuangan KH Sholeh Nahrawi Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

"Trowulan memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi destinasi wisata sejarah unggulan, asalkan didukung oleh infrastruktur yang memadai," tegas BHS.

Ia berharap, usulan ini akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan berbagai pihak terkait untuk segera mewujudkan Trowulan sebagai destinasi wisata sejarah yang mudah dijangkau dan membanggakan. Pengembangan ini tidak hanya akan meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga melestarikan warisan budaya bangsa untuk generasi mendatang.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.