Sabtu, 05 Sep 2026 18:34 WIB

Dituding Armuji Tahan Ijazah Karyawan, Begini Respon Diana

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 13 Apr 2025 13:00 WIB

Selalu.id – Pengusaha Surabaya, Jan Hwa Diana, membantah tuduhan telah menahan ijazah karyawannya seperti yang disampaikan oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada Rabu (9/4) lalu di gudang CV SS, kawasan Margomulyo, Surabaya.

Dalam sidaknya, Armuji menyoroti dugaan penahanan ijazah seorang mantan pegawai oleh perusahaan tersebut. Menurutnya, hal itu melanggar Undang-undang Ketenagakerjaan yang secara tegas melarang perusahaan menahan ijazah karyawan, terutama yang telah mengundurkan diri.

Baca Juga: Gempa NTT Bikin Kiriman Uang Mahasiswa di Surabaya Tersendat, PDIP Buka Posko Bantuan

Namun, Diana dengan tegas membantah tudingan itu. “Tidak, tidak pernah menahan ijazah karyawan,” ujarnya saat ditemui di kawasan Surabaya Barat, Minggu (12/4/2025),

Diana juga menyatakan tidak mengenal karyawan yang datang bersama Armuji saat sidak dan mengaku ijazahnya ditahan. “Saya nggak kenal orang itu,” ujarnya.

Ia meminta agar tuduhan terhadapnya diusut melalui jalur yang resmi. “Kita ini negara hukum. Kalau memang saya dianggap bermasalah, ya ada jalurnya ke Disnaker atau ke pengadilan industri,” ujarnya.

Diana mengaku pernah menerima undangan mediasi dari Disnaker pada November 2024 lalu, namun menilai undangan tersebut tidak sah karena kesalahan dalam penulisan nama dan alamat, sehingga ia dan suaminya memutuskan tidak hadir.

Ia juga menjelaskan bahwa CV SS bukan milik pribadinya, melainkan milik keluarga, dan dirinya enggan membeberkan lebih jauh soal posisinya di perusahaan tersebut. “Yang jelas, berita saya menahan ijazah itu tidak benar. Itu saja,” tegasnya.

Terkait lokasi sidak, Diana menyebut gudang di Margomulyo tersebut hanya digunakan sebagai tempat pinjam pakai, bukan milik pribadi atau perusahaan. “Jadi jelas, Armuji salah alamat,” katanya.

Baca Juga: Soal Foto Armuji Tak Dipasang di Poster Soekarno Cup 2026, Begini Jawaban Halus Panitia

Tak hanya membantah, Diana juga mengambil langkah hukum dengan melaporkan Armuji ke Polda Jawa Timur. Ia menuduh Armuji melakukan pencemaran nama baik melalui konten media sosial yang diunggah usai sidak, termasuk menyebarkan foto dirinya dan suami tanpa izin serta menyebut dirinya sebagai bandar narkoba.

“Spesifiknya karena memasang foto saya dan suami tanpa izin dan menggiring opini publik. Saya bahkan dituduh sebagai bandar narkoba. Bisa dicek gudangnya, tidak ada apa-apa di situ,” ujarnya.

Diana menambahkan bahwa ia tak pernah diundang secara resmi untuk mediasi oleh Armuji dan hanya menerima telepon dari nomor tak dikenal saat berada di luar kota.

"Saya sempat bilang penipu karena saya pikir itu modus penipuan, mengingat maraknya penipuan lewat telepon,” jelasnya.

Baca Juga: Ketika Foto Armuji Tak Dimasukkan dalam Poster Soekarno Cup 2026, Ada Apa dengan PDIP?

Lebih lanjut, Diana menyayangkan tindakan Armuji yang menurutnya telah menciptakan iklim bullying di masyarakat. Ia mengaku keluarganya menjadi sasaran teror dan ujaran kebencian akibat konten tersebut.

“Anak-anak saya jadi korban bullying. Bapak menciptakan tradisi bullying. Saya juga rakyat kecil, Pak. Anda mengaku pemimpin Surabaya, tapi berkata kasar kepada saya di telepon,” ungkapnya.

Di sisi lain, Armuji menyatakan siap menghadapi laporan tersebut dan mengancam akan melaporkan balik Diana atas tuduhan yang dilontarkan terhadap dirinya.

"Nggak masalah (dilaporkan), saya nyantai saja. Artinya, (Diana) justru berkata-kata tidak senonoh dan menuduh saya penipu, itu nanti yang kita jadikan laporan balik,” kata Armuji

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.