Senin, 02 Feb 2026 06:59 WIB

Barisan Aktivis '98 Surabaya Tolak UU TNI yang Baru Disahkan di Depan Grahadi

Aktivis 98 di massa aksi tolak dwi fungsi TNI
Aktivis 98 di massa aksi tolak dwi fungsi TNI

selalu.id – Andreas Pardede, aktivis ‘98 dan mantan komisioner Bawaslu Jawa Timur, menyatakan dukungannya terhadap aksi penolakan mahasiswa terhadap Undang-Undang TNI yang baru disahkan. Pardede menilai penolakan tersebut tepat dan selaras dengan sejarah Indonesia. 

Ia menekankan trauma mendalam yang dialami rakyat Indonesia akibat dwi fungsi ABRI pada era Orde Baru. "Rakyat Indonesia sudah trauma dengan dwi fungsi ABRI," ujar Pardede kepada selalu.id saat dijumpai ditengah-tengah masa aksi demo, Senin (24/3/2025). 

Ia menjelaskan bahwa dwi fungsi ABRI telah melahirkan berbagai kejahatan kemanusiaan, termasuk penculikan, pembunuhan, dan pembantaian di berbagai wilayah, seperti Papua, Lampung, dan Jawa Timur.  Pardede mencontohkan kasus penculikan dan pembunuhan aktivis mahasiswa serta kasus buruh Marsinah yang disiksa dan dibunuh sebagai dampak langsung dari dwi fungsi militer.

Pardede juga mengingatkan bahwa dwi fungsi militer melahirkan rezim militeristik yang menggunakan kekerasan dan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.  "Kasus Marsinah, seorang aktivis buruh yang memperjuangkan kesejahteraan pekerja, menjadi bukti nyata kekejaman rezim tersebut," paparnya. 

Pardede menegaskan bahwa penghapusan dwi fungsi ABRI merupakan langkah penting untuk mencegah terulangnya tragedi masa lalu dan memastikan tegaknya supremasi sipil.  Ia mendukung upaya mahasiswa untuk memastikan TNI kembali ke barak dan tidak terlibat dalam urusan sipil.

Meski begitu, Pardede berharap agar UU TNI yang baru tidak mengulang kesalahan masa lalu dan memastikan perlindungan hak asasi manusia bagi seluruh warga negara.

Baca Juga: Dua Hari Duduki Grahadi, Ratusan Karyawan PT Pakerin Tuntut Upah Dibayar

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.