Senin, 02 Feb 2026 00:25 WIB

Video Internal PDIP Surabaya Soal Dana Kampanye Eri-Armuji Bocor

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 18 Mar 2025 16:17 WIB
Video internal dana kampanye Eri-Armuji bocor
Video internal dana kampanye Eri-Armuji bocor

selalu.id – Viral sebuah video bocoran yang berisi pernyataan Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya, Achmad Hidayat, mengungkap dugaan penyalahgunaan dana kampanye Pilkada 2020 oleh internal PDIP Surabaya.

Dalam rekaman yang beredar luas di akun TikTok @menyala_viralku, Achmad menyebut bahwa dana sebesar Rp2 miliar yang seharusnya digunakan untuk menggerakkan mesin partai justru disalurkan tanpa transparansi dan diduga disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Dalam video tersebut, Achmad mengungkap bahwa dana kampanye yang diberikan oleh Wali Kota Surabaya saat itu, Eri Cahyadi, telah diserahkan ke kantor DPC PDIP Surabaya. Namun, tanpa melalui mekanisme rapat resmi, dana tersebut justru dialihkan ke rekening pribadi seseorang yang beralamatkan di Jalan Panglima Sudirman.

Akibatnya, bantuan yang seharusnya digunakan untuk menggerakkan struktur partai dari tingkat DPC, PAC, hingga ranting, tidak tersalurkan sebagaimana mestinya.

"Dana itu seharusnya digunakan untuk mendukung kampanye dan memperkuat kader partai. Tapi faktanya, tidak pernah dibahas dalam rapat partai, dan akhirnya struktur di bawah harus berjuang dengan cara mereka sendiri," ujar Achmad dalam video tersebut.

Lebih lanjut, ia juga menyebut bahwa sebagian dari dana tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pihak di luar struktur partai. Ia menyoroti bagaimana bantuan kampanye di wilayah tertentu justru mengalir ke orang-orang yang tidak lagi menjadi bagian dari PDIP, bahkan ada yang mencalonkan diri melalui partai lain.

Tak hanya soal dana kampanye, Achmad juga menyinggung dugaan penyimpangan dalam pengadaan seragam partai dan laptop untuk kader PDIP Surabaya.

Ia mengungkap bahwa pengadaan seragam senilai Rp867 juta pada 2021 dilakukan tanpa proses yang transparan. Bahkan, banyak seragam yang tidak sesuai ukuran sehingga perlu diperbaiki dengan dana tambahan.

Sementara itu, pengadaan laptop di 31 kecamatan pada 2022 juga bermasalah. Menurut Achmad, banyak perangkat yang mengalami kerusakan hanya dalam hitungan bulan. Setelah ditelusuri, pengadaan tersebut ternyata dilakukan oleh seseorang yang masih memiliki hubungan keluarga dengan pejabat partai.

"Kami menemukan bahwa laptop-laptop itu merupakan barang bekas yang hanya diganti casing-nya. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata pihak yang mengadakan adalah putra dari Sekretaris DPC," lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Achmad menegaskan bahwa ia siap bertanggung jawab atas semua yang diungkapkannya. Ia juga menyoroti bagaimana ada upaya untuk melemahkan struktur partai dan menyerang pihak-pihak tertentu menjelang Konferensi Cabang PDIP Surabaya.

Saat dikonfirmasi oleh selalu.id, Achmad Hidayat tak ingin berkomentar lebih lanjut mengenai hal tersebut. Namun, ia membenarkan bahwa video yang beredar memang menampilkan dirinya.

"No komen. Iya, itu saya," singkatnya saat ditemui di Kantor DPRD Surabaya, Selasa (18/3/2025).

Baca Juga: Sambil Ingatkan Ancaman Provokasi, Eri–Armuji Pamer Kekompakan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.