Selasa, 03 Feb 2026 16:44 WIB

Mentan Sidak Minyakita di Surabaya, Ini Temuannya

Sidak Minyakita Menteri Pertanian
Sidak Minyakita Menteri Pertanian

selalu.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, bersama Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Letjen TNI (Purn) AM Putranto dan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tambahrejo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (14/3). 

Sidak yang juga melibatkan Satgas Pangan ini membongkar praktik kecurangan takaran minyak goreng Minyakita yang dilakukan tujuh perusahaan. Hasil sidak menunjukkan bahwa tujuh perusahaan tersebut terbukti mengurangi takaran minyak goreng Minyakita dalam kemasan yang seharusnya berukuran satu liter. 

"Ada yang hanya berisi 700 ml, ada juga yang 900 ml," ungkap Mentan Amran kepada wartawan seusai sidak. 

Praktik ini jelas melanggar ketetapan pemerintah tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita sebesar Rp15.700 per liter. Mentan Amran mengecam keras praktik kecurangan tersebut.  Ia menilai tindakan ini merugikan masyarakat dan meminta Satgas Pangan untuk menindak tegas para pelaku.  "Ini bentuk kecurangan yang tidak bisa ditoleransi," tegasnya. 

Senada dengan Mentan, Kepala KSP AM Putranto menekankan pentingnya kejujuran dalam distribusi bahan pokok dan mendesak pemberian sanksi tegas bagi para pelanggar.  "Ini pencurian, jelas-jelas merugikan rakyat," tegas Putranto.

Wamentan Sudaryono menambahkan bahwa temuan ini baru sebatas pada volume minyak, dan belum mencakup aspek kualitas.  "Kita akan cek kualitasnya juga. Jangan sampai ada kecurangan lain yang tersembunyi," ujarnya. 

Ia mengecam tindakan para produsen yang telah mencurangi takaran Minyakita dan menyebut mereka sebagai pengusaha serakah yang memanfaatkan penderitaan rakyat.

Sementara itu, Brigjen Pol Djoko Prihadi dari Satgas Pangan Mabes Polri menyatakan bahwa Bareskrim Polri telah menindaklanjuti temuan ini secara menyeluruh. 

"Kami sudah bergerak ke seluruh pasar untuk sidak, terutama terkait Minyakita.  Saat ini sudah ada 10 tersangka di seluruh Indonesia. Tujuh perusahaan yang terlibat dalam kasus Surabaya ini akan kami telusuri lebih lanjut untuk melihat apakah ada jaringan yang lebih luas," jelasnya.

Djoko memastikan akan menindak tegas para pelanggar untuk melindungi masyarakat. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menyampaikan keprihatinannya atas temuan ini dan memberikan apresiasi terhadap langkah tegas yang diambil oleh Mentan dan Wamentan. 

"Masyarakat sudah membayar sesuai HET, tetapi volumenya kurang.  Kami serahkan ke Satgas Pangan untuk tindakan lebih lanjut dan akan melakukan pengecekan serupa di pasar lain," ujarnya.  

Baca Juga: Khawatir Keamanan dan Banjir, Warga Protes Rencana Pembangunan Jembatan Sukolilo

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.