Sabtu, 13 Jun 2026 16:50 WIB

Keponakan Mantan Wali Kota Surabaya Sunarto Bersaing Posisi Sekda, Pengamat: Modal Sosial Kuat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 13 Mar 2025 15:42 WIB
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Lilik Arijanto
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Lilik Arijanto

selalu.id - Empat nama muncul bersaing merebut kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya di ajang adu gagasan visi misi di lelang jabatan yang digelar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Empat kandidat tersebut adalah Kepala Satpol PP Surabaya (M Fikser), Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan (Irvan Widyanto) dan (Sekda saat ini) Ikhsan.

Kemudian, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Lilik Arijanto, yang namanya semakin diperhitungkan dan kuat duduk di kursi jabatan ketiga paling tinggi di Pemkot.

Terlebih lagi, Lilik Arijanto bukan hanya terkenal sebagai birokrat senior berpengalaman di Pemerintahan Kota Surabaya. Ternyata, dia memiliki darah kerabat atau ponakan mantan Wali Kota Surabaya ke 13 periode 1994-2002 Sunarto Sumoprawiro.

Sunarto, paman Lilik, adalah sosok yang sangat dikenang dalam sejarah kepemimpinan Surabaya.

Singkat cerita, Cak Sunarto sapaan akrabnya dikenal dengan dekat dengan rakyat, beliau dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat kecil, terutama Pedagang Kaki Lima (PKL).

Karena kepeduliannya yang besar, ia bahkan mendapat julukan “Bapake PKL”. Namun, kebijakan pro-rakyat ini juga memiliki dimasa kepemimpinannya, jumlah PKL di Surabaya makin banyak, yang membuat beberapa area kota terlihat kurang tertata.

Tak hanya itu, warisan besar yang masih bisa dirasakan hingga sekarang, salah satunya adalah pembangunan Masjid Al-Akbar Surabaya, yang kini menjadi masjid terbesar kedua di Indonesia.

Selain itu, Cak Narto juga berperan dalam proyek perumahan Pantai Mentari serta turut mendorong perkembangan sepak bola di Surabaya sebagai Presiden Persebaya. Bahkan, Persebaya bisa menjuarai Liga dan disebut sebagai bapak'e Bonek.

Sayangnya, pada 2001, beliau mengalami masalah kesehatan serius hingga harus menjalani perawatan di Melbourne, Australia.

Karena ketidakhadirannya yang lama, DPRD Surabaya akhirnya memberhentikannya dari jabatan wali kota pada 2002. Beliau wafat pada 2003 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan 10 November Surabaya.

Sebagai keluarga dari Cak Narto, Lilik Arijanto tentu membawa nilai historis tersendiri. Namun, bukan hanya faktor keluarga yang membuat namanya diperhitungkan.

Pengalamannya di birokrasi dan kepemimpinannya dalam berbagai posisi strategis menjadi modal utama yang ia bawa dalam kontestasi Sekda Surabaya. Terlebih lagi dia sudah menjabat dua kali menduduki kepala Dinas atau Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II.

Menurut Pengamat Politik Universitas Madura Trujonoyo (UTM) Surokim Abdussalam, jabatan Sekda bukan hanya soal teknis pemerintahan, tetapi juga membutuhkan berbagai modal sosial, politik, ekonomi, hingga kultural.

“Sekda Kota Surabaya harus punya modal lengkap individual, sosial, politik, ekonomi, kultural, dan simbolik. Siapa yang mampu memenuhi semua modal tersebut akan punya peluang lebih kuat untuk terpilih,” ujar Surokim, kepada selalu.id, Kamis (14/3/2025).

Surokim menilai, pemilihan Sekda tidak hanya ditentukan di tingkat daerah, tetapi juga melibatkan pertimbangan pusat. Sebab itu, kandidat harus memantaskan diri dan menunjukkan kapabilitas yang lebih unggul dibanding pesaingnya.

Lilik, kata dia, memang punya hubungan keluarga dengan dengan Sunarto bisa menjadi modal sosial. Namun, hal itu saja tidak cukup.

"Pak Lilik punya modal sosial yang kuat, tetapi tetap harus memperkuat modal lainnya karena para kompetitor juga sedang memperkuat posisi mereka. Modal itu yang disebut sebagai relasi kuasa,” pungkasnya.

Baca Juga: Pasar Surya Berstatus Perseroda, Pemkot Rombak Sistem dan Lelang Direksi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Semarak Piala Dunia 2026, Warga Desa Medali di Mojokerto Pasang 48 Bendera Kontestan

Sebanyak 48 bendera yang berlaga di piala dunia itu didapatkan dari anggaran yang diperoleh dari iuran secara sukarela.

Sekretariat DPRD Jatim Kembangkan Tanaman Hidroponik, Sri Wahyuni Mengapresiasi

Di area depan ruangan Fraksi PDI-P, terlihat deretan tanaman hidroponik yang ditanam menggunakan media pipa paralon tersusun rapi.

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

Kapolres Probolinggo juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di SPKT agar mengedepankan sikap ramah, responsif, dan berorientasi pada solusi.

Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut," ungkap Sigit.

Lagi Asyik Latihan Musik, Motor Pemuda di Mojokerto Dicuri Maling

Sebelum beraksi, pelaku datang dua kali, pertama memantau keadaan dan dua kali motor langsung dibawa kabur.