Senin, 02 Feb 2026 19:11 WIB

Rekrutmen Dirut KBS Dinilai Abaikan Konservasi, Begini Sikap Pemerhati Satwa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 13 Mar 2025 14:04 WIB
Pemerhati satwa Singky Soewadji
Pemerhati satwa Singky Soewadji

selalu.id - Pemerhati satwa sekaligus konservasionis Singky Soewadji menyoroti proses seleksi Direktur Utama Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang dinilainya tidak transparan dan kurang mengutamakan aspek konservasi.

Menurutnya, pemilihan pemimpin KBS seharusnya berfokus pada pengalaman di bidang konservasi, bukan sekadar kemampuan manajerial.

“Seorang direktur harus memiliki pengalaman minimal tiga tahun di dunia konservasi. Jangan hanya mempertimbangkan aspek akademis atau administratif. Konservasi itu butuh pengalaman lapangan yang matang,” ujar Singky, Kamis (14/3/2025).

Mantan Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) ini menegaskan bahwa kebun binatang bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga lembaga yang berperan dalam edukasi dan pelestarian satwa langka.

“Kalau pemimpinnya tidak paham konservasi, bagaimana bisa memastikan kesejahteraan satwa dan keberlanjutan program konservasi di KBS?” tambahnya.

Singky juga mengkritik keberadaan Dewan Pengawas KBS yang menurutnya kurang memiliki pemahaman mendalam tentang konservasi.

“Kalau yang mengawasi dan yang diawasi sama-sama tidak paham konservasi, bagaimana KBS bisa berkembang sesuai fungsinya? Contohnya, ada taman bunga plastik di dalam KBS. Ini kebun binatang atau tempat dekorasi?” sindirnya.

Lebih lanjut, Singky mendesak Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, untuk melibatkan seorang konservasionis dalam proses seleksi Direktur Utama KBS.

Ia bahkan menyatakan kesiapannya jika diminta untuk membantu proses seleksi melalui lelang jabatan yang transparan dan disiarkan secara langsung di media sosial.

“Saya siap jika dipanggil oleh Pak Wali Kota. Tidak perlu undangan resmi, cukup panggil, kita bisa bahas bagaimana cara terbaik memilih pemimpin KBS yang benar-benar berkompeten di bidang konservasi,” pungkasnya.

Baca Juga: Tiket KBS Berpotensi Naik 2026, Manajemen Ajukan Skema Rp20–25 Ribu

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir, hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.