Kamis, 04 Jun 2026 07:32 WIB

Rekrutmen Dirut KBS Dinilai Abaikan Konservasi, Begini Sikap Pemerhati Satwa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 13 Mar 2025 14:04 WIB
Pemerhati satwa Singky Soewadji
Pemerhati satwa Singky Soewadji

selalu.id - Pemerhati satwa sekaligus konservasionis Singky Soewadji menyoroti proses seleksi Direktur Utama Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang dinilainya tidak transparan dan kurang mengutamakan aspek konservasi.

Menurutnya, pemilihan pemimpin KBS seharusnya berfokus pada pengalaman di bidang konservasi, bukan sekadar kemampuan manajerial.

“Seorang direktur harus memiliki pengalaman minimal tiga tahun di dunia konservasi. Jangan hanya mempertimbangkan aspek akademis atau administratif. Konservasi itu butuh pengalaman lapangan yang matang,” ujar Singky, Kamis (14/3/2025).

Mantan Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) ini menegaskan bahwa kebun binatang bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga lembaga yang berperan dalam edukasi dan pelestarian satwa langka.

“Kalau pemimpinnya tidak paham konservasi, bagaimana bisa memastikan kesejahteraan satwa dan keberlanjutan program konservasi di KBS?” tambahnya.

Singky juga mengkritik keberadaan Dewan Pengawas KBS yang menurutnya kurang memiliki pemahaman mendalam tentang konservasi.

“Kalau yang mengawasi dan yang diawasi sama-sama tidak paham konservasi, bagaimana KBS bisa berkembang sesuai fungsinya? Contohnya, ada taman bunga plastik di dalam KBS. Ini kebun binatang atau tempat dekorasi?” sindirnya.

Lebih lanjut, Singky mendesak Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, untuk melibatkan seorang konservasionis dalam proses seleksi Direktur Utama KBS.

Ia bahkan menyatakan kesiapannya jika diminta untuk membantu proses seleksi melalui lelang jabatan yang transparan dan disiarkan secara langsung di media sosial.

“Saya siap jika dipanggil oleh Pak Wali Kota. Tidak perlu undangan resmi, cukup panggil, kita bisa bahas bagaimana cara terbaik memilih pemimpin KBS yang benar-benar berkompeten di bidang konservasi,” pungkasnya.

Baca Juga: Info Rek! Parkir Kebun Binatang Surabaya Bakal Seperti Gerbang Tol Lho..

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.