Selasa, 21 Jul 2026 17:56 WIB

Rekrutmen Dirut KBS Dinilai Abaikan Konservasi, Begini Sikap Pemerhati Satwa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 13 Mar 2025 14:04 WIB
Pemerhati satwa Singky Soewadji
Pemerhati satwa Singky Soewadji

selalu.id - Pemerhati satwa sekaligus konservasionis Singky Soewadji menyoroti proses seleksi Direktur Utama Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang dinilainya tidak transparan dan kurang mengutamakan aspek konservasi.

Menurutnya, pemilihan pemimpin KBS seharusnya berfokus pada pengalaman di bidang konservasi, bukan sekadar kemampuan manajerial.

“Seorang direktur harus memiliki pengalaman minimal tiga tahun di dunia konservasi. Jangan hanya mempertimbangkan aspek akademis atau administratif. Konservasi itu butuh pengalaman lapangan yang matang,” ujar Singky, Kamis (14/3/2025).

Mantan Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) ini menegaskan bahwa kebun binatang bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga lembaga yang berperan dalam edukasi dan pelestarian satwa langka.

“Kalau pemimpinnya tidak paham konservasi, bagaimana bisa memastikan kesejahteraan satwa dan keberlanjutan program konservasi di KBS?” tambahnya.

Singky juga mengkritik keberadaan Dewan Pengawas KBS yang menurutnya kurang memiliki pemahaman mendalam tentang konservasi.

“Kalau yang mengawasi dan yang diawasi sama-sama tidak paham konservasi, bagaimana KBS bisa berkembang sesuai fungsinya? Contohnya, ada taman bunga plastik di dalam KBS. Ini kebun binatang atau tempat dekorasi?” sindirnya.

Lebih lanjut, Singky mendesak Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, untuk melibatkan seorang konservasionis dalam proses seleksi Direktur Utama KBS.

Ia bahkan menyatakan kesiapannya jika diminta untuk membantu proses seleksi melalui lelang jabatan yang transparan dan disiarkan secara langsung di media sosial.

“Saya siap jika dipanggil oleh Pak Wali Kota. Tidak perlu undangan resmi, cukup panggil, kita bisa bahas bagaimana cara terbaik memilih pemimpin KBS yang benar-benar berkompeten di bidang konservasi,” pungkasnya.

Baca Juga: Info Rek! Parkir Kebun Binatang Surabaya Bakal Seperti Gerbang Tol Lho..

Editor : Ading
Berita Terbaru

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.