Senin, 02 Feb 2026 22:21 WIB

Misteri Kematian Wanita Tanpa Busana di Sungai Jagir, Begini Kesaksian Sepupu

Sepupu wanita tenggelam di sungai Jagir
Sepupu wanita tenggelam di sungai Jagir

selalu.id  –  Kematian Ludia Ratnaningsih (43), yang ditemukan meninggal dunia tanpa busana di bantaran Sungai Jagir, Surabaya, masih diselimuti misteri.  Kesaksian Mustofa (60), sepupu korban, memberikan gambaran tentang aktivitas Ludia sebelum kematiannya.  Menurut Mustofa, Ludia sehari-hari berjualan koran dan air mineral di sekitar exit tol Gunungsari.

"Biasanya, suaminya mengantar Ludia ke lokasi jualan sekitar pukul 04.00 pagi.  Suaminya menyediakan koran, satu dus air mineral, dan kopi untuknya," ujar Mustofa kepada selalu.id saat dijumpai di Kamar Mayat RSUD dr. Soetomo Surabaya, Senin (10/3/2025) petang. 

Baca Juga: Dua Bocah Tercebur Waduk di Mojokerto, 1 Selamat 1 Meninggal Dunia

Mustofa menambahkan bahwa Ludia selalu berjualan di lokasi tersebut dan tidak pernah mengalami masalah sebelumnya.  Aktivitas ini berjalan lancar setiap hari tanpa ada kejadian yang mencurigakan.

Namun, pada Sabtu, 8 Maret 2025,  sesuatu yang tidak biasa terjadi.  Taupan (43) selaku suami Ludia menunggu hingga pukul 18.00, namun Ludia tak kunjung kembali.  HP Ludia dalam keadaan mati.  Suami Ludia pun menghubungi Mustofa, melaporkan hilangnya istrinya.  Mustofa kemudian menghubungi kakak Ludia yang berprofesi sebagai polisi di Jember.

"Suaminya panik dan menghubungi saya, mengatakan istrinya hilang dan mungkin diculik," jelas Mustofa menirukan kata suaminya Ludia.

Mustofa juga menjelaskan bahwa saat ditemukan, dompet dan HP Ludia tidak ada di lokasi.  Hanya ada cincin dan pita rambut yang masih melekat di rambut korban yang membantu identifikasi.  "Suaminya mengenali Ludia dari cincin dan pita rambutnya," tambah Mustofa.

Baca Juga: Berusaha Menolong Teman, Enam Santri Tewas Tenggelam di Bekas Galian Bukit Jeddih

Mustofa juga menjelaskan bahwa lokasi ditemukannya jenazah Ludia dekat dengan sebuah toilet umum di pinggir sungai.  "Toiletnya kurang terawat, dan sering digunakan oleh orang-orang yang lewat," katanya. 

Kemungkinan korban buang air di lokasi tersebut sebelum kejadian.  Hujan deras yang mengguyur Surabaya pada Jumat malam juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan.

Polisi dari Polsek Wonokromo masih menyelidiki kasus ini.  Meskipun keluarga menolak autopsi,  polisi terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap penyebab kematian Ludia.

Baca Juga: Tim SAR Temukan Korban Kedua Tenggelam di Sungai Gunungsari Surabaya

Dugaan sementara adalah tenggelam,  namun berbagai kemungkinan lain masih dipertimbangkan, termasuk kemungkinan adanya tindak pidana.  Misteri kematian Ludia Ratnaningsih masih menjadi teka-teki yang harus dipecahkan oleh pihak kepolisian.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.