Selasa, 21 Jul 2026 23:04 WIB

Penanganan Banjir dan Infrastruktur Jadi Program Pertama Eri Cahyadi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 03 Mar 2025 17:01 WIB
Eri Cahyadi
Eri Cahyadi

selalu.id – Eri Cahyadi akan segera melakukan tugas penanganan banjir dan pembangunan infrastruktur menjadi program pertama yang segera dijalankan, usai  pidato Wakil Wali Kota Armuji resmi memulai masa jabatan periode 2025-2030 dengan rapat paripurna DPRD Kota Surabaya, Senin (3/3/2025).

“Penanganan banjir dan perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama. Saya tidak ingin program pemerintah berjalan sendiri tanpa melibatkan masyarakat. Justru, masyarakat harus menjadi bagian dari solusi agar program ini bisa berjalan efektif,” ujar Eri, usai pidatonya.

Eri mengungkapkan bahwa penanganan banjir di Surabaya membutuhkan anggaran sebesar Rp9,8 triliun. Sementara itu, proyek pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) diperkirakan menelan biaya sekitar Rp9,3 triliun.

Meski membutuhkan dana besar, ia memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan harus berdampak nyata bagi warga Surabaya.

Selain infrastruktur, Eri juga menekankan pentingnya mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pembangunan kota harus selaras dengan visi pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Timur.

“Penurunan angka kemiskinan, stunting, peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), serta pertumbuhan ekonomi adalah target utama yang harus kami capai. Anggaran yang kita keluarkan harus benar-benar bermanfaat bagi warga,” tegasnya.

Dalam rangka mempercepat pembangunan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8%, Pemkot Surabaya tidak hanya mengandalkan APBD atau APBN. Eri menyebutkan bahwa skema pembiayaan alternatif, seperti Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan pendanaan perbankan, akan dioptimalkan.

Eri menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, tetapi harus melibatkan semua elemen masyarakat.

“Saya mengajak warga Surabaya yang memiliki kelebihan untuk membantu mereka yang kurang mampu. Gotong royong adalah nilai utama yang harus kita pegang, baik dalam kehidupan sosial maupun pembangunan kota,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan DPRD dalam menjalankan berbagai program. Salah satu tantangan besar adalah menyeimbangkan anggaran agar seluruh sektor dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan tetap berjalan optimal.

“Misalnya, program rehabilitasi rumah tidak layak huni masih membutuhkan anggaran sekitar Rp280 miliar. Jika seluruh anggaran dipakai untuk itu, maka sektor pendidikan bisa terdampak. Oleh karena itu, kami akan membahasnya dengan DPRD agar ada keseimbangan,” jelasnya.

Lebih lanjut Eri menegaskan bahwa dalam 100 hari pertama, pemerintahannya tidak akan langsung menetapkan prioritas baru. Sebab, banyak program yang masih berlanjut dari periode sebelumnya, termasuk pembangunan rumah sakit, infrastruktur jalan, dan pengendalian banjir.

Namun, untuk jangka panjang, ia memastikan tujuh program utama tetap menjadi fokus, di antaranya, Mengurangi kemiskinan, Menekan angka pengangguran, Menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Kemudian, Menekan angka stunting, Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Mengurangi ketimpangan ekonomi dengan menekan rasio gini.

Eri menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Dengan kebutuhan anggaran Rp9,8 triliun, Pemkot Surabaya harus merancang strategi jangka panjang untuk menyelesaikan masalah ini dalam 5 hingga 10 tahun ke depan.

“Tidak mungkin kita menyelesaikan semua persoalan dalam satu tahun. Maka, harus ada pilihan prioritas yang kita tetapkan agar pembangunan berjalan secara bertahap,” ungkapnya.

Baca Juga: Permudah Akses Warga, TNI dan Pemkab Sidoarjo Rencanakan Pembangunan Jembatan di Sukodono

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.